Korban eksperimen gol perak paling terkenal dan ikonik adalah Republik Ceko.
Sepakbola terus mengalami evolusi. Peraturan permainan berganti dari waktu ke waktu. Salah satu yang pernah dicoba dan berumur pendek adalah silver goal alias gol perak. Masih ingat?

Pada sebuah era, sepakbola pernah mengenal golden goal. Itu sering disebut "gol emas", "gol kemenangan", atau "gol pembunuhan". Itu karena pertandingan akan langsung berhenti ketika ada tim yang mencetak gol saat perpanjangan waktu. Yang menang, gembira. Yang kalah, sesak napas.

Dianggap sebagai aturan yang kurang adil, golden goal diganti silver goal, dan mulai diterapkan pada 2002. Beda dengan golden goal, silver goal baru terhenti ketika perpanjangan waktu di babak pertama atau kedua berakhir.

Tapi, baik golden goal maupun silver goal kemudian dihilangkan, dan tidak pernah digunakan lagi. Itu karena sifatnya yang sama, yaitu dianggap membunuh peluang tim untuk membalas. Keduanya dianggap tidak adil karena hak untuk membalas dari tim yang kemasukan gol dihilangkan.

Fakta menunjukkan, tim nasional Republik Ceko adalah tim sepakbola yang benar-benar menjadi korban silver goal. Jika tidak ada aturan aneh ini, Milan Baros dkk berpeluang menjuarai Euro 2004.

Itu terjadi pada 1 Juli 2004 di Estadio do Dragao, Porto, ketika menghadapi Yunani pada semifinal. Sembilan puluh menit tidak menghasilkan gol, dan ketika permainan dimulai kembali di babak pertama perpanjangan waktu, silver goal hadir.

Traianos Dellas menyundul bola tendangan sudut Vasilis Tsiartas di menit 105+1. Bola masuk gawang, dan beberapa detik kemudian babak pertama berakhir. Yunani unggul 1-0, meski selama 105 menit ditekan dan memilih bertahan total. Yunani ke final, dan akhirnya juara.

Setahun sebelum Republik Ceko, silver goal juga menampakkan kekejamannya pada final Piala UEFA 2002/2003. Saat itu, FC Porto mengalahkan Glasgow Celtic 3-2. Gol Derlei pada menit 115 adalah silver goal. Tapi, kekalahan Glasgow Celtic tidak terlalu menyakitkan karena lahir di babak kedua extra time. Beda dengan Republik Ceko.

Ketika itu, Dewan Sepakbola Internasional (IFAB), menyatakan silver goal dimaksudkan sebagai versi golden goal yang mencegah permainan negatif. Silver goal memberi pihak yang kalah kesempatan untuk bangkit. Dan, itu membuat segalanya lebih mudah bagi penyelenggara pertandingan.

Sayang, luka Republik Ceko yang menganga di Euro 2004 sulit disembuhkan. Apalagi, saat mereka menderita dari Yunani, silver goal sebenarnya sudah dihapus dari aturan. Lebih sial lagi, peraturan baru mulai berlaku pada 1 Juli 2004, tepat dihari kekalahan Republik Ceko.



Lalu, mengapa aturan itu tetap digunakan di Euro 2004? "Aturan ini akan mulai berlaku pada 1 Juli 2004. Tentang Euro 2004 di Portugal, kompetisi akan dimulai sebelum aturan baru diberlakukan, Jadi, aturannya tidak akan berubah," kata Urs Linsi dari FIFA.

Apa yang menimpa Republik Ceko di Portugal sempat memunculkan simpati banyak pihak. Salah satunya Asosiasi Sepakbola Skotlandia (SFA), yang sejak awal menentang golden goal maupun silver goal.

"Beberapa pertandingan ditentukan oleh gol emas, yang lain dengan gol perak. Mengapa tidak ada gol perunggu saat kita membicarakannya?" sindir David Taylor dari SFA ketika itu.

"Sekarang saya tidak tahu bagaimana perasaan Pavel Nedved, Petr Cech, dan Marek Jankulovski tentang hal ini. Tapi, ada sesuatu yang cukup tidak masuk akal tentang badan pembuat peraturan sepakbola (IFAB), yang membuat regulasi baru dengan pembenaran yang ceroboh, menertawakan betapa buruknya hal itu tidak lama kemudian, dan kemudian menimbulkan itu pada turnamen besar," ungkap David Taylor.