Pickford dianggap sebagai biang keladi atas terciptanya gol Denmark
Fabio Capello percaya Gigio Donnarumma adalah 'kiper terbaik di dunia', tetapi sekaligus memperingatkan Azzurri bahwa Harry Kane adalah gambaran terbaik 'satu-satunya penyerang tengah klasik di Eropa' saat ini.

Pada hari Minggu (11/8) mendatang, di Stadion Wembley, Italia akan menghadapi Inggris di partai Final Euro 2020.

Berkenaan dengan hal itu, dalam sebuah wawancara dengan Il Corriere dello Sport, mantan pelatih timnas Inggris yakni Fabio Capello, memberikan sedikit pandangannya tentang laga tersebut.

"Italia tim yang bagus dan Inggris tim yang menarik, meski keduanya belum menjadi tim top," ujar pria 75 tahun itu.

Khusus bicara mengenai The Three Lions, Capello berkata,

“Mereka tidak memiliki banyak kualitas di lini tengah, tetapi mereka secara fisik kuat dan agresif. Dan mereka memiliki satu-satunya penyerang tengah terbaik Eropa, dialah Harry Kane.”

Tapi Capello juga mengingatkan soal susah payahnya Negri Ratu Elizabeth itu dalam mencapai babak final, dimana The Three Lions sampai harus membutuhkan penalti untuk bisa mengalahkan Denmark di semifinal.

“Mereka menderita tekanan Denmark beberapa hari yang lalu, tetapi mereka berhasil mengatasi itu, ” ucap Capello.

Sementara itu, Italia mengalahkan Austria, Belgia dan Spanyol di fase knock-out setelah tiga kemenangan beruntun dari tiga di babak penyisihan grup.

“Italia membuat saya terkesan karena betapa solidnya mereka dan keinginan mereka untuk saling membantu,” ujar mantan pelatih Milan, Roma, dan Real Madrid itu.

“Tidak ada egoisme dalam tim. Roberto (Mancini) telah melakukan pekerjaan yang luar biasa. Italia memiliki kiper terbaik di dunia, Inggris tidak cukup. Tanya Ancelotti tentang Pickford.”

Ancelotti ditunjuk sebagai pelatih Real Madrid awal musim panas ini, dan sempat melatih kiper timnas Inggris berusia 27 tahun tersebut.

Banyak yang menyalahkan mantan pemain Sunderland itu atas gol pembuka Denmark melawan Inggris pada hari Rabu (3/3) yang lewat, sementara Donnarumma melakukan penyelamatan penting di masing-masing dari tiga pertandingan fase knock-out Italia.



“Italia dipaksa bermain dengan Catenaccio melawan Spanyol, mereka mendominasi dengan kecepatan dan tekanan mereka.” pungkasnya.