Berita

Kontroversi Piala Dunia 2026: Seruan Boikot Akibat Tindakan Donald Trump

Ringkasan Berita

  • Piala Dunia 2026 menghadapi kontroversi besar akibat tindakan Donald Trump yang memicu seruan boikot dari delapan negara.

  • Piers Morgan menyarankan delapan negara Eropa untuk mempertimbangkan boikot Piala Dunia karena kontroversi politik Trump.

  • Larangan visa AS menambah ketidakpastian, memicu seruan agar AS dicabut sebagai tuan rumah Piala Dunia 2026.

Delapan negara dianjurkan untuk mempertimbangkan boikot Piala Dunia 2026 karena tindakan kontroversial Donald Trump.

Piala Dunia 2026 yang akan diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, kini diwarnai oleh kontroversi besar. Tindakan Donald Trump belakangan ini memicu seruan bagi delapan negara besar untuk mempertimbangkan 'menunda partisipasi' mereka dalam kompetisi tersebut.

Baca juga : Transfer Pemain Serie A pada 21 Januari: Fabbian, Bove, Bailey

Presiden Amerika Serikat ini telah menimbulkan kontroversi besar di dunia politik, yang kini merembet ke dunia sepak bola. Trump, yang terlibat aktif dalam persiapan turnamen ini, baru-baru ini menerima FIFA Peace Prize yang kontroversial pada pengundian bulan Desember lalu.

Seruan Boikot dari Piers Morgan

Jurnalis Inggris terkenal, Piers Morgan, menyarankan agar delapan negara, termasuk Inggris, mempertimbangkan untuk memboikot Piala Dunia. Dalam postingannya di X (sebelumnya Twitter), Morgan menyebutkan bahwa Inggris, Prancis, Spanyol, Jerman, Portugal, Belanda, Norwegia, dan Italia harus mempertimbangkan untuk 'menunda partisipasi' mereka.

Menurut Morgan, delapan negara Eropa tersebut adalah favorit untuk memenangkan trofi internasional terbesar musim panas ini. Namun, Italia masih harus melalui babak play-off untuk memastikan tempat mereka di turnamen.

Kontroversi Larangan Visa

Di tengah seruan boikot, lebih banyak negara yang merasa tidak pasti apakah penggemar mereka dapat melakukan perjalanan ke Amerika Serikat. Laporan terbaru menyebutkan bahwa Departemen Luar Negeri AS menginstruksikan petugas konsuler untuk menolak visa dari 75 negara, termasuk 15 negara yang sudah lolos kualifikasi Piala Dunia, seperti Brasil, Kolombia, dan Mesir.

Kontroversi ini semakin memanas ketika Trump terlibat dalam upaya keras untuk mengakuisisi Greenland. Bahkan, Trump mengancam beberapa negara Eropa dengan tarif jika mereka menghalangi langkah Amerika.

Di tengah kekacauan ini, ada seruan agar AS dicabut dari tugas sebagai tuan rumah, sementara politisi Jerman, Jurgen Hardt, menyarankan agar Jerman memboikot turnamen sebagai upaya terakhir untuk membuat Trump sadar akan isu Greenland.

Dengan semua ketidakpastian ini, banyak yang bertanya-tanya bagaimana nasib Piala Dunia 2026 dan apakah tindakan Trump akan berdampak pada partisipasi negara-negara besar.

Seiring dengan meningkatnya ketegangan, komunitas sepak bola global menunggu dengan cemas untuk melihat bagaimana situasi ini akan berkembang. Apakah Piala Dunia 2026 akan tetap berlangsung sesuai rencana, ataukah akan ada perubahan besar akibat tindakan politik ini?

Bagaimana pun, keputusan akhir dari negara-negara yang dipertimbangkan untuk boikot akan sangat mempengaruhi jalannya turnamen ini. Semua mata kini tertuju pada langkah selanjutnya dari para pemimpin dunia dan FIFA.

Newsletter : 📩 Dapatkan update terkini seputar dunia sepak bola langsung ke email kamu — gratis!