Kisah Alessandro Del Piero, Legenda yang Setia Menemani Juventus di Serie B

Biografi | 28 February 2021, 07:34
Kisah Alessandro Del Piero, Legenda yang Setia Menemani Juventus di Serie B
Kredit: instagram.com/alessandrodelpiero

"Sempat melanglang hingga Australia dan India, Del Piero selalu dikenang sebagai pemain terbaik dunia pada generasinya."

Libero.id - Dunia sepakbola Italia tidak akan pernah melupakan sentuhan magis Alessandro Del Piero. Dialah pemain yang kini berjuluk legenda hidup Juventus.

Lahir pada tanggal 9 November 1974 di Conegliano, sebuah kota yang berada di provinsi Trevesio, Italia Utara, Del Piero muda melakukan debut profesionalnya bersama Padova di musim 1991/92 Serie B saat kalah 1-0 dari Messina. Dia mencetak gol profesional pertamanya di musim berikutnya dalam kemenangan 5-0 melawan Ternana.

Penampilan Pinturicchio selama 90 menit (julukan Del Piero) membuat presiden Juventus saat itu, Giampiero Boniperti tertarik dan membeli penyerang muda itu dengan harga 5 miliar Lira (sekitar 2,5 juta Euro) pada 1993.

Saat Juve dilatih oleh Marcello Lippi pada 1994, Del Piero membuat terobosan di musim keduanya bersama Juve dengan mencetak delapan gol dalam 29 pertandingan Serie A saat Bianconeri memenangkan scudetto. Pada musim yang sama, Fabrizio Ravanelli dan kawan-kawan juga sukses memenangkan Coppa Italia namun harus kalah dari Parma di Piala UEFA.

Di tahun 1996, kemampuan Del Piero semakin membaik, dimana ia sukses mencetak enam gol dalam perjalanan ke Final Liga Champions 1996 melawan raksasa Belanda, Ajax Amsterdam, dan Bianconeri menang 4-2 melalui adu penalti.

Selama 23 tahun aktif sebagai pemain, Del Piero dikenal luas karena kemampuannya dalam mencetak gol dari luar kotak penalti dengan menekukan bola ke gawang lawan, dan itu dikenal dengan istilah "gol alla Del Piero" (gol bergaya Del Piero).

Pada ajang Euro 1996, Arrigo Sacchi memanggil Del Piero untuk memberinya debut bersama timnas Italia. Cesare Maldini kemudian membawa Del Piero ke Piala Dunia 1998 dengan 32 gol dalam 47 pertandingan untuk Juve pada  musim 1997/98, tetapi striker tersebut tidak memberikan pengaruh yang besar di Prancis 98 karena kehadiran Roberto Baggio.

Pinturicchio mengalami cedera lutut pada musim 1998/99 dan itu menyebabkan dirinya kehilangan sentuhannya, terutama di partai final Euro 2000 yang mempertemukan Italia dan Prancis. Dalam pertandingan yang digelar di Stadion Feijenoord, Del Piero banyak membuang kesempatan sehingga mereka harus tumbang 11-2. Usai final yang tak menyenangkan, ia kembali dalam performa terbaiknya untuk Juventus ketika Lippi kembali untuk kedua kalinya di kota Turin dengan memenangkan Scudetto musim 2001/02.

Piala Dunia 2002 membawa kembali kenangan buruk bagi para penggemar Italia, tetapi sebelum kekalahan kontroversial 2-1 dari tuan rumah Korea Selatan di babak 16 besar, Del Piero mencetak gol penyeimbang dalam hasil imbang 1-1 melawan Meksiko agar Azzurri lolos dari Grup G.

Setelah kekecewaan dengan Azzurri, Del Piero mencetak lima gol untuk Juventus saat Bianconeri mencapai Final Liga Champions 2003, dimana mereka kalah dari AC Milan melalui adu penalti.

Pada tahun 2004, saat Fabio Capello masuk menggantikan Marcello Lippi, ia rupanya lebih memilih Zlatan Ibrahimovic daripada pria Italia itu, tetapi bagaimanapun peran Del Piero sangat penting, terutama sebagai super-sub.

Keterlibatan Juventus dalam skandal Calciopoli pada tahun 2006 membuat mereka kehilangan dua gelar Serie A dan terdegradasi ke Serie B. Terlepas dari kekecewaan tersebut, Del Piero terlibat dalam beberapa momen penting untuk Italia dalam kemenangan Piala Dunia tahun itu, mencetak gol melawan Jerman di semifinal dan mencetak salah satu penalti dalam adu penalti Final melawan Prancis.

Setelah memenangi Piala Dunia bersama Azzurri, Del Piero mencetak 20 gol di Serie B untuk menjadi pencetak gol terbanyak divisi tersebut dan membawa Juve kembali ke Serie A. Ia juga pencetak gol terbanyak Serie A dengan 21 gol pada musim 2007/08, mengalahkan rekan setimnya sendiri, David Trezeguet.

Musim terakhir Del Piero bersama Juventus terjadi pada 2011/12, di mana Bianconeri memenangkan gelar pertama mereka di bawah asuhan Antonio Conte. Pinturrichio menerima tepuk tangan meriah ketika ia keluar lapangan dalam kemenangan 3-1 melawan Atalanta dan ia melakukan satu putaran di Juventus Stadium, mengambil syal dan kaus dari para penggemar.

