Protes dengan cara yang elegan. Respect!
Hampir setiap pekan Liga 3 Nasional jadi sorotan, bagaimana tidak, dari pertandingan satu ke pertandingan yang lainnya banyak momen-momen yang mencerminkan bobroknya kualitas wasit. 

Bukan sesuatu yang mengejutkan lagi kalau ada adegan ribut-ribut, pemain mengejar wasit dan berusaha untuk menggeroyok. Hal itu tak lepas dari kepemimpinan wasit yang dinilai berat sebelah. Dari mulai pelanggan keras yang dibiarkan, keputusan offside yang seharusnya tidak offside atau sebaliknya, dan masih banyak lagi.

Dan belakangan ini ada cara baru yang dilakukan oleh pemain dan klub yang merasa dirugikan. Bukan dengan melampiaskan amarah lalu berujung main hakim sendiri. Tetapi dengan tepuk tangan. Sebuah upaya sarkas untuk mengkritik kinerja wasit.

Benar-benar hanya tepuk tangan. Misalnya dalam laga Persipasi vs Gresik United yang  digelar di Stadion Joko Samudro, Gresik pada Selasa (22/2/). Tampak pemain Persipasi selalu memberikan tepuk tangan kepada wasit jika keputusan dianggap merugikan dan bahkan Persipasi juga melakukan itu kepada pemain Gresik United yang mencoba mengulur waktu
dengan cara pura-pura cedera.



Hal yang senada juga dilakukan dalam laga Jambi United melawan Gresik United pada babak 16 besar Liga Nasional Grup U, (19/2/). Lagi-lagi Gresik United memakai taktik yang sama. Dan kali ini
terlihat kapten Jambi United memberikan tepuk tangan tepat dihadapan pemain Gresik United yang pura-pura kesakitan saat terjatuh dan tak mau langsung bangun. Saat itu Gresik sudah unggul 2-0 dan waktu menunjukkan 90+6.





Momen lainnya terjadi dalam laga Bandung United melawan Farmel FC dalam laga babak 32 besar Liga 3 2021 yang berlangsung di Stadion Jala Krida AL Surabaya, Minggu (20/2/) . 

Laga itu dimenangkan oleh Farmel FC dengan skor 3-0 tetapi hal itu tak lepas dari kepemimpinan wasit yang berat sebelah. Alih-alih ribuz, usai kaga
para pemain Bandung dan offisal menghampiri wasit dan berjabat tangan serta memberikan tepuk tangan dengan gaya menyindir.

Bandung United, Persipasi, da Jambi United hendak menunjukkan ke publik sepakbola tanah air, kalau tak perlu mengedepankan kekerasan ke wasit atau pemain lawan yang tidak menjalankan aturan fair play. Ada cara yang lebih elegan untuk membuat pengadil lapangan itu merasa malu: menepukinya.

Sebuah cara yang patut dicontoh. Bagaimana pendapat Anda mengenai fenomena ini? berikan jawaban di kolom komentar yang tersedia.