Pepe yang dikenal garang sebagai bek ternyata anak mama lho!
Pepe dipandang sebagai salah satu bek yang tangguh, meski mantan bek Real Madrid tersebut mengungkapkan dirinya terbiasa tidur di ranjang ibunya sampai berusia 17 tahun.

Kisah itu dia alami saat menjalani masa kecil di Brasil, hingga Pepe memutuskan pindah negara, Portugal, dengan harapan memajukan kariernya di dunia sepak bola. Pepe akhirnya mewujudkan mimpinya setelah mewakili Portugal pada 113 kesempatan.

Walau Pepe telah berkembang secara fisik, dia masih membutuhkan banyak perhatian dari ibunya. "Sampai saya datang ke Portugal, tepatnya pada usia 17 tahun, saya tidur dengan ibu saya. Jadi, bayangkan seperti apa,” kenang pemain bernama lengkap Kepler Laveran da Lima Ferreira itu, dilansir Tribuwa Expresso.

"Saya sudah besar dan saya tidur dengan orang tua. Saya sempat membayangkan ayah saya tidak suka dengan fakta tersebut,” paparnya. "Ini menarik, bahkan suatu hari ibu mengatakan bahwa saya sangat suka menyisir rambutnya dengan tangan saya. Momen itu mungkin terdengar konyol.”

Walau terkesan sebagai anak manja, Pepe tak membuang kesempatan ketika Maritimo memberinya kesempatan sebagai pemain profesional. Pria yang kini berusia 38 tahun itu membuat 64 penampilan di sana.

Penampilan apik Pepe bersama Maritimo membuat FC Porto tertarik merekrutnya. Performa pemain kelahiran Maceio, 26 Februari 1983, itu makin matang hingga mempersembahkan sejumlah gelar bersama salah satu tim raksasa Portugal tersebut.

Karier Pepe makin berkembang setelah itu, bahkan mencapai puncaknya ketika dipercaya membela Real Madrid. Pepe mendapatkan reputasinya sebagai bek tangguh setelah memenangkan tiga La Liga dan tiga gelar juara di Liga Champions. Pepe menghabiskan sembilan musim di Santiago Bernabeu dengan mencatat 334 pertandingan.

Dia kemudian hijrah ke Turki bersama Besiktas sebelum kembali membela Porto saat ini. Kepulangannya disambut antusias, bahkan jajaran pelatih mendaulat Pepe sebagai kapten. Kepemimpinan Pepe di lapangan membawa Porto meraih gelar Liga dan Piala Portugal musim lalu.

Tak hanya level klub, Pepe juga berkibar saat mentas di panggung internasional. Pepe memainkan peran kunci dalam keberhasilan A Seleccao das Quinas mengangkat Piala Eropa 2016 dan Piala UEFA Nations League 2019. Portugal sukses di bawah kendali Pelatih Fernando Santos.

Disiplin Pepe

Sebagai pemain bertahan, Pepe dianggap sebagai pemain garang dalam menjegal pemain lawan. Berdasarkan catatan Transfermarkt, Pepe telah menerima 153 kartu kuning dan 12 kartu merah saat membela klub dan negaranya.

Walau begitu, Pepe masih saja menjadi bahan pergunjingan dari rekan setim dan sahabat dekatnya. Apalagi, kalau bukan cerita dirinya masih tidur bersama ibunya hingga berumur 17 tahun. Momen itu menjadi bahan cemoohan sepanjang hidup Pepe.