Nomor 2 mentok di Amerika Serikat.
Barcelona adalah salah satu klub Eropa yang banyak menelurkan pemain sepakbola terbaik dunia. Bakat-bakat muda Barcelona digembleng di akademi bernama La Masia.

Sejauh ini, Blaugrana telah menghasilkan sederet pemain bintang kelas dunia melalui akademi mudanya. Dan, Lionel Messi tidak diragukan menjadi yang terbaik lulusan La Masia.

Tapi, beberapa mantan pemain muda Barcelona tidak memiliki nasib sebaik Messi. Beberapa di antaranya memliki karier meredup seiring bertambahnya usia mereka.

Pada catatan itu, kami telah melihat 12 pemain yang melakukan debut Barcelona di bawah usia 18 tahun dalam 30 tahun terakhir, dan bagaimana kariernya? Mari kita mulai dengan yang paling tua.

12. Mario Rosas

Mario Rosas menjadi salah satu bintang muda Barcelona di masanya. Bahkan, Xavi Hernandez menyebutnya sebagai pemain campuran antara Lauduro dengan Messi.

Rosas memulai debutnya di Barcelona pada usia 17 tahun, tepatnya pada musim 1997/1998. Meski demikian, kariernya tidak begitu manis.

Rosas pernah membela 11 klub yang berbeda. Namun, hampir semua klub yang dibelanya hanya berkompetisi di kasta kedua. Dia merumput bersama klub kasta dua Liga Spanyol, Eeldense, sebelum memutuskan pensiun pada 2014.

11. Alex Balde

Bek kiri Balde membuat debutnya di Barcelona sebulan sebelum ulang tahunnya ke-18 sebagai pemain pengganti saat kalah 0-3 dari Bayern Muenchen di babak penyisihan grup Liga Champions.

Meski beberapa penampilan telah ikuti Balde untuk tim utama, tetapi dia tetap berada di pinggiran skuad senior Xavi. Dia kemudian melanjutkan perkembangannya dengan tim B. Bagaimanapun, dia masih memiliki kesempatan untuk berkembang dan kembali bermain di tim senior Blaugrana.

10. Pedro

Tidak ada yang meragukan bahwa Pedro adalah salah satu pemain terbaik lulusan La Masia. Dia membuat debutnya untuk Barcelona saat berusia 17 tahun, dalam pertandingan kemenangan Barcelona 4-0 atas Villarreal.

Sejak itu, Pedro mencetak 99 gol dalam 321 penampilan di semua kompetisi untuk Barcelona dari 2008 hingga 2015. Dia kemudian sempat pindah ke Chelsea dan kini bermain untuk klub Serie A, Lazio.

9. Adama Traore

Adama Traore hanya tampil dalam empat laga di berbagai kompetisi untuk Barcelona. Dia juga hanya menyumbang satu gol saat Barcelona menghancurkan Huesca 8-1 di Copa del Rey.

“Saya ingin suatu hari bermain di La Liga lagi. Saya memang memiliki beberapa tindakan dan saya melakukannya dengan baik. Di Camp Nou tentu saja menyenangkan merasakan atmosfernya,” kata Traore di situs resmi Wolves.

Pemain sayap tersebut meninggalkan Barcelona untuk pindah ke Aston Villa saat berusia 19 tahun. Barcelona punya klausul buy back untuk sang pemain. Namun, Aston Villa langsung terdegradasi pada musim pertamanya tersebut. Dia mengalami nasib yang sama di Middlesbrough. Namun, kini Adama Traore kembali bermain untuk Barcelona dengan status pinjaman.

8. Gerard Deulofeu

Pemain yang satu ini mungkin tidak begitu familiar. Padahal, pada era 1990, Deulofeu pernah menjadi pemain yang punya rating baik di Barcelona. Sayang, performanya yang tidak stabil membuatnya dipinjamkan ke beberapa klub, seperti Everton, Sevilla, hingga Watford.

