Ajax dikenal sebagai pabrik pemain jempolan. Beberapa lulusannya moncer musim ini.
Reputasi Ajax Amsterdam sebagai pabrik pemain sepakbola jempolan bagi banyak klub sepakbola Eropa tidak perlu diragukan lagi. Akademi mereka tidak pernah kekeringan sumber pemain. Jika pemain-pemain itu tidak pergi, bisa jadi Ajax akan merajai Liga Champions.

Mengikuti cita-cita bermain Johan Cruyff dan Rinus Michels yang ditanamkan di klub, para pelatih Ajax melatih pemain yang mahir secara teknis dan memiliki kecerdasan di atas rata-rata.

Selain anak-anak muda brilian yang mereka miliki saat ini seperti Ryan Gravenberch, Jurrien Timber, dan Noussair Mazraoui, ada pemain yang ditempa ddi Akademi Ajax yang bermain di klub-klub top di seluruh Eropa. Beberapa nama diantaranya menampilkan permainan yang bagus.

Nah, berikut ini starting line-up jebolan Ajax yang musim ini tampil bagus bersama sejumlah klub Eropa:

GK: Marco Bizot (Brest)

Marco Bizot bukan superstar seperti beberapa lulusan Ajax lainnya. Tapi, dia menjadi pemain yang solid musim ini untuk Brest di Ligue 1. Bahkan, dia sempat memberikan assist untuk Brest di salah satu pertandingan liga musim ini.



RB: Sergino Dest (Barcelona)

Masa depan Sergino Dest di Barcelona agak tidak pasti dengan datangnya kembali Dani Alves di starting line-up. Tapi, pemain Amerika Serikat (AS) kelahiran Belanda itu tetap menjadi bakat luar biasa, dengan kecepatan kilat, dan kemampuan menyerangnya.

Ajax, yang menjual Dest ke Barcelona seharga 20 juta euro (Rp328 miliar) pada 2020, dilaporkan sedang mempertimbangkan kesepakatan untuk membawanya kembali ke Amsterdam. Tapi, Chelsea juga dikaitkan dengan langkah untuk memperkuat opsi bek sayap untuk musim depan.

CB: Matthijs de Ligt (Juventus)

Matthijs de Ligt adalah batu di jantung pertahanan Ajax. Penampilan yang luar biasa memicu beberapa klub top Eropa berebut tanda tangannya. Barcelona tampaknya sangat tertarik.

Tapi, menurut laporan yang diterbitkan Sport pada Februari 2022, De Ligt diperingatkan untuk tidak bergabung dengan klub Katalunya itu oleh Gerard Pique. Keduanya bertemu di Karibia saat berlibur. Konon, Pique menyuruh De Ligt pergi ke tempat lain karena tidak akan mendapatkan banyak menit bermain di Camp Nou.

De Ligt akhirnya bergabung dengan Juventus. Di sana, dia memenangkan Serie A 2019/2020 dan Coppa Italia 2020/2021. Dia memang tidak selalu bermain sebagus di Ajax selama di Turin. Tapi, dia masih berusia 22 tahun dan telah melakukan cukup banyak hal.

CB: Sven Botman (Lille)

Pemain Belanda berusia 21 tahun itu meninggalkan Ajax ke Lille pada 2020 tanpa pernah tampil di tim utama. Tapi, di Prancis, dia terus membuktikan dirinya sebagai salah satu bek muda terbaik di Eropa.

Bermain bersama Jose Fonte yang cukup senior, Botman membantu Lille meraih gelar Ligue 1 2020/2021. Dia besar, kuat, tenang, dan dia kemungkinan akan meninggalkan Prancis  untuk mendapatkan banyak uang. Newcastle United dilaporkan sempat gagal pada musim dingin. Tapi, itu tidak menutup peluang Botman untuk pindah pada musim panas. Konon, Tottenham Hotspur dan AC Milan juga berminat.

LB: Mitchel Bakker (Bayer Leverkusen)

Dia masih berusia 21 tahun dan sudah bermain di tim utama Ajax, Paris Saint-Germain (PSG), hingga Bayer Leverkusen, dan memenangkan lima trofi utama. Sungguh hal yang sangat bagus bagi pemain seusianya.