Del Piero kemudian melanjutkan perjalanannya di Australia bersama Sydney FC dan kemudian ia mengalami masa-masa yang sulit di India bersama Delhi Dynamos pada 2014 sebelum mengumumkan pengunduran dirinya pada Oktober 2015.

Del Piero mencetak 27 gol dalam 91 pertandingan internasional untuk Italia antara tahun 1995 hingga 2008. Bersama Juve kesayangannya, ia memainkan 705 pertandingan, mencetak 290 gol dan menjadi kapten selama 11 dari 19 musim bersama raksasa Turin.

  • 0%Suka
  • 0%Lucu
  • 0%Sedih
  • 0%Kaget

Komentar

(500 Karakter Tersisa)

Libero Video

Klasemen

POIN
1
Manchester City FC
83
2
Manchester United FC
70
3
Leicester City FC
66
4
Chelsea FC
64
5
Liverpool FC
60
6
West Ham United FC
59
7
Tottenham Hotspur FC
56
8
Everton FC
56
9
Arsenal FC
55
10
Leeds United FC
53
11
Aston Villa FC
49
12
Wolverhampton Wanderers FC
45
13
Southampton FC
43
14
Crystal Palace FC
41
15
Burnley FC
39
16
Newcastle United FC
39
17
Brighton & Hove Albion FC
38
18
Fulham FC
27
19
West Bromwich Albion FC
26
20
Sheffield United FC
17
POIN
1
Club Atlético de Madrid
80
2
Real Madrid CF
78
3
FC Barcelona
76
4
Sevilla FC
74
5
Real Sociedad de Fútbol
56
6
Villarreal CF
55
7
Real Betis Balompié
55
8
RC Celta de Vigo
50
9
Athletic Club
46
10
Granada CF
45
11
CA Osasuna
44
12
Cádiz CF
43
13
Levante UD
40
14
Valencia CF
39
15
Deportivo Alavés
35
16
Getafe CF
34
17
SD Huesca
33
18
Real Valladolid CF
31
19
SD Eibar
30
20
Elche CF
30
POIN
1
FC Internazionale Milano
88
2
Atalanta BC
78
3
Juventus FC
75
4
AC Milan
75
5
SSC Napoli
74
6
SS Lazio
67
7
AS Roma
61
8
US Sassuolo Calcio
56
9
UC Sampdoria
46
10
Hellas Verona FC
43
11
ACF Fiorentina
40
12
Bologna FC 1909
40
13
Udinese Calcio
40
14
Genoa CFC
39
15
Spezia Calcio
38
16
Cagliari Calcio
36
17
Torino FC
35
18
Benevento Calcio
31
19
FC Crotone
21
20
Parma Calcio 1913
20
POIN
1
Sporting Clube de Portugal
82
2
FC Porto
77
3
Sport Lisboa e Benfica
73
4
Sporting Clube de Braga
63
5
FC Paços de Ferreira
50
6
Vitória SC
42
7
CD Santa Clara
40
8
Os Belenenses Futebol
40
9
Moreirense FC
40
10
Gil Vicente FC
39
11
FC Famalicão
37
12
CD Tondela
36
13
Portimonense SC
34
14
CS Marítimo
34
15
Boavista FC
33
16
SC Farense
31
17
Rio Ave FC
31
18
CD Nacional
25
POIN
1
FC Bayern München
71
2
RB Leipzig
64
3
VfL Wolfsburg
57
4
Eintracht Frankfurt
56
5
Borussia Dortmund
55
6
Bayer 04 Leverkusen
50
7
Borussia Mönchengladbach
46
8
1. FC Union Berlin
46
9
SC Freiburg
41
10
VfB Stuttgart
39
11
TSG 1899 Hoffenheim
36
12
1. FSV Mainz 05
34
13
FC Augsburg
33
14
SV Werder Bremen
30
15
Arminia Bielefeld
30
16
1. FC Köln
29
17
Hertha BSC
26
18
FC Schalke 04
13
POIN
1
AFC Ajax
76
2
PSV
64
3
AZ
61
4
SBV Vitesse
57
5
Feyenoord Rotterdam
55
6
FC Utrecht
47
7
FC Groningen
46
8
Heracles Almelo
39
9
FC Twente '65
37
10
SC Heerenveen
37
11
Sparta Rotterdam
37
12
Fortuna Sittard
37
13
PEC Zwolle
35
14
RKC Waalwijk
26
15
Willem II Tilburg
25
16
FC Emmen
24
17
VVV Venlo
22
18
ADO Den Haag
16
POIN
1
Lille OSC
73
2
Paris Saint-Germain FC
72
3
AS Monaco FC
71
4
Olympique Lyonnais
67
5
Racing Club de Lens
56
6
Olympique de Marseille
55
7
Stade Rennais FC 1901
54
8
Montpellier HSC
47
9
OGC Nice
46
10
FC Metz
43
11
Stade de Reims
41
12
Angers SCO
41
13
Stade Brestois 29
40
14
AS Saint-Étienne
39
15
RC Strasbourg Alsace
37
16
FC Girondins de Bordeaux
36
17
FC Lorient
35
18
FC Nantes
31
19
Nîmes Olympique
31
20
Dijon Football Côte d'Or
18