“Ini sulit karena di Barcelona, mereka selalu memperhatikan Anda. Semua orang berbicara. Itu bagus (dalam satu hal), tetapi buruk karena orang-orang berpikir Anda adalah Messi atau pemain dengan banyak pengalaman. Anda harus berhati-hati karena Anda harus melangkah selangkah demi selangkah,” kata Deulofeu dilansir The Guardian pada 2018.

7. Oriol Riera

Oriol Riera adalah striker berusia 35 tahun asal Spanyol. Dia pernah merumput bersama Barcelona pada 2003. Riera juga pernah membela sembilan klub lain sepanjang kariernya.

Sayang, kariernya juga meredup seiring usianya. Sebelum pensiun pada 2020, Orie Riera menjadi pemain pelapis di klub divisi tiga Segunda, CF Fuenlabrada. Dia sekarang berada di Spanyol, bertugas sebagai asisten pelatih di Alcorcon B.

6. Nano

Dia sudah memulai debut untuk Barcelona pada era 1990-an. Nano hanya enam kali turun memperkuat Barcelona di semua kompetisi sebelum hijrah ke Atletico Madrid.

Namun, mayoritas karier pemain berposisi bek tersebut dihabiskan di klub divisi bawah Spanyol, terutama bersama Racing Ferrol dan Numancia.

5. Lionel Messi

Tidak perlu menjelaskan panjang lebar tentang sosok pemain berjuluk La Pulga ini. Namun, melihat kariernya di PSG yang sedang meredup, apakah Messi harus kembali ke Barcelona untuk menguasai sepakbola Eropa?

4. Marc Muniesa

Pemain jebolan La Masia tersebut kini bermain untuk klub Qatar, Al-Arabi. Sebelumnya dia pernah memperkuat klub Inggris, Stoke City.

Saat merumput di Stoke City, dia merupakan pemain kesayangan suporter. Pada 2017 dia dipinjam ke Girona selama setahun. Setelah habis masa peminjaman, Marc Muniesa, dikontrak permanen. Setelah itu dia memutuskan menerima pinangan Al-Arabi.

3. Gavi

Bukti terbaru bahwa La Masia tampaknya memiliki persediaan tak terbatas dari anak-anak muda yang sangat berbakat.

Gavi menikmati kampanye terobosannya, setelah melakukan debutnya 24 hari setelah ulang tahunnya yang ke-17 dalam kemenangan 2-1 atas Getafe pada Agustus 2021.

Kontrak gelandang saat ini berjalan hingga 2023, namun bagaimanapun dia adalah salah satu aset bintang bintang yang harus dipertahankan.



2. Bojan Krkic

Bojan menjadi salah satu pemain yang sempat diprediksi mengikuti jejak Lionel Messi. Bagaimana tidak, Bojan berhasil mencetak 34 gol dalam tiga kampenye pertamanya di tim utama Barcelona.

Pemain yang kini berusia 29 tahun itu bahkan mengantongi 900 gol untuk tim muda Barcelona. Namun, kariernya meredup seiring bertambahnya usia.

Bojan Krkic turun ke kompetisi Championship bersama Stoke City sejak 2018 sebelum akhirnya pindah ke klub asal Amerika, Montreal Impact. Sekarang  di usia 31 tahun, dia bermain bersama teman lama Andres Iniesta di Vissel Kobe di Jepang.

1. Ansu Fati

Ketika Fati muncul sebagai pemain berusia 16 tahun pada 2019, tidak dapat diremehkan untuk mengatakan bahwa dia langsung terlihat seperti pemain yang mampu mendominasi panggung dunia di level tertinggi.

Sejauh ini, dia telah mencetak 18 gol untuk klub dalam tiga tahun sejak saat itu. Sayangnya, cedera yang sering terjadi telah membuat dia tidak mendapatkan dampak yang diharapkan banyak orang.

Kami mendukungnya untuk melupakan masalah cederanya dan bermain secara reguler, karena dia terlihat seperti pemain yang sangat spesial. Dia masih berusia 19 tahun dan memiliki banyak waktu di dunia untuk mewujudkan potensinya di Camp Nou.