Meski dia tidak cukup puas bermain di Paris dan mencari jaminan tim utama di Jerman, PSG memasukkan klausul pembelian kembali ketika menjualnya ke Leverkusen. Jadi, mereka jelas sangat memikirkannya. Dan, seperti Botman, dia juga dikaitkan dengan Newcastle pada Januari 2022.



DM: Frenkie de Jong (Barcelona)

Sebelum menjadi pelatih Barcelona, Xavi Hernandez sempat ditanya komentarnya tentang keputusan Barcelona mendatangkan Frenkie de Jong dari Ajax. Dan, Xavi tampak sangat mendukung.

"Ketika Barcelona mengontrak Frenkie de Jong, itu membuat saya bahagia. Saya berharap dia beruntung , dia merespons dengan sangat baik, mengatakan 'Terima kasih, ini suatu kehormatan'. Saya menganggapnya sebagai pesepakbola yang bisa menandai era baru Barcelona," ujar Xavi saat itu.

Sekarang, Xavi menjadi pelatih Barcelona, benar-benar menggunakan De Jong sebagai salah satu andalan di lini tengah. "Saya pikir dia adalah pesepakbola yang luar biasa. Dia tidak takut mendapatkan bola di area yang sulit untuk dibelokkan. Dia pemain yang sangat bagus," ungkap Xavi.

CM: Donny van de Beek (Everton)

Donny van de Beek kesulitan bersaing di Manchester United. Tapi, dia masih menjadi pemain yang bagus sehinga memutuskan untuk pindah ke Everton dengan status pinjaman hingga akhir musim 2021/2022.



CM: Christian Eriksen (Brentford)

Setelah apa yang terjadi di Euro 2020, sungguh menyenangkan bisa melihat Christian Eriksen kembali ke lapangan. Dia memang tidak diizinkan bermain di Serie A setelah mendapat implan cardioverter-defibrillator (ICD) yang dijahitkan ke tubuhnya sehingga harus meninggalkan Inter Milan.

Tapi, dia telah diberi kesempatan untuk kembali ke Liga Premier oleh mantan Pelatih Denmark U-21, Thomas Frank, di Brentford. Ini seperti mimpi yang akhirnya benar-benar menjadi kenyataan.

RW: Donyell Malen (Borussia Dortmund)

Donyell Malen berubah menjadi salah satu pemain muda terbaik di Eropa selama bermain di PSV Eindhoven dengan mencetak 27 gol pada musim 2020/2021. Dia juga hebat di Euro 2020. Dia kemudian pindah ke Borussia Dortmund sebagai pengganti Jadon Sancho.

Dia memulai kehidupannya di Westfalenstadion dengan sedikit tenang, dan mencetak gol liga pertamanya pada pertengahan November 2021. Dia menampilkan penampilan terbaiknya di Dortmund melawan Hoffenheim pada akhir Januari 2022 dengan mencetak dua assist dalam kemenangan 3-2.

Uniknya, banyak yang menduga Malen produk asli PSV. Itu tidak sepenuhnya benar. Sebab, dia justru mengawali semuanya dari De Toekomst milik Ajax.



CF: Kasper Dolberg (Nice)

Kasper Dolberg baru berusia 24 tahun. Tapi, dia sudah memiliki karier yang naik turun. Dia muncul di musim 2016/2017 setelah mencetak 23 gol di tahun pertamanya untuk Ajax dan dikaitkan dengan semua klub terbesar dunia.

Dia kemudian memerankan dua musim yang lebih tenang, memainkan peran dalam Liga Champions 2018/2019, dan akhirnya dijual ke Nice seharga 20 juta euro (Rp328 miliar). Dan, di musim 2021/2022 dia meningkatkan permainannya lagi. Dia membentuk kemitraan serangan yang bagus dengan Amine Gouiri yang sangat berbakat.

LW: Noa Lang (Club Brugge)

Noa Lang tampil luar biasa sejak meninggalkan Ajax ke Club Brugge pada 2020, dan pada usia 22 tahun telah menandai dirinya sebagai bintang masa depan berkat penampilannya di Liga Champions 2021/2022. Liverpool, Leeds, Arsenal, hingga Milan sangat tertarik.