Ringkasan Berita
-
Inter Milan gagal menembus pertahanan AC Milan, keunggulan klasemen menyusut dari 10 menjadi 7 poin.
-
Cristian Chivu mengakui Inter tampil di bawah standar dan menyoroti perlunya peningkatan tempo permainan.
-
Chivu tetap optimis dengan peluang Scudetto meski hasil kurang memuaskan, menekankan pentingnya pengalaman pemain muda.
Inter gagal menembus pertahanan Milan, namun Chivu yakin hasil ini tidak mengubah peluang mereka dalam perebutan Scudetto.
Inter Gagal Tembus Pertahanan Milan
Inter Milan harus puas dengan hasil yang kurang memuaskan setelah gagal menembus pertahanan kokoh AC Milan. Meski memiliki peluang untuk memperlebar jarak di klasemen, Inter justru melihat keunggulan 10 poin mereka menyusut menjadi tujuh poin. Absennya Marcus Thuram karena gejala flu dan cedera Lautaro Martinez memaksa Inter untuk mengandalkan duet baru Francesco Pio Esposito dan Ange-Yoan Bonny, yang tampaknya belum sepenuhnya padu.
Henrikh Mkhitaryan sempat menyia-nyiakan peluang serangan balik yang menjanjikan, sebelum akhirnya Inter kebobolan oleh Pervis Estupinan yang memanfaatkan umpan Youssouf Fofana. Cristian Chivu, pelatih Inter, mengakui bahwa timnya seharusnya bisa tampil lebih baik.
Chivu Tetap Optimis Meski Hasil Kurang Memuaskan
Chivu menyatakan bahwa babak pertama Inter berjalan di bawah standar dengan tempo yang lambat. Setelah kebobolan, mereka berusaha meningkatkan permainan di babak kedua dan menciptakan peluang melalui Dimarco. Namun, pertahanan Milan yang rapat membuat Inter kesulitan menembusnya.
Chivu juga menyoroti kurangnya dinamika dalam permainan Inter, yang membuat mereka rentan terhadap serangan balik Milan. Dia menekankan perlunya peningkatan tempo dan intensitas dalam permainan timnya.
Inter sebelumnya tidak terkalahkan di Serie A sejak pertemuan terakhir dengan Milan, dengan catatan 14 kemenangan dan satu hasil imbang melawan Napoli. Namun, hasil imbang 0-0 di semifinal Coppa Italia melawan Como dan kekalahan ini menunjukkan bahwa Inter mulai kehilangan momentum.
Chivu mengakui bahwa para penyerang muda seperti Esposito dan Bonny masih perlu banyak belajar, tetapi dia tetap puas dengan usaha mereka. Dia menekankan pentingnya pengalaman ini bagi perkembangan mereka di masa depan.
Inter sempat mempertimbangkan untuk kembali ke sistem dengan satu penyerang tengah dan dua gelandang kreatif, seperti yang digunakan melawan Como di Coppa Italia. Namun, Chivu merasa bahwa pertandingan ini bukanlah waktu yang tepat untuk bereksperimen.
Insiden di akhir pertandingan, di mana bola mengenai lengan Samuele Ricci, sempat dipertanyakan. Namun, Chivu memilih untuk fokus pada performa tim dan keputusan yang diambilnya.
Dengan 10 pertandingan tersisa dan 30 poin yang masih bisa diraih, Chivu tetap optimis bahwa Inter masih memiliki peluang besar dalam perebutan Scudetto. Dia menegaskan bahwa meskipun mereka kalah malam ini, keunggulan tujuh poin tetap memberikan mereka posisi yang kuat di klasemen.
Newsletter : 📩 Dapatkan update terkini seputar dunia sepak bola langsung ke email kamu — gratis!