Oh-kyun memulai karier bersama Daejeon Citizen. Itu klub yang sama dengan salah satu penerjemah Tae-yong, Yoo Jae-hoon.
Seperti Luis Milla yang datang dari Spanyol ke Indonesia membawa Julio Banuelos dan Eduardo Perez sebagai asisten pelatih, keberadaan Shin Tae-yong juga disertai kabinet lengkap. Pelatih asal Korea Selatan tersebut dibantu sejumlah asisten pelatih yang dibawa dari Seoul.

Salah satu asisten pelatih Tae-yong yang cukup menarik adalah Gong Oh-kyun. Selain sempat dinyatakan positif Covid-19, Oh-kyun juga memiliki curriculum vitae yang layak disosorkan kepada PSSI layaknya Tae-yong.

Seperti kebanyakan pelatih, Oh-kyun juga memiliki status mantan pemain profesional di kampung halamannya. Pria berusia 45 tahun itu malang melintang di beberapa tim Negeri Ginseng. Dia juga sempat menikmati persaingan di kompetisi sepakbola Australia.

Saat menjadi pemain, Oh-kyun memulai karier bersama Daejeon Citizen. Itu klub yang sama dengan salah satu penerjemah Tae-yong, Yoo Jae-hoon. Bedanya, Oh-kyun merumput pada 1997-2006. Selama membela Daejeon, dia memiliki catatan 291 pertandingan dan 39 gol. Dari Daejeon, Oh-kyun memperkuat Gyeongnam FC. Selama sekitar 2 tahun, dia memiliki koleksi 28 pertandingan plus 5 gol.

Setelah puas bermain di Korea, Oh-kyun memutuskan mencari pengalaman di luar negeri. Pada 2009, dia dikontrak Sunshine Coast. The Fire adalah klub yang berkompetisi di Football Queensland Premier League atau kompetisi level 3 di Negeri Kanguru.

Sepanjang karier bermainnya, Oh-kyun tidak pernah meraih gelar hingga akhirnya memutuskan gantung sepatu. Setelah pensiun, dia memilih menjadi pelatih. Jalan tersebut dipilih karena Oh-kyun punya latar belakang sebagai guru olahraga. Dia memiliki sertifikat mengajar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan dari Pemeritah Korea Selatan.

Ijazah tersebut didapatkan karena Oh-kyun sempat berkuliah di Kwandong University pada 2017 dan lulus sebagai Sarjana Pendidikan Olahraga. Sementara pada 2006, dia masuk Fakultas Kesehatan Masyarakat di Konyang University.

Saat berkuliah, Oh-kyun tergolong siswa yang cerdas. Dia mampu menyelesaikan pendidikan dengan bagus dengan menulis skripsi dengan berjudul: "Studi tentang peningkatan pola diet dan status asupan makanan fungsional kesehatan pada pemain sepakbola dewasa".

Karena itu, sangat masuk akal jika sejumlah larangan mengkonsumsi makanan yang diterapkan Tae-yong untuk tim nasional Indonesia di segala usia. Kemungkinan besar peratuan tersebut berasal dari pemikiran dan pengalaman Oh-kyun sebagai guru olahraga.

Tidak puas dengan gelar akademik, Oh-kyun mengambil lisensi pelatih sepakbola profesional. Sebagai asisten timnas U-19, dia mempunyai lisensi AFC A. Dengan lisensi tersebut dirinya sebenarnya bisa menjadi pelatih di klub peserta Piala AFC dan Liga Champions Asia. Dia juga punya hal untuk melatih timnas senior di bawah arahan AFC



Hanya saja Oh-kyun untuk sementara tidak memiliki minat memimpin tim. Sebab, dirinya lebih banyak menghabiskan waktu sebagai asisten pelatih. Awalnya, dia membantu Lee Lim-saeng ketika menukangi Shenzhen FC di Liga China.

Dari Negeri Tirai Bambu, Oh-kyun kembali ke Korea untuk menjadi asisten pelatih timnas Korsel U-18, U-17, U-20, hingga U-23. Di tim junior Taegeuk Warriors itu, Oh-kyun mendapatkan tugas yang sama dengan yang saat ini dijalani di Indonesia, yaitu konsentrasi ke fisik pemain.

Sebagai asisten pelatih, prestasi Oh-kyun layak dibanggakan. Dia membantu Korsel U-20 menjadi runner-up Piala Dunia U-20 2019 di Polandia. Kala itu, dirinya bekerjasama dengan Chung Jung-yong sebagai pelatih kepala.

Korsel tampil mengejutkan di kompetisi untuk pemain junior tersebut. Tergabung di Grup F bersama Argentina, Portugal, dan Afrika Selatan, mereka mampu lolos sebagai runner-up. Hebatnya, Korsel memiliki poin yang sama dengan sang pemuncak klasemen akhir, Argentina, yaitu 6.

Setelah menginjak fase knock-out, langkah Korsel semakin tidak terbendung. Dimulai dengan mengalahkan Jepang 1-0 di babak 16 besar, mereka melangkah mulus di perempat final dengan menyingkirkan Senegal. Lalu, di semifinal giliran Ekuador yang dipermalukan.

Sayang, di pertandingan puncak, Lee Kang-in dkk ketika itu garus tampil antiklimaks. Menghadapi sesama tim kuda hitam, Ukraina, Korsel menelan pil pahit kekalahan 1-3 di Lodz, 15 Juni 2019.

Seusai kompetisi kontrak Oh-kyun sebenarnya akan diperpanjang. Tapi, permintaan Tae-yong tidak bisa ditolak. Berbekal pengalaman di Piala Dunia U-20, Oh-kyun kini mendapatkan tugas yang sama dengan Indonesia. Sebagai tuan rumah, tim Garuda dituntut menghasilkan penampilan yang layak dibanggakan.