Situasi transfer Pogba di Old Trafford kian memanas
Gelandang Prancis ini memulai musim baru dengan sejumlah catatan rekor yang menarik, tetapi dengan kontraknya yang telah memasuki tahun terakhir, kini Setan Merah harus berjuang untuk mempertahankannya.

Saat Manchester United keluar untuk melakukan pemanasan menjelang pertemuan mereka dengan Southampton di Stadion St Mary pada hari Minggu (22/8/2021), jelas bahwa Paul Pogba sedang dalam mood untuk menghibur.

Sementara rekan satu timnya mengatur diri mereka sendiri untuk latihan pra-pertandingan mereka, Pogba terlihat berlatih berbagai trik dan gerakannya.

Footwork yang bagus, sentuhan pertama yang sempurna serta dribbling yang mengesankan adalah bagian dari pertunjukan Pogba dan, sebagian besar, ia membuatnya terlihat begitu mudah.



Inilah yang membuatnya menjadi salah satu pemain terbaik di dunia saat ini dan para pendukung Saints itu telah menyaksikan penampilan Pogba kedua berturut-turut yang mengisyaratkan ia akhirnya memenuhi potensinya sebagai superstar Liga Premier.

Semua keterampilan yang ia asah dalam pemanasan terlihat selama 90 menit, meskipun di babak kedua, pemain yang hebat bersandiwara itu benar-benar harus tampil ke depan membantu Anthony Martial.

Permainan kombinasinya dengan Bruno Fernandes kadang-kadang menakjubkan, dengan kedua pria itu saling bergantian memberi umpan kepada Mason Greenwood guna menyamakan kedudukan bagi Setan Merah dalam hasil imbang 1-1, sementara Pogba sendiri tidak beruntung untuk tidak mencetak gol kemenangan setelah bekerja keras. 



Berkat umpannya yang mencapai Greenwood dan remaja itu sukses mengkonversinya menjadi gol, mengartikan bahwa Pogba adalah pemain pertama dalam sejarah Liga Premier yang mencatat lima assist dalam dua pertandingan pembuka, sementara tidak ada pemain yang bisa mengalahkan delapan assist liga sejak awal musim 2021/2022.

Performa seperti itulah yang dengan cepat membuat pemain berusia 28 tahun itu menjadi pusat perhatian tim Ole Gunnar Solskjaer.

“Ya, dia sangat baik. Paul tampil cemerlang dengan kepribadian ini, dia bekerja keras selama musim panas, dia ramping dan dia menikmati dirinya sendiri, dan kami telah melihat bahwa Paul ingin berkontribusi, ”ujar Solskjaer setelah pertandingan.



“Tentu saja, Anda tidak melihatnya di ruang ganti atau di lapangan latihan, tetapi dia benar-benar bertekad. Dia menunjukkan mentalitas kemenangannya dan saya sangat senang dengannya."

Mentalitas itu, dikombinasikan dengan penampilannya di lapangan, yang mendorong keputusasaan Solskjaer untuk mempertahankan Pogba di klub melewati akhir musim ini, dengan kontraknya yang akan habis pada Juni 2022.



Mengingat ancaman ia akan pergi secara gratis, ada pembicaraan tentang Pogba yang dijual sebelum jendela transfer ditutup pada 31 Agustus.

Solskjaer bersikeras menjelang pertandingan Southampton bahwa ia mengharapkan mantan pemain Juventus itu masih berada di Old Trafford hingga bulan September mendatang, meskipun itu menjualnya ke Paris Saint-Germain saat ini rasanya lebih baik karena raksasa Prancis itu sangat berniat mendapatkan jasa Pogba.

Terlepas dari situasi kontraknya, tidak ada klub lain yang secara realistis dapat menawarkan United apa yang mereka inginkan untuk Pogba dalam delapan hari ke depan, yang berarti ia akan - kemungkinan besar - ada di Inggris setidaknya sampai Januari 2022.

Itu akan memberi United jendela empat bulan untuk mencoba dan mengikat penandatanganan rekor klub mereka ke kesepakatan baru sebelum ia dapat mulai bernegosiasi dengan tim lain, jadi apa yang harus Setan Merah lakukan untuk mempertahankannya?

Selain menawarkan paket keuangan yang tepat, jelas bahwa Pogba ingin mendapatkan trofi bergengsi di Old Trafford.

"Saya lebih suka memenangkan liga dan tidak memiliki rekor itu," ujarnya setelah pertandingan di St. Mary's.

Maka wajar jika memiliki sedikit simpati terhadap Pogba, terutama setelah melihatnya melawan Southampton bermain bersama Fred dan Nemanja Matic di lini tengah.

Duo ini berjuang untuk memaksakan diri pada permainan baik dari sudut pandang menyerang atau bertahan, membuat Pogba secara konsisten berusaha menyelamatkan timnya dalam upaya untuk menghindari kehilangan poin pada tahap awal musim ini.

Kadang-kadang ia dan Fernandes tidak dapat perform setiap minggunya, tetapi mereka jelas membutuhkan bantuan dari pemain selain Greenwood untuk mengubah United dari penantang menjadi jawara.

Anthony Martial tampaknya tidak mampu melakukan tugasnya di depan dengan baik setelah dipercaya sebagai starter melawan Southampton, dan meskipun Jadon Sancho, Edinson Cavani, dan Marcus Rashford akan meningkatkan banyak hal saat mereka bisa diturunkan, United akan berharap untuk tetap bisa bekerjasama dengan Pogba dalam waktu yang panjang.

“Saya tidak khawatir sama sekali bahwa panjang kontrak pemain mana pun mengubah tingkat motivasi dan inspirasi mereka,” ujar Solskjaer pada hari Jumat lalu (20/8/2021).

Pernyataan mantan manajer Cardiff City itu seakan-akan mengartikan bahwa atau tidaknya Pogba di kubu United, buatnya kejayaan klub tetap yang utama dan realisasi transfer Pogba ke tim lain, ke PSG misalnya menjadi semakin kuat.

Tetapi dengan Sancho dan Raphael Varane yang mungkin dua bagian kunci yang dibutuhkan Solskjaer untuk menyelesaikan teka-teki United-nya, ia sendiri juga tahu tidak bisa kehilangan Pogba begitu cepat setelah kedatangan mereka.

Untuk memastikan Pogba tidak pergi dari kota Manchester, timnya harus lebih baik dari pada perjalanan tandang pertama mereka pada musim 2021/2022 ini.