Banyak penggemar MU yang tampaknya mulai merindukan striker Uruguay ini.
Awalnya, penggemar Manchester United sedang mendapatkan April Mop ketika Ralf Rangnick mengatakan Edinson Cavani bisa absen hingga lima minggu karena cedera betis. Tapi, setelah penyerang Uruguay itu tidak pernah terlihat di lapangan, mereka baru sadar bahwa itu memang fakta.

Cara bermain pemain Uruguay musim ini tidak mengejutkan jika kembali dari jeda internasional. Dan, yang terakhir ini dengan cedera baru.

Cedera, kurangnya kebugaran, dan permintaan cuti yang diperpanjang membuat Cavani hanya bisa dimainkan pada 40 persen dari pertandingan MU di semua kompetisi musim ini. Dan, jika perkiraan dokter klub benar, maka kemungkinan hanya tersisa tiga pertandingan musim ini dengan kontrak Cavani di MU yang masih tersisa.

Ketika masih melatih MU, Ole Gunnar Solskjaer pernah memberikan wawasan tentang mentalitas pemulihan penyerang tengah itu.

"Edinson telah bekerja sangat keras dan bergabung dalam sesi latihan. Dia perlu meningkatkannya agar bisa 100 persen siap untuk pertandingan dan belum benar-benar sampai di sana. Terserah dia. Dia tidak ingin masuk dan mengabaikan kecepatannya," kata Solskjaer setahun lalu, dilansir Goal UK.

Striker itu absen pada Derby Manchester awal Maret 2022 setelah memutuskan dirinya tidak cukup fit untuk bisa tampil. Akibatnya, MU jarus memainkan formasi tanpa striker lantara Cristiano Ronaldo juga absen.

Selain itu, kedatangan CR7 dari Juventus pada musim panas lalu tidak sesuai rencana mengingat Cavani setuju untuk tinggal selama satu musim lagi. Apalagi, kedatangan Ronaldo membuat Cavani harus memberikan nomor punggung tujuh yang sempat dikenakan.

Jadi, apakah kembalinya Ronaldo benar-benar berdampak besar pada jumlah pertandingan yang telah dimainkan Cavani? Dia telah memulai lebih dari tujuh pertandingan di semua kompetisi. Tapi, cedera-cedera itulah yang membuat Cavani lebih sering absen, dan bukannya karena kehadiran Ronaldo.

Cavani cemas dan frustrasi dengan jumlah pertandingan yang harus dilewatkan karena cedera. Apalagi, dia juga telah menunjukkan keengganan untuk dimainkan pelatihnya. Dua kali pada musim ini, sekali di awal musim, dan sekali sebelum putaran ketiga Piala FA, dia meminta perpanjangan cuti. Dua diantaranya dikabulkan.



Sebenarnya, Cavani selalu menjadi komunikator yang sangat baik dengan rekan satu timnya, terutama para pemain muda di skuad. Bahkan, dia bisa melakukannya dengan Bahasa Inggris yang tidak terlalu bagus. 

Jam-jam panjang yang dia habiskan di latihan juga berarti bahwa dia siap sedia dan mudah didekati oleh mereka yang mencari nasihat. Itu membuat klub memuji pendekatannya yang mendetail dalam latihan. Keinginan dan kebutuhan untuk merasa benar-benar bugar itulah yang membuat Cavani menarik diri dari pertandingan, yang beberapa staf harapkan dia bisa tampil.

Beberapa orang sempat mempertanyakan komitmen. Tapi, klub mengatakan bahwa penerapannya dalam latihan tidak dapat disalahkan. Jadi, akan menarik untuk melihat apakah ini jadi musim terakhir Cavani di Old Trafford atau tidak.