Ini adalah tradisi jika ada pemain baru yang bergabung. Cek videonya!
Bintang remaja Manchester United, Alejandro Garnacho, mengaku senang dipanggil tim nasional Argentina untuk kali pertama dalam sejarah. Bahkan, remaja berusia 17 tahun tersebut rela menjalani "ospek" oleh senior-seniornya di La Albiceleste.

Garnacho lahir di Spanyol dari orang tua asal Argentina. Dirinya hanyalah satu dari tujuh pemain muda keturunan yang dipanggil Scaloni untuk Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona CONMEBOL bersama Luka Romero, Matias Soule, Franco dan Valentin Carboni, Nicolas Paz, serta Tiago Geralnik. 

Para pemain tersebut datang untuk diseleksi berdasarkan rekomendasi talent scouting, Juan Tassi. Mereka akan berlatih dan bermain dengan tim senior Argentina jika memungkinkan sambil masuk proyeksi timnas U-20 asuhan Javier Mascherano. 

"Saya memiliki dua kewarganegaraan. Jadi, ini adalah kesempatan unik bagi saya. Saya menantikan momen ini dan memanfaatkannya sebaik mungkin. Saya lahir di Madrid. Tapi, ibu saya orang Argentina. Begitu juga seluruh keluarganya. Merupakan kehormatan bisa mewakili Argentina," kata Garnacho, dilansir The Guardian.

Garnacho mencuat sebagai salah satu talenta berbakat yang gemilang di Akademi MU musim ini. Dia memproduksi 15 gol dan enam assist di ajang junior, termasuk lima gol dalam lima pertandingan saat MU U-21 menjuarai Piala FA Junior.

"Justin (Cochrane) dan Darren Fletcher adalah dua anggota klub yang sangat memperhatikan saya. Mereka mendukung saya dalam segala macam keputusan. Dan, di luar klub, ada Javier Mascherano. Sejak Argentina tertarik pada saya dua atau tiga bulan lalu, mereka selalu sangat perhatian, mengkhawatirkan saya. Dia sangat perhatian, dan saya sangat berterima kasih," ungkap Garnacho.

Garnacho akan berlatih dengan Lionel Messi dan pemain bintang lainnya. Dan, jika dia cukup beruntung, Scaloni bisa memberikan debut internasional saat La Albiceleste bertemu Venezuela, Sabtu (26/3/2022) dini hari WIB, atau Ekuador, empat hari kemudian.

"Saya selalu bermimpi berbagi tim dengan bintang-bintang di level ini, dan belajar banyak dari mereka," kata remaja kelahiran 1 Juli 2004 itu.

"Ini adalah mimpi untuk dapat berbagi tim dengan beberapa idola masa kecil saya. Jadi, saya akan memanfaatkannya untuk berkembang (sebagai pesepakbola). Saya selalu sangat termotivasi, karena saya melakukan apa yang saya suka, yaitu bermain sepakbola," ungkap Garnacho.



Potensi Garnacho dan pemain-pemain muda lainnya tampil sangat besar. Pasalnya, Argentina sudah memastikan lolos ke Qatar bersama Brasil. Jadi, sangat masuk akal jika Scaloni mengamankan caps remaja-remaja ini agar tidak dibajak negara lain. Pasalnya, semuanya merupakan pemain dengan paspor ganda.

Uniknya, sebelum benar-benar tampil untuk Argentina, Garnacho harus menjalani tradisi bagi pemain baru yang bergabung. Ini semacam ospek di universitas yang umum terjadi di Indonesia.



Momen unik ini terjadi saat sesi makan bersama di kamp latihan Argentina di Buenos Aires. Pertama-tama, semua anak-anak baru dikumpulkan. Kemudian, diminta memperkenalkan diri dengan sejelas-jelasnya, baik nama, panggilan, klub, hingga latar belakang keluarga. 

Selanjutnya, puncak dari acara itu adalah menyanyi. Tidak peduli suaranya bagus atau tidak, tahu lirik lagunya atau tidak, Garnacho dkk wajib bernyanyi layaknya superstar. Dia berdiri di atas kursi dan menggunakan botol air mineral sebagai mikrofonnya.

Agar suasanya lebih seperti konser musik, para pemain Argentina bertepuk tangan, ikut menyanyi, dan kadang memberikan sorakan jika lagu yang dinyanyikan atau irama musiknya salah.