Juventus Harus Bangkit dari Kekalahan Beruntun

Juventus Harus Bangkit dari Kekalahan Beruntun

Ringkasan Berita

  • Juventus mengalami krisis setelah empat kekalahan dan satu imbang di berbagai kompetisi.

  • Kekalahan 2-0 dari Como menjadi kekalahan kandang pertama Juventus di Serie A sejak Maret 2025.

  • Thuram menegaskan Juventus harus fokus dan bekerja keras untuk membalikkan keadaan di Liga Champions.

Khephren Thuram menegaskan Juventus tidak boleh menyerah meski mengalami kekalahan beruntun.

Krisis Juventus: Kekalahan Beruntun yang Mengkhawatirkan

Khephren Thuram menegaskan bahwa Juventus tidak boleh mengambil risiko dengan membuang segalanya setelah mengalami empat kekalahan dan satu hasil imbang dalam semua kompetisi. Bianconeri saat ini sedang dalam krisis, kalah dalam empat dari lima pertandingan terakhir mereka di Serie A, Liga Champions, dan Coppa Italia. Kekalahan terbaru mereka adalah kekalahan kandang pertama di Serie A sejak Maret 2025, kalah 2-0 dari Como dengan gol dari Mergim Vojvoda dan Maxence Caqueret yang memanfaatkan kesalahan yang jelas.

Thuram memperingatkan Juventus untuk tetap waspada. "Kami sangat marah setelah pertandingan ini, karena itu adalah pertandingan penting dan kami kehilangannya," kata Thuram dalam konferensi persnya. "Situasinya akan benar-benar berbeda pada hari Rabu dan kami harus segera mulai fokus pada ujian berikutnya. Kami harus bermain dengan baik dan menang."

Tekanan di Liga Champions

Tekanan tampaknya semakin dirasakan oleh Juve, yang runtuh setelah kartu merah Juan Cabal di Istanbul dan dikalahkan 5-2 oleh Galatasaray. Ini membuat mereka harus berjuang keras pada hari Rabu untuk membalikkan keadaan di babak play-off Liga Champions tersebut. "Tidak benar bahwa kami telah menyerah, dan kami tidak boleh mengambil risiko dengan membuang segalanya," tegas Thuram. "Kami kalah dalam dua pertandingan terakhir, tetapi kami masih memiliki keyakinan pada diri kami sendiri dan perlu terus bekerja keras."

Thuram juga mengakui bahwa Como bermain sangat baik, dengan pelatih hebat seperti Cesc Fabregas yang mempersiapkan timnya dengan matang. Para penggemar Juventus mencemooh dengan keras pada peluit akhir dan melontarkan hinaan kepada tim ketika mereka berdiri di bawah Curva setelah kekalahan kandang 2-0 ini. "Kami harus terus bekerja dan mencoba memperbaiki area di mana kami membuat kesalahan hari ini. Kami harus meningkatkan baik secara individu maupun sebagai satu kesatuan," tambah Thuram.

Newsletter : 📩 Dapatkan update terkini seputar dunia sepak bola langsung ke email kamu — gratis!

Comments (0)

Tidak ada komentar, jadilah yang pertama!

You Might Also Like