Sehebat Haaland, setangguh Mandzukic.
Istilah 'pabrik striker' dilontarkan ketika para penggemar berbicara tentang Red Bull Salzburg. Tidak ada keraguan juara Austria itu melakukan sesuatu yang benar dalam hal mengembangkan striker-striker berkelas.

Erling Haaland tentu saja adalah contoh nyata, tetapi dia bukan satu-satunya penyerang tengah yang berkembang pesat saat mengenakan seragam merah-putih Salzburg.

Patson Daka pindah ke Leicester City pada musim panas 2021 dengan rekor yang lebih baik. Selain itu, ada juga Karim Adeyemi yang tampaknya akan menjadi bintang berikutnya setelah mencetak 15 gol dalam 22 pertandingan di awal musim. Tentu saja penampilannya akan menarik minat dari klub besar di Eropa.

Jika kenyataanya seperti yang diharapkan, Adeyemi akan meninggalkan Red Bull Arena pada Januari atau musim panas 2022. Ini akan membuat semua mata tertuju pada pemain berikutnya yang mengambil alih peran striker Salzburg.

Benjamin Sesko telah tampil impresif dengan tujuh gol dalam tiga bulan pertamanya di tim senior. Dia sudah bisa menjadi opsi starting, meskipun Salzburg memiliki beberapa pemain yang lebih senior.

Roko Simic baru pindah ke Salzburg pada Juli 2021. Dirinya telah membuat dampak yang cukup besar dengan ditawari kontrak baru berdurasi empat tahun pada Oktober.

Roko adalah putra Dario Simic yang merupakan mantan bek Inter Milan, AC Milan, dan AS Monaco yang juga merupakan pemain Kroasia pertama yang mendapatkan 100 caps internasional.

Roko telah mendapatkan banyak pujian dari seluruh benua sejak kedatangannya di Austria, meskipun hanya membuat tiga penampilan pertama.

Real Madrid, Arsenal, Tottenham, Milan, dan West Ham termasuk di antara mereka yang disebut-sebut sebagai tujuan potensial masa depan pemain berusia 18 tahun ini.



Jadi, apa yang membuat Simic menjadi komoditas yang menarik?

Seperti yang dilakukan oleh setiap striker yang secara fisik memaksakan diri untuk mencetak gol melalui Salzburg, Simic telah dijuluki sebagai 'Mini Haaland', meskipun olah bolanya lebih mirip dengan pemain Fiorentina, Dusan Vlahovic.

Berdiri dengan tinggi 190 cm dan dengan kecepatan dan sentuhan pertama yang baik, Simic juga memiliki akurasi tendangan yang sama baiknya dari kedua kakinya. Saat di depan gawang, dia benar-benar menonjol dari rekan-rekannya.

Lahir di Milan saat ayahnya bermain untuk I Rossoneri, Simic pertama kali dikenalkan dengan sepakbola saat masuk akademi setelah keluarganya kembali ke Kroasia dan Simic mendaftar di Dinamo Zagreb.

Dia dilepas pada usia 10 tahun setelah Dinamo menilai dia tidak memiliki apa yang diperlukan untuk menjadi pemain tim utama masa depan.

Dari sana, Simic bergabung dengan Kustosija, tim yang terkenal melatih pemain top keturunan Kroasia karena lokasinya berada di pusat Kota Zagreb. Hingga akhirnya Lokomotiva Zagreb menjemputnya pada 2015.

Namun, hanya sedikit yang diketahui tentang dia sampai pada awal musim 2020/2021. Dia memulai debutnya di usia 16 tahun dalam kekalahan 6-0 dari Dinamo.

Meskipun itu adalah pengalaman pertama yang kurang baik, Simic tentu saja tidak membiarkan dirinya gentar. Dia justru naik ke tim utama. Dan, pada saat musim selesai, dia menjadi striker pilihan pertama Lokomotiva, mencetak empat gol dalam 26 pertandingan.

Dia menjadi pemain berusia 16 tahun kedua yang mencetak gol untuk Lokomotiva setelah sebelumnya gelandang Juventus, Marko Pjaca, melakukannya. Simic akhirnya berhasil mencetak gol untuk Lokomotiva di liga ketika dia mencetak dua gol melawan Varazdin pada April 2021.

Penampilan itu meyakinkan Salzburg untuk membayar 3,5 juta pounds (Rp 67 miliar) untuk membawanya ke Austria, mengalahkan tawaran dari Dinamo yang juga sempat menjadi pesaing.

"Roko memiliki potensi besar, mentalitasnya luar biasa dan dia telah menunjukkan apa yang bisa dia lakukan di Liga Kroasia," kata Direktur Olahraga Salzburg, Christoph Freund, setelah penandatanganan Simic.

Pada kesempatan itu, Freund juga mengatakan bahwa Simic akan bermain untuk FC Liefering, tim cadangan Salzburg yang bermain di tingkat kedua sepakbola Austria.

Simic berhasil mencetak gol dengan sentuhan pertamanya di klub barunya, tetapi dia mengalami awal yang lambat di depan gawang sebelum meledak pada pertengahan September 2021. Dia mencetak tujuh gol dalam lima pertandingan, termasuk dua gol melawan Lille di UEFA Youth League.

Pada saat yang sama, dia mencetak hat-trick untuk Kroasia U-21 saat melawan Azerbaijan. Dengan rekor enam gol dalam lima pertandingan pertamanya di level itu membuktikan bahwa dia layak menjadi pewaris Mario Mandzukic di tim nasional.

"Roko adalah striker sejati, dia memiliki kekuatan seperti Mandzukic dalam dirinya, tapi saya perfeksionis dan saya tahu apalagi yang harus dia tingkatkan," kata ayahnya, Dario, kepada Sportske Novosti pada Oktober.

"Apa yang harus dikerjakan? Saya ingin dia meningkatkan mental dan kecepatan awalnya sebesar 10 persen, meskipun sebaliknya dia sangat cepat."

Salzburg tentu ingin melihat peningkatan itu juga setelah memberi Simic debut di tim utama sebagai pemain pengganti dalam kemenangan Liga Champions atas Wolfsburg pada Oktober 2021.

Secara total, dia telah mencetak 15 gol dalam 22 pertandingan untuk klub dan negara sejauh musim ini. Orang-orang yang mengamatinya mengharapkan agar Simic bisa membuat jejak yang mirip dengan Haaland, Daka, dan Adeyemi selama 12 bulan ke depan.

"Roko tentu saja menjadi salah satu talenta terhebat di sepakbola Kroasia," kata mantan striker Kroasia, Nikica Jelavic, pada Mei 2021. "Semua orang tahu siapa dia karena ayahnya yang terkenal, tetapi itu adalah beban yang akan segera dia lepas dari punggungnya karena dia cukup baik untuk menulis ceritanya sendiri."

"Saya yakin Roko akan membuat karier yang hebat dan dia akan menjadi striker kelas dunia. Saya belum pernah melihat pemain yang lebih berbakat dari Roko untuk waktu yang lama."

Namun, sepertinya Simic tidak bisa berada di tempat yang lebih baik untuk mencapai potensi label striker kelas dunia itu. Salzburg menunjukkan beberapa tanda kesulitan keuangan dan bisa jadi gulung tikar dalam waktu dekat.