Sedih Karena Ayahnya Meninggal, Carlos Tevez Putuskan Gantung Sepatu

"Keputusan berat harus dibuat oleh pemain asal Argentina ini..."

Berita | 04 June 2022, 20:33
Sedih Karena Ayahnya Meninggal, Carlos Tevez Putuskan Gantung Sepatu

Libero.id - Carlos Tevez tengah dalam suasana batin yang tak mudah, sosok yang paling berpengaruh dalam kariernya sebagai pesepakbola wafat. Tak lain adalah ayahnya sendiri.

Ayah Tevez tertular COVID-19 tahun lalu dan kemudian meninggal pada Februari 2021 karena komplikasi. Tevez, sekarang berusia 38 tahun dan telah mendapat tawaran untuk melanjutkan karier bermainnya setelah meninggalkan Boca Juniors setahun lalu menyusul tugas ketiganya bersama raksasa Buenos Aires.

Namun karena merasakan kesedihan yang mendalam sejak sepeninggal ayahnya, mantan striker Manchester United, Manchester City dan Juventus itu tidak dapat lagi menemukan energi untuk terus bermain dan telah memutuskan untuk gantung sepatu. Pensiun.

"Saya sudah pensiun, itu sudah dikonfirmasi," kata Tevez dalam wawancara TV emosional dengan acara bincang-bincang Animales Sueltos.

"Saya mendapat tawaran dari banyak tempat, tetapi sebagai pemain saya sudah memberikan semua yang saya miliki.

“Tahun terakhir saya bermain [di Boca] sangat sulit karena dia [ayah Tevez] telah wafat. Suatu hari saya bangun dan memberi tahu Vane [istri Vanessa]: 'Saya tidak ingin bermain lagi'." ungkapnya

"Saya menelepon agen saya, Adrian, di sore hari dan mengatakan kepadanya: 'Dengar, saya tidak akan bermain lagi. Saya pensiun'.

Baik Tevez dan pewawancara sama-sama berlinang air mata saat Tevez mengonfirmasi bahwa kariernya telah berakhir. Baginya sosok ayah sangat berarti.

“Mereka bertanya kepada saya sepanjang waktu mengapa saya berhenti bermain sampai saya memberi tahu mereka: 'Saya berhenti bermain karena saya kehilangan penggemar nomor 1 saya'. Saya berusia delapan tahun dan dia adalah orang yang datang untuk menonton saya.

Tevez memulai dan menyelesaikan kariernya dengan Boca Junior, klub masa kecilnya, mencetak 94 gol secara keseluruhan.

Tapi dia adalah pemain yang akan selalu dikenang dalam sepak bola Inggris, Tevez menyelamatkan West Ham United dari degradasi musim 2006/07, ia kemudian memenangkan gelar Liga Premier berturut-turut dan satu Liga Champions dalam dua musim bersama Manchester United, sebelum membuat langkah mengejutkan dengan pindah ke klub rival, Manchester City dan memenangkan Piala FA dan Liga Premier.

Secara total, Tevez mencetak 84 gol dalam 202 penampilan Liga Premier dan berkembang pesat di Italia bersama Juventus, di mana ia mencetak 50 gol dalam 95 pertandingan.

Kemanakah Tevez akan melangkah? Apakah tak jauh-jauh dari sepakbola, dengan misalnya menjadi pelatih. Menarik untuk kita nantikan.

(gigih imanadi darma/gie)

Baca Berita yang lain di Google News




  • 0%Suka
  • 0%Lucu
  • 0%Sedih
  • 0%Kaget

Opini

(500 Karakter Tersisa)

Berita

Artikel Pilihan




Daun Media Network