Ringkasan Berita
-
Mbappe mengecam Prestianni atas dugaan rasisme terhadap Vinicius di Liga Champions.
-
Protokol anti-rasisme diaktifkan setelah Prestianni diduga mengucapkan kata rasis.
-
Mbappe menegaskan tindakan tegas harus diambil untuk mencegah perilaku rasis.
Kylian Mbappe menyoroti insiden rasisme terhadap Vinicius Junior di Liga Champions, menyerukan tindakan tegas.
Mbappe dan Insiden Rasisme di Liga Champions
Dalam pertandingan Liga Champions antara Real Madrid dan Benfica, terjadi insiden yang menghebohkan dunia sepak bola. Kylian Mbappe, bintang Real Madrid, menyatakan bahwa Gianluca Prestianni seharusnya tidak lagi bermain di Liga Champions. Pernyataan ini muncul setelah dugaan rasisme yang dilakukan Prestianni terhadap Vinicius Junior. Vinicius baru saja mencetak gol spektakuler untuk Real Madrid, namun perayaan golnya memicu ketegangan dengan pemain Benfica.
Setelah mencetak gol, Vinicius mendapat kartu kuning karena dianggap memprovokasi penonton. Namun, ketegangan tidak berhenti di situ. Prestianni diduga mengucapkan kata-kata rasis kepada Vinicius, yang kemudian melaporkannya kepada wasit. Protokol anti-rasisme pun diaktifkan.
Reaksi Mbappe dan Seruan untuk Tindakan Tegas
Mbappe, yang sangat marah dengan insiden tersebut, menyatakan kepada Movistar+ bahwa Prestianni tidak pantas bermain lagi di kompetisi bergengsi seperti Liga Champions. Mbappe menekankan pentingnya memberikan contoh yang baik bagi anak-anak dan menolak segala bentuk perilaku rasis.
Menurut Mbappe, Liga Champions adalah kompetisi impian banyak orang, termasuk dirinya saat masih kecil. Oleh karena itu, perilaku seperti ini tidak bisa diterima. Mbappe juga menyatakan bahwa meskipun dia memiliki banyak teman dan rekan satu tim dari Portugal yang selalu memperlakukannya dengan baik, tindakan Prestianni harus dikecam.
Mbappe menambahkan bahwa meskipun mereka dicemooh oleh penonton, hal itu bisa dimaklumi karena penonton tidak mengetahui kejadian sebenarnya. Namun, ia menegaskan bahwa tindakan harus diambil untuk mencegah pemain seperti Prestianni bermain di Liga Champions lagi.
Mbappe mengonfirmasi bahwa Prestianni telah mengucapkan kata-kata rasis kepada Vinicius sebanyak lima kali. Ia merasa penting untuk memberikan penjelasan agar semua orang memahami situasi yang sebenarnya terjadi di lapangan.
Mbappe juga mengungkapkan bahwa mereka sempat berpikir untuk meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes. Namun, setelah berdiskusi, mereka memutuskan untuk melanjutkan pertandingan dan fokus pada permainan.
Setelah pertandingan, kamera menangkap momen di mana Mbappe menyebut Prestianni sebagai rasis. Mbappe menegaskan bahwa itulah yang ia katakan, dan ia merasa tindakan Prestianni tidak pantas untuk kompetisi sebesar Liga Champions.
Insiden ini bukan pertama kalinya Vinicius mengalami pelecehan rasial saat bermain untuk Real Madrid. Namun, ini adalah pertama kalinya ia secara langsung menuduh pemain lain sebagai pelaku. Dengan diaktifkannya protokol anti-rasisme, UEFA diharapkan akan melakukan investigasi lebih lanjut.
Jose Mourinho, yang juga hadir dalam pertandingan tersebut, menyatakan bahwa Prestianni membantah tuduhan tersebut. Namun, dengan bukti yang ada, kasus ini akan menjadi perhatian utama dalam upaya melawan rasisme di sepak bola.
Newsletter : 📩 Dapatkan update terkini seputar dunia sepak bola langsung ke email kamu — gratis!