Nomor 4 momen comeback luar biasa The Reds.
Liga Premier bisa dibilang kompetisi paling bergengsi di dunia. Tidak ada yang meragukan sepakbola Inggris itu adalah tempat para pemain hingga klub-klub besar bersemayam sejak lama.

Tapi, setiap kali mereka keluar berkompetisi di Eropa, terutama di Liga Champions, tidak mudah bagi mereka untuk menjadi juara. Terlebih, saat tim dari Liga Premier bermain di markas lawan.

Klub-klub dari sepakbola Inggris merasa sulit untuk mengalahkan klub besar Eropa lainnya di kandang mereka. Tapi, mungkin itu tidak berlaku bagi Manchester United, Liverpool, Arsenal, Chelsea, Tottenham, Manchester City, dan Leeds United. Semuanya berhasil melawan mitos itu.

Selama bertahun-tahun kita sudah terbiasa melihat beberapa perwakilan Inggris masuk final Liga Champions, tetapi hanya Manchester United (dua kali, Liverpool (satu kali) dan Chelsea (satu kali) yang berhasil mengangkat trofi.

Seringkali masalahnya adalah klub dari Liga Premier kesulitan memenangkan pertandingan tandang, karena itu sangat langka. Mari kita lihat 10 kemenangan tandang terbaik klub Inggris di Liga Champions.

1. Juventus 2-3 Manchester United, 1999

Manchester United menjadi klub Inggris pertama yang mencapai final Liga Champions dalam 14 tahun dengan bangkit dari ketertinggalan 2-0 untuk menang 3-2 di Turin. Performa hebat sang kapten masih dibicarakan hingga hari ini.

Roy Keane mendapat kartu kuning di pertandingan sebelumnya, yang membuat gelandang itu melewatkan laga final, tetapi pemain Irlandia itu membuat Setan Merah ke final dengan penampilan individu yang luar biasa, termasuk mencetak gol pertama tim tamu.

“Itu adalah tampilan paling tegas dari tidak mementingkan diri sendiri yang pernah saya lihat di lapangan sepakbola,” komentar Sir Alex Ferguson kemudian. “Berdebar di setiap helai rumput, bersaing seolah-olah dia lebih baik mati karena kelelahan daripada kalah. Dia menginspirasi di sekelilingnya. Saya bangga dan mendapat suatu kehormatan dikaitkan dengan pemain seperti itu,” tambahnya.

2. Bayern Muenchen 1-2 Manchester United, 1999

"Sepakbola Sialan" itulah komentar Sir Alex Ferguson saat MU memenangkan pertandingan final atas Bayer dengan cara yang dramatis.

Ferguson membuat banyak komentar yang mengesankan selama bertahun-tahun, tetapi tiga kata itu mungkin yang paling tepat.

Setan Merah menjadi terkenal karena lolos dramatis di menit akhir di bawah pelatih asal Skotlandia tersebut. Ini tidak diragukan lagi yang terbesar karena gol pada menit ke-91 dan ke-92 dari Teddy Sheringham dan Ole Gunnar Solskjaer membuat Setan Merah merebut Liga Champions dari genggaman Bayern.

3. Barcelona 1-2 Liverpool, 2007

Liverpool juga menang di Real Madrid beberapa tahun setelah ini, tetapi Barcelona yang mereka kalahkan pada 2007 saat itu masih diperkuat Lionel Messi dan Ronaldinho. Itu saja seharusnya membuat kemenangan ini bernilai poin ganda.

Untuk membuatnya lebih baik, The Reds sempat tertinggal berkat gol Deco di awal permainan. Namun, Liverpool bangkit untuk mengklaim kemenangan berkat Craig Bellamy dan John Arne Riise, yang telah jatuh sebelum pertandingan sedemikian rupa sehingga membawa The Reds mengangkat trofi Liga Champions.

4. AC Milan 3-3 Liverpool, 2005

Liverpool tertinggal 3-0 di babak pertama dari AC Milan saat masih diperkuat pemain-pemain luar biasa seperti, Dida, Cafu, Nesta, Stam, Maldini, Pirlo, Gattuso, Seedorf, Kaka, Shevchenko, Crespo. Itu adalah kumpulan bakat yang menakutkan.

Tapi, pasukan Carlo Ancelotti tidak bisa menjelaskan pergantian Didi Hamann menggantikan Steve Finnan di babak pertama, keinginan Steven Gerrard, atau kaki jeli Jerzy Dudek saat Liverpool entah bagaimana memenangkan final Liga Champions paling mendebarkan sepanjang masa.

5. Barcelona 2-2 Chelsea, 2012

Harapan Chelsea di Liga Champions tampak pupus saat laga ini memasuki masa tambahan waktu di pengujung babak pertama. Dalam waktu dua menit setelah Sergio Busquets menyamakan kedudukan dengan Barcelona secara agregat, John Terry tanpa berpikir membuat dirinya diusir keluar lapangan dalam momen yang sangat gila.

Enam menit berselang, Andres Iniesta menggandakan keunggulan tuan rumah.

