Kenalkan, Antonio Pintus! Orang yang Bikin Pemain Inter Kuat dan Madrid Loyo

Biografi | 16 May 2021, 16:16
Kenalkan, Antonio Pintus! Orang yang Bikin Pemain Inter Kuat dan Madrid Loyo

"Sepak terjang pria Italia itu telah membuat Inter Milan juara Serie A. Sebaliknya, Real Madrid terancam gagal mendapatkan piala. Kok, bisa?"

Libero.id - Antonio Pintus bukan pelatih terkenal layaknya Antonio Conte atau Zinedine Zidane. Sebab, dia hanya pelatih fisik dan kebugaran. Tapi, sepak terjang pria Italia itu telah membuat Inter Milan juara Serie A. Sebaliknya, Real Madrid terancam gagal mendapatkan piala. Kok, bisa?

Berasal dari Turin, pria kelahiran 26 September 1962 tersebut dikenal sebagai salah satu pelatih fisik jempolan di Serie A. Dia memulai karier pada 1986 bersama klub lokal di Turin, ASD Settimo.

Kemampuan Pintus bersama Settimo menarik perhatian Giovanni Trapattoni. Ketika Mr.Trap dipercaya menukangi Juventus pada 1991, Pintus ditunjuk sebagai pelatih fisik yang bertugas menangani kebugaran para pemain. Saat itu, Pintus baru berusia 29 tahun dan belum lama lulus dari universitas.

Di Vinovo, Pintus membuat metode latihan fisik yang sederhana, tapi memiliki hasil luar biasa. Latihan ala Pintus tidak berat dan dikombinasikan pola makan. Pemain-pemain La Vecchia Signora juga tidak perlu mengeluarkan tenaga ekstra. Tapi, produk yang dihasilkan mampu membuat mereka berlari 90 menit tanpa lelah.

Berkat cara melatih yang baik, Pintus tetap dipertahankan ketika Trapattoni meninggalkan Juventus pada 1994. Penggantinya, Marcello Lippi, secara khusus meminta Pintus bekerja untuknya.

Sejarah kemudian mencatat, kolaborasi Lippi dengan Pintus membuat Juventus memasuki salah satu era keemasan dalam sejarah klub. Di musim pertama, Juventus mencatat gelar juara Serie A pertama sejak 1985/1986. Gelar itu dilengkapi dengan Coppa Italia.

Kesuksesan itu tak lepas dari keberadaan sejumlah pemain hebat dengan kemampuan fisik luar biasa. Sebut saja Ciro Ferrara, Roberto Baggio, Gianluca Vialli, hingga Alessandro del Piero muda. 

Kemudian, Juventus meraih Supercoppa Italiana pertama dalam sejarah dan menjuarai Liga Champions pada musim berikutnya. Saat itu, La Vecchia Signora mengalahkan Ajax Amsterdam melalui adu penalti setelah bermain imbang 1-1. Fabrizio Ravanelli mencetak gol untuk Juventus. 

Era itu tidak berhenti setelah menjuarai Liga Champions. Dengan tambahan pemain-pemain top seperti Zinedine Zidane, Filippo Inzaghi, dan Edgar Davids, Juventus memenangkan Serie A 1996/1997 dan 1997/1998, Piala Super Eropa 1996, serta Piala Intercontinental 1996. 

Juventus kembali mencapai pertandingan puncak Liga Champions 1996/1997. Tapi, dikalahkan Borussia Dortmund. La Vecchia Signora juga kembali tampil di final ajang elite Benua Biru itu pada 1997/1998. Tapi, dikalahkan Real Madrid.

Setelah Lippi pergi, Pintus juga ikut meninggalkan Turin. Dia hijrah ke Chelsea ketika sejumlah lulusan Serie A bermukim di Stamford Bridge. Pintus menjadi pelatih fisik di era Gianluca Vialli. Dia harus menangani pemain-pemain legendaris seperti Dennis Wise, Gustavo Poyet, Tore Andre Flo, hingga Roberto di Matteo.   

Di era tersebut, Chelsea mulai menggeliat. Dengan fisik pemain yang bagus dan rentan cedera, The Blues memang belum bisa menjuarai Liga Premier. Tapi, mereka sukses mendapatkan Piala FA, Piala Liga, Charity Shield, Piala Winners, hingga Piala Super Eropa.

Saat Vialli berhenti, Pintus juga pergi. Dia melanjutkan karier di Udinese, AS Monaco, kembali sebentar ke Juventus sebelum pergi ke Inggris lagi untuk bergabung dengan West Ham United. Kemudian, dia ke Marseille, Palermo, dan Sunderland.

