Banyak pesepakbola yang ingin mewujudkan obsesi sebelum pensiun.
Masih ingat dengan Lukas Podolski? Mantan pemain Arsenal asal Jerman itu ternyata masih aktif bermain. Bahkan, pemain berusia 36 tahun ini baru saja mewujudkan mimpi kecilnya untuk bergabung dengan klub masa kecil di Polandia, Gornik Zabrze.

Podolski lahir di Gliwice, 4 Juni 1985, dari pasangan Waldemar Podolski dan Krystyna Podolska. Gliwice adalah kota yang tidak jauh dari Katowice dan Zabrze karena masih sama-sama berada di wilayah Silesia, Polandia Selatan. Itu adalah wilayah industri yang heterogen.

Ayah Podolski, Waldemar, adalah mantan pemain sepakbola yang bermain di Polandia dan Jerman. Sementara ibunya, Krystyna, adalah mantan anggota tim bola tangan nasional Polandia.

Pada 1987, ketika Podolski berusia dua tahun, keluarganya hijrah dari Polandia ke Jerman Barat dan diberi status Aussiedler (keturunan Jerman) karena kakek-nenek dari pihak ayah memiliki kewarganegaraan Jerman sebelum Perang Dunia II (Gliwice adalah bagian dari Jerman hingga 1945 sebagai Gleiwitz).

Podolski dibesarkan di Bergheim, Rhine-Westphalia Utara, dan kemudian di Pulheim, keduanya dekat Cologne. Podolski memiliki kewarganegaraan ganda, baik Jerman dan Polandia. Tapi, dia menyatakan tidak memiliki paspor Polandia.

Podolski pernah mengatakan bahwa Asosiasi Sepakbola Polandia (PZPN) tidak pernah peduli sampai dia mulai bermain untuk Jerman U-21 dan mendapat liputan di media. Pada saat itu, Podolski sampai pada keputusan "tidak ada dua jantung yang berdetak" di dadanya.

Podolski berbicara Bahasa Polandia dan saat di Bayern Muenchen, dia berkomunikasi dengan Miroslav Klose (juga seorang Aussiedler kelahiran Polandia dalam Bahasa Polandia untuk menghalangi pemahaman lawan tentang percakapan mereka.

Podolski adalah penggemar Gornik Zabrze sejak belia. Itu adalah sebuah tim sepakbola yang berbasis 10 km dari tempat kelahirannya. Gornik dianggap sebagai klub tersukses kedua di Polandia, setelah memenangkan 14 trofi Liga Polandia (setingkat dengan Ruch Chorzow satu di belakang Legia Warszawa) dan enam Piala Polandia.

Pada 2014, tak lama sebelum memenangkan Piala Dunia bersama Jerman, dia membeli saham Gornik. Sekarang, dia benar-benar bermain di klub itu, meski mungkin hanya untuk satu atau dua musim.

"Ini adalah impian saya untuk menyelesaikan karier sepakbola saya bermain untuk Gornik. Ini adalah tim yang saya dukung di tanah air saya, Polandia. Setiap tahun ketika saya mengunjungi keluarga saya di Silesia, saya senang bertemu dengan teman dan kenalan saya di sana untuk mengobrol dengan baik," kata Podolski, dilansir Mirror.

Namun, Gornik saat ini merupakan Gornik yang berbeda. Musim lalu, mereka finish di urutan 10 Ekstraklasa, dan terakhir memenangkan gelar pada 1987/1988.

Dengan kembali ke Gornik, suporter berharap Podolski bisa memberika warna positif. Sebab, Podolski sudah dianggap sebagai legenda yang berasal dari kota itu. Di sana dia juga memiliki sejumlah pub dan toko kebab, serta menjual produk di lapangan klub, RheinEnergieStadion.

Kepulangan Podolski juga mengikuti mantan bek Borussia Dortmund, Lukasz Piszczek, yang pindah musim panas ke klub kota kelahirannya, Goczalkowice-Zdroj, yang bermain di kasta keempat Polandia.




Aktivitas di luar sepakbola

Podolski menghabiskan tiga tahun di Arsenal. Di sana, dia memenangkan Piala FA 2013/2014. Dia banyak disenangi penggemar di Emirates Stadium karena karakternya yang baik hati dan membumi, ditambah Podolski mencetak 31 gol dalam 82 pertandingan.

Terakhir, Podolski bermain untuk klub Turki, Antalyaspor. Sepanjang kariernya Podolski telah menikmati kisah yang gemilang baik di klub Eropa ataupun Asia. 

Selain sepakbola, baru-baru ini Podolski juga mendaftar menjadi juri di Britain's Got Talent versi Jerman. Acara pencarian bakat menyanyi berjudul "Das Supertalent"  tersebut telah berjalan selama 14 musim dan sering menarik sekitar tiga juta pemirsa mingguan.

"Saya selalu menikmati menonton Das Supertalent bersama keluarga saya, sekarang saya akan duduk di panel sendiri. Saya senang dengan ini dan tantangan baru lainnya di klub baru saya. Saya selalu bertanya-tanya berapa banyak bakat yang bisa dimiliki orang? Tapi selalu ada kejutan baru," pungkas Podolski.