Pernyataan KNVB tentang Boikot Piala Dunia 2026 Terkait Donald Trump

Pernyataan KNVB tentang Boikot Piala Dunia 2026 Terkait Donald Trump

Ringkasan Berita

  • KNVB mempertimbangkan boikot Piala Dunia 2026 karena larangan perjalanan AS.

  • Ketegangan politik AS dan Eropa dapat memicu boikot Piala Dunia.

  • KNVB menunggu saran FIFA dan pemerintah Belanda terkait keputusan boikot.

KNVB mempertimbangkan boikot Piala Dunia 2026 akibat kebijakan Donald Trump.

Asosiasi Sepak Bola Belanda (KNVB) baru-baru ini mengeluarkan pernyataan terkait potensi boikot Piala Dunia FIFA 2026. Turnamen ini dijadwalkan akan diselenggarakan bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada musim panas mendatang. Namun, ada kekhawatiran yang berkembang di kalangan penggemar sepak bola dari empat negara yang lolos—Iran, Haiti, Senegal, dan Pantai Gading—karena mereka tidak diizinkan bepergian ke AS. Negara-negara ini termasuk dalam daftar larangan penuh atau sebagian yang diperkenalkan oleh Presiden Donald Trump. Selain itu, pemerintahan Trump juga menangguhkan pemrosesan visa imigran untuk 75 negara di seluruh dunia, meskipun visa perjalanan dikecualikan.

Ketegangan Politik dan Dampaknya pada Piala Dunia

Ketegangan politik yang meningkat antara Amerika Serikat dan negara-negara lain telah menimbulkan kekhawatiran di seluruh Eropa. Salah satu isu yang memicu ketegangan adalah niat Trump untuk menguasai Greenland, yang merupakan bagian dari Kerajaan Denmark. Banyak pemimpin Eropa menentang rencana tersebut, dan The Guardian melaporkan bahwa beberapa negara dapat mempertimbangkan untuk memboikot Piala Dunia jika aneksasi Greenland terjadi.

Laporan tersebut mengklaim bahwa kepala dari 20 asosiasi sepak bola mengadakan pembicaraan di Budapest awal pekan ini, dengan 'implikasi untuk Piala Dunia musim panas ini' menjadi bagian dari agenda. Namun, kepemimpinan FIFA dianggap menganggap prospek boikot dalam bentuk apa pun 'tidak mungkin'.

Pernyataan Resmi dari KNVB

Dalam wawancara yang diterbitkan di situs resmi KNVB, sekretaris jenderal KNVB, Gijs de Jong, menyatakan bahwa meskipun KNVB 'sadar akan perkembangan geopolitik' di Amerika Serikat, keputusan asosiasi pada akhirnya akan dipandu oleh saran akhir dari FIFA, UEFA, dan pemerintah nasional Belanda. "Kami hidup di dunia yang berubah dengan cepat," ujar De Jong. "Oleh karena itu, kami memantau perkembangan internasional dengan cermat, dalam konsultasi dengan FIFA, UEFA, Kementerian Luar Negeri, dan kedutaan lokal.

"Kami waspada dan fleksibel, seperti yang telah kami lakukan di masa lalu dengan turnamen-turnamen. Sebagai asosiasi sepak bola, prioritas pertama kami adalah agar pemain dan staf dapat sepenuhnya fokus pada sepak bola dan misi Piala Dunia mereka. Sebagai asosiasi sepak bola, kami fokus pada Piala Dunia dan pada nilai-nilai kami: dialog, koneksi, dan inovasi, bahkan ketika keadaan berbeda dari yang ada di Belanda.

"Terserah pemerintah Belanda untuk menentukan posisinya pada perkembangan politik internasional. Dengan terus bermain sepak bola dan berdialog, kami mengaitkan sikap progresif kami dengan nilai-nilai kami, yakin bahwa sepak bola dapat menyatukan. Kami selalu mengikuti pedoman dari pemerintah Belanda dan dari FIFA dan UEFA. Jika mereka menunjukkan bahwa perjalanan ke atau bermain di wilayah tertentu tidak diizinkan, kami tidak pergi.

"Dalam kerangka itu, kami tetap berpegang pada apa yang menjadi pusat bagi kami: sepak bola, dialog, dan koneksi. Kami sadar sosial."

Newsletter : 📩 Dapatkan update terkini seputar dunia sepak bola langsung ke email kamu — gratis!

Comments (0)

Tidak ada komentar, jadilah yang pertama!

You Might Also Like