Ketika Zidane ditunjuk melatih Madrid, Pintus dipanggil ke Estadio Santiago Bernabeu. Itu seperti reuni sekaligus bentuk nyata ucapan terima kasih Zizou kepada sang mantan pelatih kebugaran. Sebab, berkat Pintus saat di Juventus, Zidane memiliki fisik hebat, tidak mudah cedera, dan karier yang gemilang.

Kolaborasi Pintus dengan Zidane di Madrid tidak perlu dijabarkan lagi. Itu adalah era ketika Los Blancos menguasai Spanyol, Eropa, dan dunia. Tiga gelar juara Liga Champions beruntun menjadi persembahan Pintus kepada Zidane. 

Tapi, yang paling penting adalah Pintus membuat para pemain Madrid tahan banting lewat program kebugaran dan diet khususnya. Buktinya, pemain yang rentan cedera seperti Gareth Bale mampu menemukan performa terbaik. Begitu pula Cristiano Ronaldo, yang pulang dari Euro 2016 dengan cedera, langsung on fire saat musim baru dimulai.

Sayangnya hubungan Pintus dan Zidane memburuk. Hal itu terkait momen ketika Zidane meninggalkan Madrid pada akhir musim 2017/2018. Saat meninggalkan Madrid, Pintus justru bertahan. Padahal, hampir semua staf pelatih Zidane seperti David Bettoni dan Hamidou Msaidie ikut hengkang.

Kedatangan Julien Lopetegui ke Madrid juga tidak membuat Pintus terbuang. Meski pelatih kebugaran diambil alih Oscar Caro, Pintus tetap bertahan. Saat Lopetegui digantikan Santiago Solari, Pintus kembali ke posisinya. Dia baru benar-benar meninggalkan Spanyol ketika Zidane kembali untuk periode kedua. Pintus pergi dan diwaktu yang sama datang tawaran membantu Antonio Conte di Inter.

Situasi itu disyukuri Inter, tapi disesali Madrid. Fakta menunjukkan, kehilangan Pintus membuat para pemain Los Blancos rentan cedera. Sergio Ramos, Marcelo, Marco Asensio, Eder Militao, hingga Thibaut Courtois berkali-kali cedera. Itu belum termasuk Eden Hazard yang sempat kelebihan berat badan.

Sebaliknya, keberadaan Pintus di Inter membawa berkah. Lihat saja bagaimana dia membuat Romelu Lukaku berada dalam performa terbaik. Padahal, saat di Manchester United (MU), penyerang asal Belgia itu dianggap tambun. 

Pintus juga berhasil membuat Alexis Sanchez kembali menemukan kebugaraan yang sempat hilang di Inggris. Begitu pula Matteo Darmian, Ashley Young, hingga Lautaro Martinez yang sanggup berlari kencang selama 90 menit tanpa henti. Dan, yang paling penting musim ini Conte tidak hanya ditinggalkan pemain yang cedera.

"Selalu bermain adalah hal yang sulit dan itulah mengapa latihan personal sangat penting. Ketika anda dalam posisi penuh persiapan, otot akan bisa tetap segar, meski anda tampil 7 kali dalam 20 hari," ujar Pintus kepada La Gazzetta dello Sport.

"Bagi saya dan Conte, kekuatan adalah aspek yang paling penting. Saya tidak mengikuti tren, tapi saya setuju dengan pelatih bahwa untuk meraih target-target, anda harus berlatih dengan baik. Untuk mengatasi kelelahan, kami menggunakan terapi pengeringan otot, bekerja dalam hal postur, pemijatan, dan mengisi kembali tenaga yang hilang dengan pemberian nutrisi yang tepat," tambah Pintus.

Berkolaborasi dengan Matto Pincella sebagai ahli nutrisi, Pintus sukses membuat pemain Inter terlihat ramping, tapi kuat. "Dibandingkan musim lalu, ada banyak pemain yang  mengalami penurunan berat badan dan kadar lemak dalam tubuh. Itu berkat Matteo," ujar Pintus.

Puncak dari semua hasil kerja Pintus adalah gelar Serie A pertama setelah puasa sejak era Jose Mourinho. I Nerazzurri juara dengan keunggulan poin signifikan dari tim-tim besar Italia lain, khususnya Juventus. 

