Pioner sekaligus pencetak gol tendangan bebas terbanyak.
Kira-kira 20 tahun lalu, Gianfranco Zola mencatatkan momen yang mungkin akan paling dia ingat sepanjang kariernya. Momen itu adalah ketika dia mencetak gol dengan tumit untuk Chelsea saat melawan Norwich City dalam putaran ketiga Piala FA.

Zola adalah pemain asing pertama yang istimewa saat pindah ke Liga Premier. Dia menandatangani kontrak dengan Chelsea seharga 4,5 juta pounds(Rp84 miliar) pada Desember 1996.

Pemain asal Italia itu datang dengan reputasi besar setelah waktunya bersama Napoli dan Parma, memenangkan Serie A bersama Diego Maradona dengan yang pertama, dan Piala UEFA bersama yang terakhir.

Di Chelsea, sang penyerang menikmati banyak momen brilian dan memenangkan banyak trofi untuk The Blues, terutama di awal-awal era kepemilikan Roman Abramovich.

Pada 2002, setelah sekian waktunya di Stamford Bridge, Zola membuktikan betapa briliannya dia. Pada saat itu, Norwich adalah klub divisi Championship, tetapi mereka berhasil mengimbangi klub raksasa Liga Premier di leg pertama.

Meskipun dari segi komposisi pemain sangat bertolak belakang, Chelsea memiliki Zola, Jimmy Floyd Hasselbaink, Marcel Desailly, dan William Gallas, klub asal London barat itu ditahan imbang 0-0 di Carrow Road.

Namun, ketika mereka gantian menjamu Canaries di Stamford Bridge sembilan hari kemudian, tim tuan rumah menunjukkan kualitas mereka, dengan gol Zola menjadi yang paling disorot.

Mario Stanic membuka skor untuk tuan rumah, sebelum Frank Lampard menggandakan keunggulan tepat setelah jeda babak pertama. Kemudian, momen gol indah Zola membuat skor menjadi 3-0.  

Menerima tendangan bebas, Zola yang berdiri tak jauh dari gawang Norwich menggunakan tumitnya dengan membelakangi gawang untuk mengecoh kiper.



Dan, Mikael Forssell menyelesaikan segalanya di menit terakhir waktu normal. 4-0 untuk kemenangan Chelsea.

Balik lagi ke Zola, selain gol indah itu, pria yang kini berusia 55 tahun, yang pernah melatih di Inggris bersama West Ham, Birmingham City dan Watford, masih menjadi pencetak gol tendangan bebas kedua terbanyak dalam sejarah Liga Premier.

Lalu, ada kapten Southampton James Ward-Prowse dan Thierry Henry, dengan masing-masing 12 gol dari bola mati, dan posisi teratas tetap dengan 18 gol milik David Beckham.