Hanya sepekan setelah debut senior, pemuda 18 tahun ini dipanggil timnas. Apa hebatnya?
Rabu, 28 Oktober 2021, jadi hari yang tak terlupakan bagi Felix Ohene Afena-Gyan. Di usia 18 tahun, pemuda asal Ghana itu menjalani laga profesional perdana bersama AS Roma melawan Cagliari. Sepekan berselang, panggilan tim nasional Ghana didapatkan pemain yang berposisi sebagai penyerang itu.

Demi lolos ke fase terakhir Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Afrika, Ghana harus mengalahkan Ethiopia, Kamis (11/11/2021), dan Afrika Selatan, Minggu (14/11/2021). Pasalnya, The Black Stars saat ini menjadi runner-up Grup G dengan tertinggal satu poin dari Bafana-Bafana. 

Karena itu, Milan Rajevac sebagai pelatih Ghana memastikan memanggil para pemain terbaiknya. Salah satunya Afena-Gyan.

"Dia adalah pemain dengan kualitas yang sebenarnya tidak kami miliki di skuad. Dia adalah pemain yang mencari peluang yang tidak sering kami coba manfaatkan. Kami memiliki banyak pemain yang menginginkan bola di kaki. Kami tidak memiliki banyak orang yang mencari ruang untuk bertemu. Saya menyukainya karena cara dia mencoba berlari ke ruang dan cara dia berlatih di lapangan. Dia agresif," puji Jose Mourinho, dilansir Football Italia.

Dalam debut melawan Cagliari, Afena-Gyan menggantikan Matias Vina pada menit 57. Itu berarti dirinya menjadi debutan termuda kedua di Serie A musim 2021/2022.

"Dia masih sangat jauh untuk menjadi produk akhir. Jauh dari menjadi pemain yang lengkap dan jauh dari menjadi pemain yang sempurna untuk memulai tim seperti Roma. Tapi, dia adalah pemain yang pantas untuk diajak bekerja sama dan layak mendapat kesempatan untuk bermain," tambah Mourinho.

"Bagus baginya bahwa dia berlatih bersama kami, sama seperti itu baik untuk pemain lain," ucap nakhoda berkebangsaan Portugal tersebut.



Afena-Gyan bergabung dengan Roma pada Januari setelah tampil mengesankan dalam uji coba. Dia mengikuti jejak mantan gelandang, Ahmed Barruso, dalam daftar pemain Ghana yang bermain Roma.

"Pertama-tama, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Roma dan semua orang atas kesempatan yang mereka berikan kepada saya. Saya sangat senang. Pelatih percaya pada saya itu sebabnya dia mengirim saya ke lapangan. Karena itu, saya tidak ingin membuktikan dia salah atau membuktikan diri saya salah," kata Afena-Gyan.

"Jadi saya harus bekerja keras dan memiliki mental yang kuat dan memberikan yang terbaik di lapangan untuk mendukung tim," tambah Afena-Gyan.

Dengan masuk dalam skuad Ghana ke menghadapi Ethiopia dan Afrika Selatan, itu menjadi langkah strategis bagi karier Afena-Gyan. Apalagi, ini akan menjadi pertandingan penentuan. Khususnya pada pertandingan melawan Bafana-Bafana. Sebab, tim yang menang dipastikan lolos.

Di lini depan, Afena-Gyan akan bermain bersama beberapa pemain terbaik Ghana. Sebut saja Richmond Boakye-Yiadom (Beitar Jerusalem), Benjamin Tetteh (Yeni Malatyaspor), dan Caleb Ekuban (Genoa).

Selain nama-nama itu, Rajevac juga memanggil Joseph Wollacott (Swindon Town), Lawrence Ati-Zigi (St.Gallen), Manaf Nurudeen (Eupen), dan Richard Attah (Hearts of Oak) di penjaga gawang. Lalu, Andy Yiadom (Reading FC), Philemon Baffour (Dreams FC), Baba Abdul Rahman (Reading FC), Gideon Mensah (Girondins Bordeaux), Daniel Amartey (Leicester City), Alexander Djiku (Strasbourg), Joseph Aidoo (Celta Vigo), Jonathan Mensah (Columbus Crew), Ismail Abdul Ganiyu (Asante Kotoko) sebagai gelandang.

Untuk gelandang tengah terdapat Baba Idrissu (Real Mallorca), Thomas Partey (Arsenal FC), Mubarak Wakaso (Shenzhen FC), Edmund Addo (Sheriff Tiraspol), Mohammed Kudus (Ajax Amsterdam), Daniel Kofi Kyere (FC St.Pauli). 

Terakhir, posisi saya diisi oleh Andre Ayew (Al Sadd), Jordan Ayew (Crystal Palace), Abdul Fatawu Issahaku (Dreams FC), Kamal Deen Sulemana (Rennes), dan Samuel Owusu (Al Fayha).