  • 0%Suka
  • 0%Lucu
  • 0%Sedih
  • 0%Kaget

Tag Terkait

Komentar

(500 Karakter Tersisa)

Libero Video

Klasemen

POIN
1
Arsenal FC
0
2
Aston Villa FC
0
3
Brentford FC
0
4
Brighton & Hove Albion FC
0
5
Burnley FC
0
6
Chelsea FC
0
7
Crystal Palace FC
0
8
Everton FC
0
9
Leeds United FC
0
10
Leicester City FC
0
11
Liverpool FC
0
12
Manchester City FC
0
13
Manchester United FC
0
14
Newcastle United FC
0
15
Norwich City FC
0
16
Southampton FC
0
17
Tottenham Hotspur FC
0
18
Watford FC
0
18
Fulham FC
28
19
West Ham United FC
0
19
West Bromwich Albion FC
26
20
Sheffield United FC
23
20
Wolverhampton Wanderers FC
0
POIN
1
Club Atlético de Madrid
86
2
Real Madrid CF
84
3
FC Barcelona
79
4
Sevilla FC
77
5
Real Sociedad de Fútbol
62
6
Real Betis Balompié
61
7
Villarreal CF
58
8
RC Celta de Vigo
53
9
Athletic Club
46
10
Granada CF
46
11
CA Osasuna
44
12
Cádiz CF
44
13
Valencia CF
43
14
Levante UD
41
15
Getafe CF
38
16
Deportivo Alavés
38
17
Elche CF
36
18
SD Huesca
34
19
Real Valladolid CF
31
20
SD Eibar
30
POIN
1
FC Internazionale Milano
91
2
AC Milan
79
3
Atalanta BC
78
4
Juventus FC
78
5
SSC Napoli
77
6
SS Lazio
68
7
AS Roma
62
8
US Sassuolo Calcio
62
9
UC Sampdoria
52
10
Hellas Verona FC
45
11
Genoa CFC
42
12
Bologna FC 1909
41
13
ACF Fiorentina
40
14
Udinese Calcio
40
15
Spezia Calcio
39
16
Cagliari Calcio
37
17
Torino FC
37
18
Benevento Calcio
33
19
FC Crotone
23
20
Parma Calcio 1913
20
POIN
1
Sporting Clube de Portugal
85
2
FC Porto
80
3
Sport Lisboa e Benfica
76
4
Sporting Clube de Braga
64
5
FC Paços de Ferreira
53
6
CD Santa Clara
46
7
Moreirense FC
43
8
Vitória SC
43
9
FC Famalicão
40
10
Os Belenenses Futebol
40
11
Gil Vicente FC
39
12
Boavista FC
36
13
CD Tondela
36
14
Portimonense SC
35
15
CS Marítimo
35
16
Rio Ave FC
34
17
SC Farense
31
18
CD Nacional
25
POIN
1
FC Bayern München
78
2
RB Leipzig
65
3
Borussia Dortmund
64
4
VfL Wolfsburg
61
5
Eintracht Frankfurt
60
6
Bayer 04 Leverkusen
52
7
1. FC Union Berlin
50
8
Borussia Mönchengladbach
49
9
VfB Stuttgart
45
10
SC Freiburg
45
11
TSG 1899 Hoffenheim
43
12
1. FSV Mainz 05
39
13
FC Augsburg
36
14
Hertha BSC
35
15
Arminia Bielefeld
35
16
1. FC Köln
33
17
SV Werder Bremen
31
18
FC Schalke 04
16
POIN
1
AZ
0
2
AFC Ajax
0
3
SC Cambuur-Leeuwarden
0
4
FC Groningen
0
5
FC Twente '65
0
6
FC Utrecht
0
7
Feyenoord Rotterdam
0
8
Fortuna Sittard
0
9
Go Ahead Eagles
0
10
Heracles Almelo
0
11
NEC
0
12
PEC Zwolle
0
13
PSV
0
14
RKC Waalwijk
0
15
SC Heerenveen
0
16
FC Emmen
24
16
Sparta Rotterdam
0
17
VVV Venlo
22
17
SBV Vitesse
0
18
ADO Den Haag
16
18
Willem II Tilburg
0
POIN
1
Lille OSC
83
2
Paris Saint-Germain FC
82
3
AS Monaco FC
78
4
Olympique Lyonnais
76
5
Olympique de Marseille
60
6
Stade Rennais FC 1901
58
7
Racing Club de Lens
57
8
Montpellier HSC
54
9
OGC Nice
52
10
FC Metz
47
11
AS Saint-Étienne
46
12
FC Girondins de Bordeaux
45
13
Angers SCO
44
14
Stade de Reims
42
15
RC Strasbourg Alsace
42
16
FC Lorient
42
17
Stade Brestois 29
41
18
FC Nantes
40
19
Nîmes Olympique
35
20
Dijon Football Côte d'Or
21