Nomor 3 satu-satunya yang meraih Ballon d'Or.
Ivan Perisic kembali reuni bersama pelatih lamanya di Inter Milan, Antonio Conte. Reuni itu terwujud setelah kontrak pemain asal Kroasia itu bersama Inter Milan telah berakhir.

Walau resmi bakal merumput di London Utara, Perisic tidak akan menjadi pemain pertama dari Kroasia yang bermain untuk Spurs di Liga Inggris.

Untuk negara berpenduduk hanya empat juta orang, Kroasia menghasilkan pesepakbola kelas atas dalam jumlah yang luar biasa, seperti yang bisa disaksikan oleh setiap penggemar Inggris.

Tottenham telah mengambil keuntungan penuh dari fakta itu dalam beberapa tahun terakhir, menurunkan empat pemain Kroasia ke berbagai tingkat keberhasilan. Kami telah melihat masing-masing dari mereka dan bagaimana mereka bernasib di London Utara.

4. Stipe Pletikosa

Anda akan dimaafkan jika tidak ingat nama Pletikosa. Setelah tampil di Hadjuk Split dan bermain untuk Shakhtar Donetsk dan Spartak Moscow, Tottenham mendatangkan kiper tersebut dengan status pinjaman pada 2010 sebagai opsi cadangan.

Dia melalukan debutnya di Piala Liga – tapi itu bukan pertandingan Piala Liga biasa. Bermain melawan Arsenal, Tottenham bermain imbang 1-1 di waktu normal sebelum kalah dalam 30 menit tambahan setelah dihajar 4-1.

Pletikosa tidak pernah tampil lagi dengan seragam Tottenham dan kembali bermain pada 2016 setelah bermain di Rostov dan Deportivo La Coruna.

3. Luka Modric

Yang terbaik dari yang ada.

Modric pindah ke Tottenham Hotspur sebagai pemain berusia 23 tahun yang relatif tidak dikenal dan tampak berantakan pada 2008 – tetapi dia dengan cepat berubah menjadi salah satu pemain lini tengah terbaik di liga, terus-menerus menemukan sudut dan memberikan umpan kepada orang-orang seperti Rafael van der Vaart, Jermain Defoe, dan Gareth Bale.

Dengan Modric memimpin pertunjukan di tim asuhan Harry Redknapp, Spurs mulai bisa merengsek masuk ke empat besar dan membuat langkah bermain di Eropa. Itulah yang membuat Real Madrid datang meminang Modric pada 2012.

Di Santiago Bernabeu, semua gelar yang diimpikan oleh pesepakbola sudah Modric menangkan.



2. Vedran Corluka

Rekan terbaik Modric, Corluka, pindah ke Spurs di jendela yang sama dan pergi pada waktu yang sama juga.

Meskipun dia tidak begitu penting dalam kesuksesan di tahun-tahun Redknapp sebagai pelatih, tetap saja faktanya adalah Corluka adalah gelandang yang solid. Corluka membuat lebih dari 100 penampilan dalam empat musim.

Dia pensiun pada 2021 setelah 10 musim di Lokomotiv Moscow dan mengambil peran sebagai asisten manajer tim nasional Kroasia.

1. Niko Kranjcar

Pemain yang satu ini disebut-sebut anak emas dari Redknapp. Dia dibawa dari Hajduk Split ke Portsmouth, lalu Redknapp juga yang mengontraknya untuk Spurs, lalu mengontraknya untuk QPR.

Pemain tengah asal Kroasia tersebut tercatat hanya bermain sebanyak kali sebagai starter pada musim terakhirnya bersama Spurs. Dia dinilai belum mampu menggantikan peran Gareth Bale di tim inti klub berjuluk The Lilywhites tersebut.

Sementara itu, Harry Redknapp meminta Kranjcar tidak dijual dalam waktu dekat. Itu menjadi bukti kalau Redknapp sangat menyayangi eks pemain U-19 tim nasional Kroasia itu. Tapi, akhirnya dia pindah juga ke Dynamo Zagreb.