Sepertinya ada yang melampiaskan kegagalan final Copa America di Olimpiade Tokyo.
Suporter Argentina sedang marah. Bukan semata kegagalan tim nasional U-24 lolos ke perempat final Olimpiade 2020, melainkan juga munculnya ejekan dari pemain-pemain Brasil. Konon, ini sebagai balasan dari kekalahan di final Copa America 2021. 

Pertandingan terakhir fase grup pada Rabu (28/7/2021) digelar bersamaan dengan waktu yang yang berbeda. Laga pertama digelar sore hari waktu Jepang dan pertandingan kedua malam harinya. Dengan jadwal seperti itu, satu stadion digunakan untuk menggelar dua pertandingan berbeda.

Dan, kisah lucu ini terjadi di Saitama International Stadium. Di stadion kandang Urawa Red Diamonds itu mempertandingan dua partai penentuan di Grup C dan D. Pada pertandingan pertama, sore hari, Brasil bertemu Arab Saudi. Sementara di laga kedua, malam hari, Spanyol melawan Argentina.

Dengan dua negara bertetangga di Amerika Latin yang saling bermusuhan memunculkan pemandangan yang tak biasa. Para pemain Argentina harus menyaksikan pertandingan Brasil. Begitu pula sebaliknya pemain-pemain Brasil menyempatkan diri menonton pertandingan Argentina.

Masalahnya, pada pertandingan pertama, Brasil berhasil mengalahkan Saudi 3-1. Gol Matheus Cunha dan Richarlison (dua gol) cukup membawa Brasil ke perempat final untuk menantang Mesir. Sebaliknya, Argentina bermain imbang 1-1 dengan Spanyol. Hasil itu membuat mereka tersingkir.

Melihat Argentina tersingkir, para pemain Brasil yang hadir di tribun tampak bergembira. Bahkan, Richarlison, Reinier Jesus, Douglas Luiz, dan Matheus Cunha memasang foto wefie dengan tulisan yang membuat marah pendukung dan media-media olahraga di Negeri Tango.

"Selamat tinggal kawan-kawanku," tulis Douglas di Instagram resminya, @dg_douglas12, disertai pose keempat pemain melambaikan tangan (Douglas tidak bisa tampil karena mendapat kartu merah di laga sebelumnya).



Tapi, tidak butuh waktu lama, respons berbeda terjadi. Di Brasil, para pendukung dan media tertawa geli dan menganggapnya sebagai hiburan. Sebaliknya, di Argentina, media dan suporter tampak marah. Bahkan, mereka meminta keempat pemain diberi hukuman karena mencoreng semangat persaudaraan dan persatuan di Olimpiade. 

"Aksi provokasi pemain Brasil setelah Argentina tersingkir," tulis Diario Ole, yang merupakan media olahraga terbesar dan paling berpengaruh di Negeri Tango. 

Belum ada tanggapan resmi dari Asosiasi Sepakbola Brasil (CBF), Asosiasi Sepakbola Argentina (AFA), maupun Komite Olimpiade Internasional (IOC) selaku pemiliki hajatan Olimpiade. Tapi, bagi banyak orang hal tersebut masih dalam tahap kewajaran mengingat rivalitas Brasil dan Argentina di sepakbola yang sudah mendarah daging.