Dipaksa keluar tetap tak mau. Dia belum keluar, wasit sudah memainkan pertandingan.
Dalam laga semifinal timnas U-23 Indonesia vs Thailand U-23 cabor sepakbola SEA Games 2021, Kamis (19/05/2022), sempat terjadi keributan jelang berakhirnya babak tambahan.

Saat itu, pemain muda Port FC, William Weidersjo mendapat kartu merah dari wasit Yahya Ali Al Mulla. Semua bermula saat William melanggar Rizky Ridho dan pemain berdarah Swedia itu kemudian diganjar kartu merah karena memang layak mendapatkannya.



Namun dengan sikap keras kepalanya, William tidak terima dan tampak membuang-buang waktu dengan terus mengajak debat sang wasit meski peluit dimulainya laga telah ditiup kembali.

Lalu siapa sih sebenarnya William Weidersjo itu?

Lahir pada 10 Juni 2001, William lahir di kota Alvsjo, Swedia, dengan nama lengkap William Gabriel Weidersjo.

Ia memulai karier sepakbola remajanya bersama beberapa tim lokal akademi Swedia, mulai dari Alvsjo AIK, Enskede IK, IFK Haninge dan Hammarby IF.

Pada tahun 2017, William memulai debutnya di lapangan hijau sebagai pemain profesional bersama Enskede IK. Di sana ia menghabiskan waktu selama dua musim dan hanya mencatatkan dua penampilan.

William sempat berseragam satu musim bersama Nykopings BIS pada tahun 2019.

Dia kemudian melanjutkan kariernya bersama Hammarby TFF, tim kasta ketiga di kompetisi sepakbola Swedia. Bersama tim berjuluk 'HTFF' tersebut, William mengemas 27 penampilan dari tahun 2021 hingga 2022 awal.

Pada bulan Januari 2022, William memilih untuk kembali ke Thailand dan bergabung dengan Port FC yang bermain di Thai League 1.

Baru mengemas 7 penampilan dan tampil impresif bersama 'Singhklongtoei', William mendapat panggilan pertamanya untuk timnas U-23 Thailand pada 16 Maret 2022. Saat itu dia dipanggil untuk turnamen Piala Dubai U-23 2022.

Pada 26 Maret 2022, dia memainkan pertandingan nasional pertama melawan China dan juga mencetak gol internasional pertamanya.

Adapun terkait tindakannya di lapangan dalam laga semifinal kemarin mendapat respon negatif dari Manajer Timnas Thailand, Nuanphan Lamsam atau yang akrab disapa Madam Pang.

"Untuk cerita di lapangan, saya ingin itu semua berakhir di sana. Tidak ada niat pemain muda seperti William mendapat kartu merah," ujar Madam Pang kepada Matichon Online.

"Saya menangis tapi itu juga pelajaran bahwa kita harus bisa mengendalikan emosi kita."