Tak dibawa ke Piala Afrika 2021. Padahal pemain Chelsea ini dulunya kapten timnas...
Kalau Anda jeli mengamati skuad Timnas Maroko di gelaran Piala Afrika 2021, maka pastilah Anda sadar kalau tidak ada nama penggawa Chelsea, Hakim Ziyech.
Hal itu lantaran buntut dari kekecewaan dan ketidakpercayaan pelatih kepala Timnas Maroko, Vahid Halilhodzic, dimana menurutnya perilaku pemain 28 tahun itu sangat keterlaluan.

Saat diwawancarai oleh Goal International, Halilhodzic berbicara panjang kali lebar tentang Ziyech.

"Para pemain yang saya pilih itu adalah yang terbaik di Maroko. Saya juga tak akan memilih pemain yang bakal membuat tim menjadi tidak seimbang," ucap juru taktik berusia 69 tahun itu. 




Ziyech dinilai tidak profesional dan malah tampak ogah-ogahan ketika berseragam The Atlas Lions.  Dan atas dasar itu,
Halilhodzic tak mau lagi memanggil Ziyech ke timnas.

"Ia [Ziyech] tak mau berlatih dan enggan bermain. Selain itu, ia juga tak bisa serius ketika dipercaya bermain untuk timnas. Berangkat dari hal itu, saya tidak akan memohon kepadanya untuk balik ke tim," imbuhnya.

Halilhodzic mengaku trauma dimana eks pemain Ajax Amsterdam itu dalam edisi Piala Afrika sebelumnya bersikap memalukan.

"Hal itu juga berakar dari tingkah buruknya selama Piala Afrika 2019 lalu sehingga ia paling banyak dikritik. Terlebih lagi, Ziyech juga mendapatkan cemoohan dari para fan. Anda pasti tak akan lupa momen kala itu," tandas Halilhodzic.

Balada bagi Ziyech, saat ini ia punya masalah waktu bermain yang minim di Chelsea. Tercatat sejauh ini ia hanya tampil sebanyak 24 pertandingan dan terlibat dalam 10 gol bersama Chelsea. Hal itu tak terlepas dari cedera lutut, pinggul, dan bahu yang mendekapnya.

Sebelumnya, Ziyech sebenarnya masih diberi kesempatan untuk menjadi jenderal lapangan tengah untuk Timnas Maroko pada Juni tahun lalu. Itu terjadi ketika Maroko berhasil mengiris tipis Burkina Faso 1-0 dalam pertandingan persahabatan. Namun, Halilhodzic menjadi tidak terkesan karena perilaku buruknya.

"Perilaku Ziyech di dua laga terakhir, khususnya saat bersua Burkina Faso, tidak mencerminkan bahwa ia adalah pemain timnas. Sebagai kapten, seharusnya ia bisa menjadi role model yang baik untuk rekan-rekannya," tambahnya.

"Saat itu, Ziyech datang terlambat dan menolak untuk bermain. Tidak ada gunanya untuk mendiskusikan hal tersebut lagi. Sebagai pelatih, keputusan saya sudah tepat," Pungkasnya.