Modric berkata ke Rodrygo, kalau segitu usia ayahmu kamu harus kasih respek ke aku.
Di atas lapangan hijau, perbedaan usia bagi pesepakbola adalah hal lumrah. Biasanya senior akan membimbing para yuniornya. Biar bagaimanapun unsur pengalaman dan tenaga muda akan saling melengkapi.

Peristiwa di Real Madrid ini menunjukkan sisi lain dari beda usia antar pemain yang terpaut jauh.

Hal ini terjadi pada bintang muda Real Madrid, Rodrygo Silva De Goes yang bergabung dengan Los Blancos dari Santos musim panas lalu. Pemain asal Brazil kelahiran 9 Januari 2001 itu bakal proyeksikan menjadi bagian penting dari masa depan Madrid.

Baru-baru ini melalui akun Twitter pribadinya, Rodrygo, mengungkapkan kedekatan hubungan dengan Luka Modric,  "Ketika Luka Modric mengetahui bahwa ayah saya berusia 35 tahun, dia tidak mempercayainya," kata pemuda 19 tahun itu.

Mungkin peristiwa ini terjadi sebelum 23 Juli sebab pada 23 Juli baru lalu, ayah Rodrygo yaitu Eric Batista de Goes tepat berusia 36 tahun.





Kalau melihat tanggal lahir Rodrygo dan ayahnya, besar kemungkinan ayahnya menikah pada usia 16 tahun. Di Indonesia itu sama artinya dengan menikah pada kisaran kelas 1 atau 2 SMA.

Lalu Modric ‘menceramahi’ Rodrygo tentang rasa hormat.

"Dia kemudian mengatakan kepadaku bahwa aku harus menghormatinya karena dia sudah cukup umur untuk menjadi ayahku. Sejak itu dia selalu memanggilku anak dan aku memanggilnya ayah,” sambungnya.

Rodrygo dan Eden Hazzard

Selain dengan Luka Modric, masih lewat Twitter Rodrygo juga membahas  salah seorang lagi, rekan tim yang dia idolakan dan sangat ingin dia tiru. Nama pemain itu adalah Eden Hazard.

Hazard diboyong dari Chelsea dengan harga 103 juta pounds musim panas lalu, dengan harapan jadi tumpuan baru lini tengah Madrid yang mulai mengkhawatirkan, dan Zinedine Zidane punya rancangan bagus untuk pemain asal Belgia.

Tapi agaknya skenario Zidane telah dirusak, bersamaan dengan masalah cedera yang berulangkali mampir ke engkel Hazzard.  Sejak mendarat di Santiago Bernabeu, Hazard baru mencetak satu gol di La Liga musim ini.

Walau demikian, Rodrygo masih tetap tersanjung dengan Hazard, dan dia tak bisa menyembunyikan kekagumannya itu. "Bermain dengannya adalah mimpi sekaligus satu kehormatan, Hazzard sangat bagus. Hazard  adalah salah satu idola saya,” ungkap Rodyrgo.

Adapun mengenai karir, di Madrid, Zidane telah menaruh kepercayaan pada Rodrygo yang dinilai cepat beradaptasi dengan atmosfer sepak bola Spanyol. Musim ini Madrid memenangkan trofi La Liga ke-34, dan Rodrygo tampil dalam 19 pertandingan. Angka yang lebih banyak dari penampilan seorang Gareth Bale.

Rodrygo satu akademi dan pernah bermain untuk klub yang sama dengan Neymar, Santos. Rodrygo  memiliki kemampuan olah bola di atas rata-rata pemain seusianya, wajar jika Real Madrid meminang bakat pemain sayap itu dengan harga mahal.