Rakitic memang memiliki ikatan emosinal dengan Sevilla.
Barcelona bukanlah tempat yang menyenangkan saat ini. Melewati musim 2019/2020 tanpa satupun gelar menjadi bukti bahwa Barcelona membutuhkan perubahan, dan masa transisi itu sudah dimulai.

Quique Setien dipecat sekaligus Eric Abidal direktur olahraga klub Catalunya itu juga dipecat, dan pelatih kepala baru datang yaitu Ronald Koeman.

Dalam situasi itu, Barcelona sebagai sebuah klub membutuhkan semacam sosok yang bisa membawa mereka melewati masa turbulensi. Harus diakui jika Blaugrana masih belum stabil usai dijegal Real Madrid di La Liga dan dipermalukan Bayern Muenchen di Liga Champions.

Sayangnya Ivan Rakitic tidak menyadari hal itu. Pemain timnas Kroasia ini adalah salah satu dari sejumlah pemain yang menghadapi masa depan yang tidak pasti di Camp Nou. Dan tingkah lakunya atau sikapnya baru-baru ini memperkuat kabar burung tersebut.

Setelah menyaksikan mantan klubnya Sevilla menang tipis 3-2 atas Inter Milan di final Liga Europa pada Jumat malam (21/8/2020), Rakitic melakukan tindakan tak terpuji.
 
Rakitic dalam sebuah wawancara online dengan stasiun TV lokal, tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya selama siaran dan terlihat melompat ke kolam renang untuk merayakan kemenangan Sevilla. Seperti yang bisa dilihat di bawah ini:



Meski Rakitic hanya sebatas bersenang-senang, tetapi kabarnya Barcelona tidak terlalu senang dengan hal itu.

Laporan dari Mundo Deportivo menyebut bahwa klub Catalunya itu menganggap tindakan Rakitic 'tidak profesional', mengingat keadaan Barcelona yang tengah terpuruk.

Aksi Rakitic sebenarnya wajar saja mengingat sejarah Rakitic yang lama membela Sevilla. Namun mengingat keadaan Barcelona saat ini, secara etika tindakan itu bisa disebut tidak patut.

Apakah itu artinya masa depan seorang Rakitic di Camp Nou telah berada di ujung tanduk? Bisa jadi karena kabarnya Direktur Olahraga Sevilla Monchi siap memanggil pulang Rakitic.