Penggemar Liga Indonesia pasti tidak asing dengan pemain ini..
Ingat Danny Guthrie? Mantan pemain Liga Premier itu baru saja dinyatakan bangkrut setelah menumpuk hutang hingga 120.000 pounds (Rp2,2 miliar). Sialnya, uang sebanyak itu digunakan untuk berfoya-foya di meja judi.

Jika anda penggemar Liga Indonesia, pasti tidak asing dengan Guthrie. Lahir di Shrewsbury, 18 April 1987, mantan gelandang itu tercatat sebagai salah satu siswa Akademi Manchester United yang menyeberang ke Liverpool pada 2002. Di Anfield jugalah Guthrie menjalani debut profesional, tiga tahun kemudian.

Tapi, karier Guthrie tidak mulus di Merseyside. Kemudian, dia dipinjamkan ke Southampton dan Bolton Wanderers sebelum pindah ke Newcastle United pada 2008.

Dari St James' Park, karier Guthrie berlanjut di Reading. Dia sempat dipinjamkan ke Fulham sebelum bergabung secara permanen dengan Blackburn Rovers. Selanjutnya, Guthrie mengalami penurunan performa dan bergabung dengan klub non liga, Oakengates Athletic.

Tidak laku di Inggris, Guthrie mencari tantangan baru di luar negeri. Pada 4 Januari 2018, Mitra Kukar mengumumkan mendatangkan Guthrie. Dia bermain di Liga 1 2018 dengan catatan 29 pertandingan dan 2 gol. Saat itu, Naga Mekes finish di posisi 16 klasemen akhir alias degradasi bersama Sriwijaya FC dan PSMS Medan.



Gagal bersinar di Indonesia, Guthrie kembali ke Eropa. Sempat bermain untuk Walsall dan Fram (Islandia), dia kemudian bantir stir menjadi salah satu pelatih di The Football Academy (TFA), Dubai, Uni Emirat Arab (UEA).

Lama tak terdengar kabarnya, tiba-tiba Guthrie muncul dengan berita sedih. Mantan gelandang itu meminjam uang 75.000 pounds (Rp1,3 miliar) dari seorang teman untuk membayar hutang.



Dia dikatakan telah berjanji untuk membayar kembali pinjamannya setelah menjual rumah. Tapi, sebelum itu, Guthrie menanggung hutang judi. Dan, ketika dia menjual properti seharga 160.000 pounds (Rp2,9 miliar) itu, dia memilih membayar hutang tersebut lebih dulu daripada kreditur lain.

Menurut The Insolvency Service, Guthrie melakukan beberapa penarikan uang tunai, meski tahu bangkrut. Meski tinggal di Dubai, Guthrie terpaksa muncul di Pengadilan Stoke County untuk menerima putusan kebangkrutan selama enam tahun hingga Mei 2028.

Akibat putusan itu, Guthrie akan menjalani beberapa pembatasan. Itu termasuk tidak dapat meminjam uang di bank lebih dari 500 pounds (Rp9 juta) tanpa mengungkapkan status bangkrutnya. Dia juga tidak bisa bertindak sebagai direktur perusahaan tanpa izin pengadilan.



"Tindakan Danny Guthrie disengaja dalam menghamburkan aset pada saat dia sudah bangkrut, dan kehilangan krediturnya. Perpanjangan pembatasan kebangkrutan ini harus menjadi peringatan bahwa Layanan Kepailitan akan mengambil tindakan untuk mengatasi kesalahan keuangan semacam itu," kata Kevin Read dari Dinas Layanan Kepailitan Inggris.

Jadi, tampaknya nasib Guthrie berbanding lulus dengan mantan klubnya di Indonesia. Mitra Kukar, yang dulu pernah bergelimang uang APBD, kini sudah tidak lagi eksis di kasta atas. Bahkan, musim lalu mereka terdegradasi ke Liga 3.