Ini terjadi pada 20 Desember 2020. Sebuah tekel berkelas. Cek videonya!
Salah satu kemampuan penting yang harus dimiliki pemain bertahan adalah tekel. Khusunya gerakan memotong bola dari penguasaan lawan. Salah satu bek yang punya kemampuan bagus dalam melakukan pekerjaan tersebut adalah Presnel Kimpembe dari Paris Saint-Germain (PSG).

Kimpembe bergabung dengan PSG sejak di akademi. Beroperasi sebagai bek tengah, pemain tim nasional Prancis itu punya kemampuan yang dibutuhkan pelatih-pelatih PSG masa lalu maupun saat ini. Dia pernah tertangkap kamera melakukan tekel terbaik dalam sejarah sepakbola.

Dikatakan terbaik, bukan saja karena cara tekelnya yang sempurna, melainkan juga momen yang tepat. Itu terjadi saat PSG berhadapan dengan Lille di Ligue 1 pada 20 Desember 2020.

Saat itu, jelang jeda musim dingin, PSG melakukan perjalanan ke Lille untuk pertandingan penting dalam usaha memperbaiki posisi di klasemen sementara di Ligue 1. Dan, PSG sangat membutuhkan kemenangan untuk kembali ke puncak klasemen.

Tapi, dalam laga itu, PSG mengalami malam yang membuat para pemain frustrasi karena usaha mencetak gol  terus-menerus digagalkan.

Kemudian, pada menit 78, PSG mendapat tendangan sudut dan semua pemain selain penjaga gawang naik ke kotak penalti Lille berharap menghasilkan gol. Tapi, lagi-lagi Lille menggagalkan serangan itu dan malah melakukan serangan balik super cepat.

Dalam situasi itu, para pemain PSG keteteran karena hanya ada Kimpembe yang berada di garis pertahanan ketika empat pemain Lille lainnya mencoba untuk mencetak gol. Dalam situasi 4 vs 1 itu bek asal Prancis sebenarnya berada dalam posisi sangat sulit dan mustahil menghentikan lawan.

Hebatnya, fakta di lapangan justru menunjukkan hal berbeda. Tepat sebelum pemain Lille masuk ke area penalti, Kimpembe melakukan sebuah tekel yang sangat bersih. Tekel itu mengenai bola dengan sempurna!

Lebih hebat lagi karena pengorbanan Kimpembe harus dibayar mahal. Dia mengalami cedera hamstring. Dia harus mendapat perawatan medis, dan tidak bisa melanjutkan permainan sehingga harus digantikan. Dan, pada akhirnya pertandingan tersebut berakhir imbang 0-0.

Pelatih PSG saat itu, Thomas Tuchel, sampai harus meminta maaf kepada Kimpembe atas cedera yang dialami. Pria yang kini menukangi Chelsea justru menyalahkan dirinya sendiri atas musih yang menimpa pemainnya.

"Baru kali ini kami kehilangan struktur untuk mengontrol serangan balik lawan. Itu juga salah saya karena saya melakukan perubahan sebelum tendangan sudut. Saya juga bertanggung jawab atas itu karena dia cedera setelah aksi ini," kata Tuchel, dilansir L'Equipe.

Kimpembe kemudian menghabiskan tiga minggu di pinggir lapangan dan melewatkan tiga pertandingan karena cedera. Benar-benar pengorbanan yang tidak ternilai harganya!