Sama seperti kita tidak bisa cukup menekankan betapa bodohnya Terry. Kita juga tidak bisa mengabaikan chip acuh tak acuh Ramires – meskipun Tom Victor telah mencoba. Chelsea kembali menyamakan kedudukan secara agregat dengan gol tandang yang krusial, dan The Blues kemudian menunjukkan ketangguhan yang luar biasa untuk menahan Lionel Messi dan rekan-rekannya.

Kita semua tahu apa yang terjadi selanjutnya, ketika Fernando Torres membuat Gary Neville menjadi penyiar pertama seketika langsung heboh di ruang siaran.



6. Bayern Muenchen 1-1 Chelsea, 2012

Patut diingat bahwa Branislav Ivanovic, Raul Meireles, dan Ramires juga tidak bisa tampil di final, yang dimainkan di kandang Bayern. Itu berarti Ryan Bertrand melakukan debutnya di Liga Champions dengan memulai dari posisi di sayap kiri.

Chelsea menunjukkan ketahanan yang sama, seperti yang mereka miliki di Camp Nou. Tetapi, mereka tampaknya akhirnya dipatahkan oleh gol Thomas Mueller pada menit ke-83. Namun, Didier Drogba punya ide lain, menyamakan kedudukan dengan sundulan keras sebelum mengonversi penalti kemenangan dengan kepercayaan diri yang menggelikan.

Dan, selebrasi Frank Lampard tetap menjadi salah satu video favorit di sini.



7. Real Madrid 0-1 Arsenal, 2006

Menang 5-1 di San Siro tentu layak disebut, tetapi itu menampilkan tim ‘Invincibles’ mengalahkan Inter yang gagal lolos dari grup yang juga berisi Lokomotiv Moscow dan Dynamo Kiev. Untuk menempatkan kemenangan mereka di Bernabeu ke dalam konteks, Arsenal terpaksa mengerahkan empat bek Emmanuel Eboue, Kolo Toure, Philippe Senderos, dan Mathieu Flamini melawan serangan Real Madrid yang menampilkan David Beckham, Guti, Zinedine Zidane, Robinho, Ronaldo, dan pemain pengganti, Raul.

Di tengah 10 pertandingan tanpa kebobolan gol, pertahanan sementara Arsenal tetap kokoh, dan Thierry Henry mencuri malam dengan gol semata wayangnya. Itu mengingatkan Anda betapa hebatnya pemain Prancis itu.

8. AC Milan 0-1 Tottenham, 2011

Kampanye Liga Champions Tottenham di bawah Harry Redknapp akan selalu diingat di San Siro. Saat melawan Inter ketika Gareth Bale mengumumkan dirinya sebagai talenta kelas dunia dengan menyiksa Maicon lantaran hat-trick sensasionalnya, tetapi Spurs masih kalah dalam pertandingan itu 4-3.

Tetapi, ketika mereka kembali ke tempat yang sama di babak 16 besar, Spurs malah berhasil menjaga keadaan berkat beberapa penjaga gawang yang sangat baik dari Huerelho Gomes, sebelum memenangkan pertandingan saat Peter Crouch menyelesaikan serangan balik cepat di menit ke-80. Ditambah lagi, Joe Jordan saling berhadapan, atau lebih tepatnya head-to-head, dengan Gennaro Gattuso. Kami begitu menyukai Tottenham saat itu.



9. Roma 0-2 Manchester City, 2014

Manchester City adalah kekuatan yang terus meningkat di Liga Champions, dan pasti akan memenangkan sesuatu, tetapi mereka tersingkir di babak penyisihan grup pada dua upaya pertama mereka dan berhasil melampaui babak 16 besar hanya sekali dalam pertandingan pertama mereka dari enam kesempatan.

Pada musim 2014/2015, Man City tampaknya akan menghadapi babak penyisihan grup lagi setelah mengumpulkan hanya dua poin dari empat pertandingan pembukaan mereka, yang berarti mereka perlu menang di Roma untuk menyingkirkan tuan rumah ke posisi kedua di Grup E.

Mereka melakukan perjalanan ke Roma setelah kehilangan tulang punggung mereka, Vincent Kompany, Yaya Toure, dan Sergio Aguero. Sementara David Silva hanya di bangku cadangan. Namun, pasukan Mauricio Pellegrini menghasilkan performa tandang yang sempurna, meraih kemenangan 2-0 berkat gol babak kedua dari Samir Nasri dan Edin Dzeko.

10. Anderlecht 1-4 Leeds United, 2001

Satu-satunya kampanye Liga Champions Leeds membawa beberapa hasil yang luar biasa. Mereka mengalahkan Besiktas 6-0, mengalahkan AC Milan di kandang, dan bermain imbang di San Siro, menahan imbang Barcelona, menang di Lazio, mengalahkan juara Spanyol Deportivo 3-0.

Mengingat pertandingan tersebut, Anderlecht mungkin tidak tampak seperti lawan yang paling terkenal untuk dipilih, tetapi klub asal Belgia itu telah memenangkan 9 pertandingan Eropa terakhir mereka di kandang. Bahkan, The Guardian tidak bisa menahan diri untuk tidak mengatakan bahwa kemenangan itu adalah "salah satu hasil terbaik yang dicapai oleh klub Inggris di tanah asing".

Leeds berhasil mencetak gol dengan sangat apik yang membuat mereka masuk dalam daftar ini.