Butuh penyerang dengan tipikal lain adalah kata kuncinya.
Pelatih timnas Italia, Roberto Mancini, dilaporkan dalam dilema mengenai siapa sosok yang tepat untuk mengisi pos lini depan Gli Azzurri. Mancini mencoba untuk memilih antara Mario Balotelli dan Joao Pedro, dua nama yang harus dia pilih salah satu untuk diangkut menjalani  babak play-off Piala Dunia 2022.

Timnas Italia akan menghadapi Makedonia Utara di Stadio Renzo Barbera di Palermo. Mereka akan menjalani babak semifinal play-off pada 24 Maret mendatang.

Menurut La Gazzetta dello Sport, Mancini hanya memiliki ruang untuk satu dari dua pemain depan yang bisa dimasukan ke dalam skuadnya, dan waktu semakin sempit mengingat skuad final akan diumumkan pada akhir pekan ini.

Dari dua nama yang tersedia, Balotelli tidak pernah bermain dengan jersey Gli Azzurri lagi sejak 2018. Mantan anak asuh Mancini di Manchester City itu bermain di klub Turki, Adana Demirspor. Sementara itu Joao Pedro berjuang melawan degradasi dengan Cagliari dan baru saja resmi memiliki kewarganegaraan Italia.



Keduanya sama-sama punya statistik yang bagus. Tapi, kalau mau ditarik berdasarkan gen, Balotelli asli Italia sementara Joao Pedro adalah orang Brasil yang ingin membela Italia.

Mancini memang tengah kebingungan. Mengingat stikernya sewaktu Piala Eropa, Ciro Immobile, dinilai kurang efektif untuk Italia seperti halnya saat membela Lazio. Akan tetapi, Immobile tetap menjadi pilihan utama di lini depan dan bekerja dalam formasi 4-3-3 asuhan Maurizio Sarri telah membantunya menjadi lebih fleksibel secara taktik.

Andrea Belotti kembali ke kebugaran penuh, atau sesuatu yang mendekatinya, dan Gianluca Scamacca sepertinya tidak bisa berhenti mencetak gol saat ini, menggabungkan semua elemen terbaik dari kedua striker yang lebih senior.

Tapi, nama-nama di atas dinilai tidak relevan dengan kebutuhan strategi Mancini. Itu sebabnya dia memilih striker dengan tipikal yang lain dan dari sisi usia belum mencapai 30 tahun karena hal itu berkaitan dengan stamina pemain.

Namun, publik tampaknya lebih menginginkan Mario Balotelli.

Jika SuperMario ada di skuat, setiap pertanyaan lain dalam wawancara adalah tentang dia, setiap cerita di koran, setiap detail kecil berubah menjadi poin pembicaraan dan itu tidak baik untuk siapa pun, termasuk Balotelli.

Jika Italia lolos ke Piala Dunia 2022, maka tentu saja akan menguji Balotelli di beberapa pertandingan persahabatan, tetapi babak play-off terlalu rumit untuk membuat mereka tidak seimbang dengan cara ini.