Fulham akhirnya memenangi laga di Stadion Wembley itu lewat perpanjangan waktu.
Fulham akhirnya kembali ke Liga Premier setelah setahun terdegradasi ke Liga Championship. Jalan ke kasta elit terbuka berkat dua gol pada babak perpanjangan waktu dari full-back Joe Bryan yang membuat mereka menang 2-1 atas Brentford dalam playoff final Championship di Wembley, Rabu dini hari.

Bryan memperdaya kiper Brentford David Raya yang sudah mati langkah saat mengantisipasi tendangan bebas pada menit ke-105.

Pada saat Brentford berusaha keras menyamakan kedudukan, Bryan kembali mencetak gol sebelum akhir pertandingan pada menit ke-117 dan kali ini dengan penyelesaian tenang yang melewati hadangan Raya setelah kerjasama satu-dua dengan Aleksandar Mitrovic.

Henrik Dalsgaard mencetak gol pelipur lara untuk Brentford pada menit 120+4. Gol itu datang terlalu lambat.

Fulham pun ke Liga Premier setelah terlempar ke divisi dua pada musim 2018-2019.

Fulham menyusul Leeds United dan West Bromwich yang sudah lebih dulu promosi ke Liga Premier karena berstatus juara dan runner up Liga Championship.

LAGA PALING BERNILAI

Laga Brentford lawan Fulham itu disebut sebagai laga paling bernilai di dunia. Sebab, dengan lolos ke Liga Premier mereka akan menerima uang yang sangat besar terutama dari kontrak televisi.

Selain itu, pandemi corona membuat uang yang mereka terima bernilai lebih tinggi dari sebelumnya.

“Nilai uang yang diterima pemenang final play-off Championship akan "lebih baik daripada sebelumnya" karena pandemi coronavirus, kata pakar keuangan olahraga Tim Bridge dikutip BBC.

Menurut Deloitte, kemenangan untuk Brentford akan bernilai sekitar 160 juta poundsterling selama tiga tahun, sementara kemenangan Fulham akan memberi mereka 135 juta poundsterling (sekitar 2,56 triliun).

Nilai itu akan naik menjadi 265 juta pounds selama lima tahun jika mereka menghindari degradasi.

Rejeki nomplok itu akan membuat mereka memiliki pondasi pengembangan klub ke depan.

Brentford disebut mendapat manfaat lebih banyak dari kemenangan karena mereka belum menerima pembayaran parasut, tidak seperti Fulham yang terdegradasi dari Liga Premier pada 2019.

Peningkatan nilai uang yang diterima sangat dipengaruhi oleh pandemi global Covid-19.

Dengan lolos ke Liga Premier maka mereka akan bisa menggantungkan pendapatan dari pembagian hak siar televisi. Sesuatu yang tidak bisa didapatkan dari tim di kasta lebih rendah. Apalagi saat pandemi, klub-klub kesulitan mendapatkan uang dari penonton yang hadir ke stadion.

Penonton tidak mungkin diizinkan kembali ke stadion untuk menonton pertandingan hingga paling awal Oktober mendatang.

"Mengingat dampak Covid-19 baru-baru ini, ada kemungkinan bahwa dampak keuangan dari promosi akan lebih baik diterima daripada sebelumnya," kata Bridge, seorang direktur di Deloitte Sports Business Group.

"Promosi ke Liga Premier memberi klub sumber daya keuangan untuk melakukan investasi strategis."