Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Air cucuran jatuhnya ke pelimbahan juga.
Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Istilah itu tepat menggambarkan Romeo Beckham mengambil satu atau dua pelajaran dari ayahnya, David Beckham, saat mereplikasi gol ikonik melawan Yunani di Old Trafford untuk lolos ke Piala Dunia 2002.

Pemain berusia 18 tahun, sekaligus seorang penyanyi dan model Burberry, memamerkan bakat sepakbolanya di Instagram pekan ini. Romeo menunjukkan teknik yang mirip dengan ayahnya, yakni menendang bola melengkung ke pojok atas gawang.

Sebelum melakukan tendangan, Romeo mengatur dirinya sendiri. Dia menempatkan kaki kirinya ke depan (seperti yang selalu dilakukan ayahnya) dan mengirimkan bola dengan tendangan keras terarah. Mengingatkan Anda pada seseorang?



Mereka mengatakan latihan membuat sempurna dan David Beckham jelas merupakan bukti nyata dari itu.

Becks terkenal sebagai salah satu yang terbaik dari situasi bola mati dan dia tidak menjadi ahli bola mati dalam semalam, atau secara kebetulan.

Ada banyak cerita tentang bagaimana dia menghabiskan waktu setelah sesi latihan, seperti mengambil tendangan bebas dan berjuang untuk meningkatkan performa hasil di lapangan.

Dan, klip video dari mantan gelandang Manchester United yang dilakukan pada 2001 adalah bukti dedikasinya yang luar biasa. Beks membuktikan kualitasnya sebelum melakukan tendangan bebas ke gawang Yunani.



Seperti yang dapat Anda lihat pada cuplikan di atas, Beckham mencoba peruntungannya dari berbagai sudut dan jarak. Setiap upaya berfungsi sebagai tahap berbeda, yang pada akhirnya mencapai kesempurnaan.

Semua latihan itu akan membuahkan hasil di pertandingan besar sehari kemudian, yakni mencetak gol dengan gaya.



Itu masih salah satu momen terhebat dalam sejarah sepakbola, pastinya.