Thomas Gronnemark, Pelatih Throw-in yang Bikin Liverpool Sukses

"Coba amati lemparan ke dalam pemain Liverpool. Keren!"

Berita | 29 August 2020, 10:42
Thomas Gronnemark, Pelatih Throw-in yang Bikin Liverpool Sukses

Libero.id - Selain tangan dingin Juergen Klopp, kunci sukses Liverpool menjuarai Liga Champions 2018/2019 dan Premier Legue 2019/2020 lainnya adalah Thomas Gronnemark. Pria asal Denmark itu menjadi asisten pelatih di Anfield sejak September 2018.

Dalam line-up asisten pelatih The Reds, Klopp dibantu sejumlah nama. Mereka memiliki tugas masing-masing yang lebih spesifik. Sebut saja Pepijn Lijnders sebagai pelatih tim utama, Peter Krawietz (asisten pelatih), Vitor Matos (pelatih tim cadangan), John Achterberg (pelatih kiper), Jack Robinson (asisten pelatih kiper), Andreas Kornmayer (pelatih kebugaran), dan Lee Nobes (physiotherapist).

Uniknya, nama Gronnemark jarang disebut, meski perannya sangat vital. Pria kelahiran 12 Desember 1975 itu bertugas sebagai pelatih khusus throw-in alias lemparan ke dalam.

Hadirnya Gronnemark di Liverpool berdasarkan pemikiran bahwa, dalam permainan sepakbola, lemparan ke dalam memiliki peran yang sama pentingnya dengan tendangan bebas, sepak pojok, atau penalti. Terkadang dari skenario throw-in menjadi awal terciptanya gol kemenangan.

Libero.id

Kredit: instagram.com/thomasgronnemark

Dengan peran yang tidak biasa, wajar jika Gronnemark jarang dibicarakan orang. Apalagi, ketika Gronnemark datang ke Anfield dan diumumkan ke media, suporter dari tim Premier League lain meledek Liverpool. Bahkan, salah satu satu komentator pertandingan Premier League, Andy Gray, sempat tertawa dan mengejek keberadaan Gronnemark.

"Saya bukan orang pertama di dunia yang berpikir tentang lemparan ke dalam. Tapi, saya orang pertama di dunia yang selalu berpikir tentang lemparan ke dalam sebagai keahlian. Ini adalah profesi saya dan saya bangga dengan hal itu," ujar Gronnemark kepada Sky Sports.

Fakta menunjukkan, kebijakan yang diambil Klopp dengan mempekerjakan Gronnemark menuai banyak pujian. Terbukti, perbaikan lemparan ke dalam dari para punggawa The Reds memainkan peranan besar dalam usaha menguasai puncak klasemen akhir Premier League. Banyak peluang emas yang akhirnya berbuah gol diawali dari throw-in.

"Saya melihat Joe Gomez melakukan lemparan yang sangat bagus untuk Liverpool yang belum pernah saya lihat sebelumnya. Dia melempar bola dengan sangat baik," kata legenda Arsenal yang kini menjadi komentator Premier League, Ian Wright, dilansir BBC Sport, dalam sebuah kesempatan.

Libero.id

Joe Gomez

Kekaguman orang pada Gronnemark wajar. Sebab, keahlian throw-in didapatkan Gronnemark dengan sengaja. Dia adalah mantan atlet lempar lembing asal Denmark yang dikenal dengan lemparannya yang sangat jauh, mencapai 51 meter. Nama Gronnemark tercatat dalam Guinness World Record pada kategori lemparan terjauh di dunia.

Sebelum bekerja untuk Klopp di Anfield sejak awal musim 2018/2019, Gronnemark sempat membantu beberapa klub di kampung halamannya. Contohnya, Viborg, FC Midtjylland, hingga Silkeborg.

"Sejak saya memulainya pada 2004, orang-orang menertawakan gagasan berlatih lemparan ke dalam. Itu terlalu aneh bagi sebagian orang. Bagaimana bisa anda bersemangat tentang lemparan ke dalam? Sebab, ini adalah budaya. Sepakbola dimulai 140 tahun yang lalu. Saya berusia 44 tahun (saat wawancara dengan Sky Sports) dan selama saya ingat tidak ada yang berbicara tentang lemparan ke dalam," ungkap Gronnemark.

"Anda dapat menonton pertandingan di TV dan tim akan kehilangan bola dari lemparan ke dalam, semuanya diam saja. Tidak ada yang mengkritik. Itu sering terjadi pada sebagian besar tim. Komentator (pertandingan) tidak mengatakan apa-apa. Mereka bisa-biasa saja. Mereka tidak mengucapkan kata apapun," lanjut Gronnemark.

"Sebaliknya, jika pemain yang sama kehilangan bola ketika mengoper dengan kakinya, mereka akan berkata itu umpan yang buruk. Ketika dia melakukannya dua kali, mereka akan mengatakan bahwa dia tidak memiliki permainan yang bagus. Jika dia melakukannya tiga kali, mereka akan mengatakan dia tidak layak masuk tim. Itu hanya budaya sepakbola. Dari sudut pandang saya, itu sangat aneh," beber Gronnemark.

Menariknya, Klopp sangat sadar ketika mempekerjakan Gronnemark sebagai salah satu staf pelatihnya. Mantan nakhoda Borussia Dortmund itu mengerti bahwa lemparan ke dalam adalah salah satu cara tim sepakbola untuk mendapatkan kemenangan. Banyak gol penting The Reds yang ternyata diawali dari skenario tersebut.

"Itu adalah hal yang sama yang dikatakan Juergen kepada saya ketika dia menelepon saya pada Juli 2018. Dia berkata kepada saya bahwa Liverpool menjalani musim yang bagus sepanjang  2017/2018. Mereka finish di posisi keempat di Premier League dan final Liga Champions. Tapi, dia menyebut timnya banyak kehilangan bola karena lemparan ke dalam," pungkas Gronnemark.

Baca Berita yang lain di Google News




Hasil Pertandingan Liverpool


  • 0% Suka
  • 0% Lucu
  • 0% Sedih
  • 0% Kaget

Opini

(500 Karakter Tersisa)

Artikel Pilihan


Daun Media Network