Apakah ini terkait komentar kurang pantas netizen soal perang di Ukraina?
Penyerang Persipura Jayapura, Yevhen Bokhashvili, tampaknya kesal dengan komentar warganet Indonesia yang tidak sopan terkait invasi Rusia ke negaranya, Ukraina. Akibatnya, Yevhen Bokhashvili memutuskan mematikan kolom komentar di akun Instagram resmi miliknya, @jeka_baha_10.

Sejak Rusia memutuskan menyerang Ukraina, Bokhashvili tak pernah absen memposting komentar dukungan terhadap negara yang dicintainya plus kecaman terhadap Presiden Vladimir Putin. 

Bokhashvili juga tak lupa menunjukkan rekaman video tentang kerusakan yang terjadi di bebarapa kota di Ukraina. Begitu pula dengan korban-korban sipil yang berjatuhan di tanah airnya. Sejumlah caption antiperang, perdamaian, minta dukungan, hingga kecaman kepada Rusia juga dia sematkan.

Awalnya, Bokhashvili membiarkan kolom komentar di Instagram tetap hidup agar orang-orang di Indonesia bisa berkomentar dengan sopan, baik, simpati, dan tidak merendahkan sesama manusia. 

Sayangnya keinginan Bokhashvili tidak terwujud. Warganet Indonesia, yang memang dikenal kurang baik, justru membanjiri akun IG milik Bokhashvili dengan kata-kata yang dinilai kurang pantas. Selain menyalahkan Ukraina, beberapa juga memberikan kata-kata dukungan untuk Rusia. Dan, itu menyakitkan! 

Beberapa warganet juga menyinggung masalah perang di Timur Tengah, khususnya di Palestina, yang hingga sekarang belum selesai.

Tampaknya, Bokhashvili tidak tahan dengan komentar-komentar kurang pantas warganet Indonesia. Akibatnya, dia memutuskan untuk mematikan kolom komentar sehingga tidak ada lagi yang memberikan tanggapan yang menyakiti hatinya. Pasalnya, keluarganya tinggal di Ukraina. Dan, sebagai orang Ukraina, apa yang terjadi di tanah airnya memilukan.

Bokhashvili lahir Dnipropetrovsk. Dia memulai karier dari klub lokal yang main di Liga Premier Ukraina, Dnipro Dnipropetrovsk. Itu adalah kota yang berada di Ukraina Tengah, yang terpisah oleh Sungai Dniper, yang juga membelah Kiev.

Dnipropetrovsk sejauh ini masih cukup aman dari gempura tentara Rusia. Tapi, kota-kota lain seperti Kiev, Kharkiv, Donetsk, Luhansk, Mariupol, Kherson, hingga Sumy telah menjadi medan pertempuran sengit antara militer Rusia dan tentara Ukraina yang dibantu rakyat. 

Dan, jika kota-kota di selatan dan timur negara itu jatuh ke tangah Rusia, kampung halaman Dnipropetrovsk diambang bencana. Kota itu akan terbuka dan berpotensi menjadi medan pertempuran baru yang bisa memakan korban lebih banyak lagi.