Jose Mourinho terlihat kesal dengan kekalahan AS Roma. Tapi, dia enggan berkomentar lebih jauh.
Jose Mourinho menolak untuk menjawab pertanyaan dari media atau menyebutkan wasit setelah kekalahan AS Roma dari AC Milan. Nakhoda asal Portugal itu sepertinya trauma setelah diusir dari lapangan pada pertandingan melawan Napoli, pekan lalu.

Skor 1-2 menjadi kekalahan kandang pertama di Serie A dalam karier Mourinho setelah 43 pertandingan tak terkalahkan. Tapi, itu juga kekalahan pertama Serigala Ibukota Italia di liga sejak Maret 2021.

Zlatan Ibrahimovic menginspirasi kemenangan bagi Rossoneri, mencetak gol dengan tendangan bebas yang menembus dinding dan menghasilkan penalti yang dikonversi oleh Franck Kessie. Stephan El Shaarawy membalaskan satu gol setelah Theo Hernandez mendapat kartu merah. Tapi, itu tidak cukup untuk membalikkan keadaan.

Selepas pertandingan, Mourinho menolak menjawab pertanyaan dari pihak stasiun televisi pemegang hak siar pertandingan. Dia menganggap tanggapan apa pun yang keluar dari mulutnya akan memicu hukuman lebih lanjut.

"Pujian untuk Milan. Saya tidak ingin mengatakan apa-apa lagi, karena kalau tidak saya tidak akan berada di pinggir lapangan minggu depan," ucap Mourinho kepada DAZN.



"Saya marah pada kurangnya rasa hormat yang ditunjukkan kepada para penggemar Roma. Kami tidak bermain bagus. Tapi, kami meninggalkan segalanya di lapangan. Kami memiliki rasa hormat itu, yang lain tidak, dan itu membuat saya marah. Itu semuanya," tambah Mourinho.

Dia kemudian pergi setelah sempat menambahkan satu kalimat di sesi konferensi yang terkesan terburu-buru itu. "Saya berusaha dan tidak menunggu wasit," ucap mantan pelatih Inter Milan tersebut.

Sinisnya Mourinho kepada wasit dikarenakan adanya beberapa keputusan kontroversial di lapangan. Beberapa pemain Roma juga marah karena VAR tidak memperlakukan kejadian yang serupa dengan standar yang sama. Akibatnya, Roma kini terbenam di papan tengah.