Nyatanya tidak semudah 'membalik telapak tangan' membawa pemain lokal ke kancah Eropa
Tentu saja kalau berbicara timnas Indonesia saat ini, kita juga akan berbicara soal dua pemain andalannya yakni Egy Maulana Vikri & Witan Sulaeman. Egy kini bermain di Slovakia bersama FK Senica sementara Witan kini bersama Lechia Gdansk di Polandia.



Tapi tahu kah bahwa kenapa kedua pemain tersebut bisa bermain di Eropa saat ini tidak lepas dari peranan satu orang yang sama bernama Dusan Bogdanovic. Jauh sebelum Egy ke Slovakia dan Witan bermain di Serbia, Bogdanovic adalah orang pertama yang memastikan keduanya mampu bermain di luar negri bahkan tingkatan Eropa.



Jika kita mundur kembali, Egy mengawali karier di Eropanya bersama Lechia Gdansk, sedangkan Witan Sulaeman membela FK Radnik Surdulica di Serbia.

"Untuk mencium bakat Egy dan Witan, bukan hanya melihat di sekolah di ragunan, tetapi juga di turnamen. Saya bertemu dengan Menpora dan PSSI untuk bisa membawa dua pemain itu ke Eropa," ujar Bogdanovic dalam Webinar Kemenpora 'Mendesain Prestasi untuk Go Internasional' pada tahun 2020 lalu.

Membawa Egy dan Witan ke Eropa tak semudah membalikkan telapak tangan kanan. Dusan mengakui ada rintangan dan kesulitan, tetapi akhirnya transfer tersebut berhasil.

"Saat akan membawa kedua pemain itu, keluarga merupakan faktor penting. Mental bisa menjadi hal penting untuk pemain beradaptasi di sana. Ini boleh jadi jalan untuk pemain lain bisa berangkat ke luar negeri juga," jelasnya.

Egy yang telah bermain 13 kali untuk FK Senica, mengalami kenaikan harga sejak tampil di Piala AFF 2020, yang mana pemain kelahiran kota Medan tersebut kini dipatok dengan harga Rp2,61 Miliar.

Sementara, Witan Sulaeman yang menjadi sosok sentral di lini depan tim Garuda selama turnamen Piala AFF 2020 berlangsung, kini memiliki nilai jual sebesar RP869,08 Juta, dan kemungkinan pemain yang lahir di Palu itu bakal hengkang setelah hanya bermain di tim kedua Lechia Gdansk dengan hanya mengemas 4 penampilan.

Kini dengan banyaknya rumor soal kepindahan pemain Indonesia ke luar negri pasca Piala AFF 2020, mulai dari Pratama Arhan hingga Rick Kambuaya, tampaknya hal itu sangat sejalan dengan keinginan Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri pada 2020 lalu, yang mana mantan pelatih timnas U-19 itu pernah menyatakan bahwa ia ingin banyak pemain Indonesia berkarier di luar negeri.