Ini jadi bukti toleransi yang baik di skuad Anfield. Cek videonya!
Liverpool adalah salah satu klub yang memiliki beberapa pemain Muslim. Selain Mohamed Salah, Naby Keyta, Ibrahima Konate, pemain asal Senegal, Sadio Mane, juga dikenal sebagai pemeluk agama yang taat. Momen ini buktinya!

Sebagai Muslim, usah pasti Mane tidak mengkomsumi alkohol. Sebab, dia mengerti bahwa hal itu tidak diperbolehkan dalam ajaran agamanya. Tapi, Mane juga bukan penganut agama yang fanatik. Dia tetap menghargai dan menghormati rekan lain yang memiliki agama berbeda. Apalagi dia sadar bahwa dirinya tinggal, hidup, serta bekerja di Inggris.  

Kejadian di Wembley, akhir pekan lalu, bisa menjadi bukti sikap keagamaan Mane yang terbuka. Saat itu, Jordan Henderson menaiki tangga Wembley dan mengangkat trofi kelima sebagai kapten Liverpool. Kemudian bersama rekan-rekannya merayakan kemenangan itu di lapangan. 

Kegirangan para pemain Liverpool tak terbendung. Larut dalam kegembiraan. Dan, seperti biasa, perayaan kemenangan akan menggunakan champagne alias minuman berkalkohol. Dari botol kaca besar, para pemain mengocok-ngocok dan mencipratkan minuman itu ke segala arah.

Dalam suasana seperti itu, Mane tampaknya tetap menjaga aturan agama. Dia memang ikut selebrasi sebagai bagian dari pesta kemenangan timnya. Tapi, di sisi lain, dia juga menghindari alkohol menciprat atau bahkan masuk ke mulutnya. 



Jadi, dia terlihat berbicara kepada Takumi Minamino di sebelahnya yang membawa botol champagne besar. Mane berbisik ke pemain asal Jepang tersebut. Minamino mendengarkan dan kemudian mengikuti permintaan Mane dengan tidak menyemprotkan champagne tersebut ke arahnya. 

Dan, setelah perayaan bersama, Mane kemudian menjauh bersama pemain Muslim lainnya ketika botol champagne mulai disemprotkan. Mereka menghindari alkohol dan membiarkan rekan-rekan mereka berselebrasi. Para pemain Liverpool juga tidak mempermasalahkannya dan tetap menghormati pilihan Mane. 



Juergen Klopp seketika melihat pemain andalannya itu menjauh, kemudian menghampirinya untuk memastikan dia tidak merasa dikucilkan selama perayaan.

Salah dan Keita juga Muslim dan sebisa mungkin menghindari alkohol. Pasangan itu mencoba yang terbaik untuk bersembunyi ketika semprotan champagne dilakukan rekan-rekan lainnya. Jadi, momen ini benar-benar menunjukkan toleransi yang baik di skuad Anfield!