“Yang jelas itu adalah sejenis permintaan maaf,” ujar Messi sportif.
Hal yang paling lumrah dilakukan seorang pesepakbola ketika mencetak gol adalah melakukan selebrasi: berlari ke pojok lapangan, melompat ke udara, berseluncur di atas rumput stadion, berjoget, mengepalkan tangan dan seterusnya. Semua itu didasari kegembiraan yang meluap-luap.

Tetapi dalam kasus tertentu perayaan gol menjadi tidak atraktif, misal ketika pesepakbola itu punya ikatan emosional dengan klub yang gawangnya dia jebol.

Dan itu yang juga pernah terjadi pada pemenang Ballon d'Or 6 kali, Lionel Messi. Kala itu Leo Messi mencetak gol dalam kemenangan 3-0 melawan River Plate, di final Piala Dunia Antarklub 2015. Tetapi  uniknya La Pulga menahan diri untuk tidak merayakannya dengan cara layaknya seorang pencetak gol.

Alih-alih 'menjadi liar' seperti yang dia lakukan ketika mencetak gol di final Liga Champions 2011 di Wembley, Messi hanya mengangkat tangannya, terlihat seperti gerakan permintaan maaf kepada lebih dari 16.000 penggemar yang sebagian di antaranya adalah fans klub River Plate yang memadati Stadion Internasional Yokohama. Mereka rela pergi jauh-jauh dari Argentina ke Jepang hanya demi melihat klub kesayangan, di samping ada nama Lionel Messi sebagai laki-laki Argentina tulen.



Momen Messi Minta Maaf

Memasuki menit 35, dari sisi kiri Daniel Alves menerobos masuk pertahanan River Plate, lalu menyodorkan bola setinggi jangkauan kepala di area tengah kotak penalti, bola itu disundul oleh Neymar dan mengarah ke kaki Messi, di antara himpitan 3 pemain, lewat kaki terbaiknya Messi berhasil menyambar umpan itu, mengonversinya jadi gol.

Pada mulanya Messi ‘merayakan’ dengan cara yang biasa. Para pemain Barca mengerumuni La Pulga, kesebelasan Catalunya saling tersenyum sambil merangkul dan memeluk Messi. Tetapi usai itu,  Messi menundukkan kepala dan sedikit menoleh ke tribun supporter, Messi mengangkat tangan kiri, tanda permintaan maaf.

Indikasi lain, sangat tampak jelas sepanjang pertandingan, Messi bermain dengan sangat ‘ramah’ dan dalam beberapa momen terlihat akrab dengan pemain River Plate yang sebagian besar warga negara Argentina.

Hal itu wajar saja, semua tahu Leo Messi muda tumbuh dalam balutan jersey Newell's Old Boys, kapten Tim Tango itu merasa tidak enak karena "merusak" momen untuk pendukung klub asal negaranya Argentina yang sekaligus kesebelasan satu kompetisi Newell’s Old Boys yakni River Plate.

"Saya tahu seberapa besar usaha yang dilakukan semua penggemar untuk melakukan perjalanan itu dan betapa bersemangatnya mereka," kata Messi dalam wawancara pasca pertandingan.

"Dan saya adalah pemain Argentina, yang mencetak gol pertama dan merusak semuanya untuk mereka. Penggemar River Plate,” sambung Messi.



"Saya tidak tahu apakah saya benar-benar meminta maaf, tapi yang jelas itu adalah sejenis permintaan maaf,” tutup Messi ketika diwawancarai.

Messi Pemain yang Sportif

Kejadian di atas merupakan contoh baik yang patut untuk diteladani dari seorang Messi. Tetapi bukan cuma itu, momen lain yang menunjukan sikap sportif Messi terjadi musim lalu tepatnya 10 Maret 2019 saat berhadapan dengan Rayo Vallecano.

Messi menunjukkan kelasnya dengan memberi tahu wasit untuk tidak memberikan tendangan penalti yang akan menguntungkan Barcelona. Ketika itu Messi meliuk-liuk  di antara dua pemain dengan gerakan kakinya yang indah, tetapi pemain ketiga menempatkan tubuhnya di depan dan menghentikan Messi, dan Messi tersandung ke tanah rumput setelah kehilangan keseimbangan. Wasit meminta tinjauan VAR atas insiden tersebut. Namun, Messi langsung memberitahunya bahwa dia tidak merasa dilanggar dan permainan dilanjutkan.