Ringkasan Berita
-
Keputusan kartu merah untuk Kalulu oleh wasit La Penna dianggap kesalahan serius oleh para ahli.
-
Kontroversi meningkat karena VAR tidak bisa digunakan untuk situasi kartu kuning kedua.
-
Insiden ini menyoroti pentingnya integritas dan keadilan dalam pertandingan sepak bola.
Kontroversi kartu merah Kalulu dalam laga Inter vs Juventus menjadi sorotan, dengan kesalahan wasit yang serius.
Kesalahan Serius dalam Keputusan Wasit
Pertandingan antara Inter Milan dan Juventus di San Siro menjadi sorotan setelah wasit Federico La Penna memberikan kartu merah kepada Pierre Kalulu. Keputusan ini dianggap sebagai kesalahan serius oleh para ahli wasit seperti Luca Marelli dan Graziano Cesari. Menurut mereka, seharusnya Alessandro Bastoni yang mendapatkan kartu merah karena simulasi yang dilakukannya.
Insiden ini terjadi menjelang akhir babak pertama ketika Kalulu, yang sudah mengantongi kartu kuning, dianggap melakukan pelanggaran terhadap Bastoni. La Penna langsung mengeluarkan kartu kuning kedua untuk Kalulu, yang membuat pemain Juventus itu harus meninggalkan lapangan.
Peran VAR dan Kontroversi yang Berlanjut
Kalulu tampak tidak percaya dengan keputusan tersebut dan meminta penggunaan VAR, tetapi protokol tidak mengizinkan teknologi digunakan dalam situasi kartu kuning. Hal ini menambah kontroversi dalam pertandingan yang sudah panas tersebut.
Para pakar wasit di televisi Italia sepakat bahwa La Penna terpengaruh oleh simulasi Bastoni. Marelli dari DAZN menyatakan bahwa tidak ada kontak antara Kalulu dan Bastoni, sehingga keputusan tersebut adalah kesalahan besar. Sayangnya, VAR tidak dapat mengintervensi dalam kasus kartu kuning kedua.
Di sisi lain, Cesari dari Sport Mediaset lebih keras dalam kritiknya terhadap La Penna. Ia menyebut keputusan tersebut sebagai kesalahan besar karena tidak ada kontak antara kedua pemain. Bahkan, keputusan ini menyelamatkan Bastoni dari kartu kuning kedua karena simulasi.
Pelatih Inter, Cristian Chivu, tampaknya menyadari potensi masalah ini dan menggantikan Bastoni di babak kedua. Bastoni sendiri terlihat merayakan di belakang Kalulu yang kecewa, menunjukkan perilaku yang tidak sportif.
Insiden ini menambah ketegangan dalam perburuan gelar Serie A, dan kontroversi seputar keputusan wasit ini kemungkinan akan terus berlanjut. Juventus harus bermain dengan sepuluh orang setelah Kalulu dikeluarkan, yang tentunya mempengaruhi dinamika pertandingan.
Keputusan wasit yang kontroversial ini mengundang banyak kritik dan analisis dari berbagai pihak, menunjukkan betapa pentingnya peran wasit dalam pertandingan sepak bola. Kesalahan seperti ini bisa berdampak besar pada hasil pertandingan dan bahkan musim secara keseluruhan.
Dengan adanya insiden ini, banyak yang berharap adanya perubahan dalam penggunaan teknologi VAR agar dapat membantu dalam situasi seperti ini. Namun, hingga saat ini, protokol tetap membatasi penggunaan VAR hanya untuk situasi tertentu.
Kontroversi ini juga menunjukkan betapa pentingnya integritas dan keadilan dalam olahraga, terutama dalam pertandingan besar seperti Derby d'Italia. Semua mata tertuju pada bagaimana liga dan badan pengatur akan merespons insiden ini di masa depan.
Para penggemar dan analis sepak bola di seluruh dunia akan terus memantau perkembangan dari insiden ini, berharap ada kejelasan dan perbaikan di masa depan. Pertandingan antara Inter dan Juventus ini akan diingat sebagai salah satu momen kontroversial dalam sejarah Serie A.
Newsletter : 📩 Dapatkan update terkini seputar dunia sepak bola langsung ke email kamu — gratis!