Kemana Lionel Messi, kok gak masuk hitungan?
Liga Champions selalu memberikan hiburan berkualitas tinggi untuk para penggemarnya. Selain bicara tentang gol, ini tentang tim-tim top Eropa yang saling berhadapan untuk saling mengalahkan.

Selama ini kita telah melihat beberapa pencetak gol kelas dunia menghasilkan pertunjukan yang menarik berkali-kali. Meski begitu, menjadi pencetak gol secara konsisten di turnamen bergengsi sama sekali bukan tugas yang mudah.

Dalam sejarah Liga Champions, tidak sedikit pemain yang berhasil mencetak gol secara reguler dan terus membantu timnya masing-masing. Di sini, kita melihat para pemain sepakbola yang memiliki 5 catatan gol terbaik dalam kompetisi Liga Champions.

#5 Cristiano Ronaldo (Real Madrid: 2013/2014)

Musim 2013/2014 adalah periode yang sangat berkesan bagi Cristiano Ronaldo, apalagi dia memenangkan Liga Champions pertamanya bersama Real Madrid. Di bawah kepelatihan Carlo Ancelotti, Los Blancos meraih La Decima di musim itu.

Penghargaan besar ini diberikan kepada Ronaldo atas pencapaian itu, mengingat penampilannya yang luar biasa dalam mencetak gol. Dari enam pertandingan penyisihan grup, pemain Portugal itu mencetak sembilan gol.

Ini termasuk kemenangan melawan Galatasaray sekali, FC Copenhagen dua kali, dan Juventus sekali. Di babak gugur, Ronaldo juga tampil impresif di babak 16 besar. Dia mencetak empat gol melawan Schalke dalam dua leg.

Di babak berikutnya, dia mencetak satu gol melawan Borussia Dortmund di leg pertama dan berada di bangku cadangan pada leg kedua. Dia gagal mencetak gol melawan Bayern Muenchen di leg pertama, yang mengakhiri rentetan golnya dalam delapan pertandingan berturut-turut.

Cristiano Ronaldo kemudian mencetak 17 gol dalam kompetisi musim itu, gagal mencetak gol hanya dalam satu pertandingan.

#4 Ruud van Nistelrooy (Manchester United: 2002/2003)

Ruud van Nistelrooy adalah striker yang luar biasa untuk Manchester United. Menggunakan penempatan posisinya yang luar biasa dan penyelesaian akhir yang tajam. Pemain Belanda itu menjadi ancaman mematikan di depan gawang.

Di Liga Champions musim 2002/2003, Van Nistelrooy memiliki catatan yang tak terlupakan. Striker Belanda itu terus mencetak gol di semua dari sembilan pertandingan yang dia mainkan di musim tersebut.

Striker Man United itu mencetak gol ke gawang Maccabi Haifa, Bayer Leverkusen, dan Olympiacos di babak penyisihan grup pertama. Disusul dengan gol ke gawang Deportivo La Coruna, Juventus, dan Real Madrid.

Meski tersingkir oleh Real Madrid di perempat final, Ruud van Nistelrooy berakhir sebagai pencetak gol terbanyak di Liga Champions dengan sembilan gol.



#3 Robert Lewandowski (Bayern Muenchen: 2019/2020)

Liga Champions memiliki beberapa pencetak gol yang luar biasa dan tak adil untuk tidak memasukkan Robert Lewandowski dalam daftar itu. Striker Polandia itu dalam performa yang luar biasa musim 2019/2020 ketika dia membantu Bayern memenangkan gelar.

Dia sedang on fire di pertandingan penyisihan grup, di mana dia mencetak 10 gol dalam lima pertandingan. Mereka telah mengalahkan Red Star Belgrade, Tottenham Hotspur, dan Olympiacos. Salah satu penampilan terbaiknya adalah saat dia mencetak empat gol saat melawan Red Star.

Upayanya di kedua leg melawan Chelsea di babak 16 besar membuatnya mencetak tiga gol dan mencatatkan empat assist. Anehnya, dia hanya mencetak satu gol dalam kemenangan 8-2 atas Barcelona di perempat final.

Lewandowski mencetak satu gol melawan Olympique Lyon di semifinal. Sayangnya, superstar Polandia itu gagal mencetak gol di final melawan Paris Saint-Germain tetapi tetap memainkan peran besar dalam mengamankan gelar.

#2 Robert Lewandowski (Bayern Muenchen: 2020/2021 dan 2021/2022)

Striker Bayern ini muncul untuk kedua kalinya dalam daftar dengan cara yang unik. Kali ini, rekor gol Lewandowski terbentang di dua musim yang berbeda.

Pada musim 2020/2021, Bayern tersingkir di perempat final setelah kalah dari Paris Saint-Germain. Lewandowski melewatkan beberapa pertandingan karena cidera ligament, tetapi cukup berpengaruh sebelum itu. Dia telah mencetak gol dalam empat pertandingan berturut-turut, termasuk gol melawan RB Salzburg dan Lazio.

Pemain berusia 33 tahun itu melanjutkan performa briliannya di musim ini. Dia hebat di babak grup, setelah mencetak gol dalam lima pertandingan berturut-turut. Lewandowski mencatatkan sembilan gol dalam lima pertandingan itu sebelum lajunya dihentikan oleh Barcelona di Allianz Arena. Itu merupakan pertandingan terakhir penyisihan grup.

#1 Cristiano Ronaldo (Juventus: 2016/2017 dan 2017/2018)

Tak heran jika Cristiano Ronaldo berada di urutan teratas. Mengingat kemampuannya dalam mencetak gol, hampir tidak ada kemungkinan bahwa pemain Portugal itu tidak akan mencapai puncaknya.

Ronaldo telah mencetak gol di final Liga Champions 2016/2017 melawan Juventus, di mana ia membantu Real Madrid meraih kemenangan. Penyerang dinamis ini memulai perjalanannya dengan gemilang pada musim berikutnya, mencetak sembilan gol dalam enam pertandingan di babak penyisihan grup.

Penampilannya yang luar biasa di kedua leg melawan Paris Saint-Germain di babak 16 besar membawa Madrid lolos ke babak berikutnya. Ronaldo mencetak total tiga gol melawan raksasa Prancis tersebut. Dia memberikan penampilan yang serupa saat melawan Juventus di perempat final, dengan total mencetak tiga gol.

Sayangnya, rekor gol Ronaldo dari 11 pertandingan berturut-turut berakhir saat melawan Bayern di semifinal. Dia akhirnya memenangkan kompetisi dengan Real Madrid saat mereka mengalahkan Liverpool 3-1 di final.