Ini ada di pertandingan testimonial Raul Gonzalez. Cek videonya!
Julian Draxler baru berusia 28 tahun, tapi kariernya sudah mulai mereda. Pemain asal Jerman itu berada di salah satu tim terbaik di Eropa, Paris Saint-Germain. Sayang, dia baru menjadi starter di lima pertandingan Ligue 1 musim ini.

Di awal karier, Draxler disebut-sebut sebagai salah satu talenta terbesar di sepakbola Eropa. Sebagai pemain berusia 19 tahun di Schalke 04, Draxler menggebrak Bundesliga pada musim 2012/2013. Dia mencetak 10 gol dalam 30 penampilan saat membantu timnya finish keempat dan lolos ke Liga Champions.

Pada akhir musim yang mengesankan itu, Draxler dikaitkan dengan sejumlah klub top Eropa. Dan, dia menandatangani kontrak baru di Schalke hingga 2018 dengan klausul rilis yang lumayan besar. Dia menolak tawaran dari klub Inggris dan Spanyol karena khawatir merusak peluangnya bermain di Piala Dunia 2014.

Salah satu bukti kehebatan Draxler muda terjadi pada musim panas 2013. Dia ikut bermain dalam sebuah pertandingan testimonial bersama striker legendaris Spanyol, Raul Gonzalez. Legenda Real Madrid itu menghabiskan dua tahun yang brilian di klub Jerman.

Raul telah mencetak 40 gol untuk Schalke dan akan bergabung dengan tim Qatar, Al Saad. Sebelum melakukannya, dia bermain dalam satu pertandingan terakhir untuk Schalke melawan klub masa depannya. Raul saat itu mencetak dua gol dalam kemenangan 9-0.

Uniknya, gol pertama Raul viral dan masih diputar hingga hari ini. Bukan karena penyelesaiannya, melainkan akibat assist gila Draxler. Draxler mengalahkan tiga pemain Al Saad di dalam kotak penalti di ruang sempit sebelum menggunakan tumit kanannya untuk melepaskan bola dari kaki kirinya dan masuk ke jalur Raul.

Setelah video tersebut diposting oleh ESPN di Twitter pekan lalu, banyak reaksi dari penggemar sepakbola. Beberapa dari mereka belum pernah melihat assist ini sebelumnya. Sementara yang lain merasa sedih karena karier Draxler belum mencapai puncak yang seharusnya.

Ketika itu, Raul mendesak Draxler untuk tetap di klub sebelum membuat langkah besar. "Jule disarankan tinggal di sini selama satu atau dua tahun lagi. Setelah itu saya percaya dia harus pindah ke klub besar, baik itu Inggris atau Spanyol. Preferensi saya, tentu saja adalah Real Madrid," kata Raul.

Sayangnya itu tidak cukup untuk Draxler. Dia tetap bertahan di Schalke selama dua musim berikutnya dan dia tidak bisa meniru performa yang ditunjukkan di musim 2012/2013.

Kemudian, Draxler pindah ke VfL Wolfsburg dengan biaya yang dilaporkan sebesar 36 juta euro (Rp578 miliar). Dia menjadi pengganti Kevin de Bruyne yang bergabung dengan Manchester City. Draxler berusaha memulai kembali kariernya. Tapi, tidak bisa menggantikan kekosongan yang ditinggalkan De Bruyne.

Draxler tampil cukup baik untuk mendapatkan 42 juta euro (Rp 674 miliar) saat pindah ke PSG pada Januari 2017. Sayangnya itu keputusan tidak tepat. Karier menurun. Bahkan, sejak 2020, dia tidak bermain untuk Jerman.