Skuad Garuda harus bisa memanfaatkan situasi ini...
Jelang hadapi Skuad Garuda pada hari Minggu (12/06/2022), Jordania terancam tak diperkuat penyerang klub Belgia Oud-Heverlee Leuven, Musa Al Taamari.



Pemain berusia 24 tahun itu merupakan bintang kemenangan 2-0 yang diperoleh Yordania di laga perdana Grup A Kualifikasi Piala Asia 2023, Kamis (09/06/2022). Meski di laga tersebut Al Taamari menjadi pemain terbaik, dirinya terancam absen ketika menghadapi Indonesia.

Al Taamari harus menerima fakta bahwa dia mengalami cedera otot di kaki kirinya, sehingga harus meninggalkan stadion dengan berjalan terpincang-pincang.

Situasi tersebut tentunya membuat Yordania tidak diuntungkan, mengingat hasil positif akan melicinkan jalan mereka menuju putaran final Piala Asia 2023.

“Saya merasakan tegang pada otot kaki kiri, dan berharap cedera ini tidak terlalu mengkhawatirkan,” ujar Al Taamari kepada awak media.

Ketika mengalahkan Nepal, Al Taamari memang gagal mengeksekusi penalti dua menit menjelang babak pertama berakhir. Namun ia memberikan kontribusi besar bagi tim.

Mantan pemain Shabab Al-Ordon itu memberikan asist kepada Ali Olwan untuk mencetak gol. Pelanggaran pemain Nepal kepada dirinya juga membuat wasit menunjuk titik putih. Pemain pengganti Hamza Al Dardour pun sukses menjalankan tugasnya sebagai algojo.

Al Taamari mengungkapkan kelegaannya Yordania bisa melalui laga pertama dengan baik. Menurutnya, pertandingan pertama di bawah sengatan cuaca panas adalah hal yang tidak mudah.

“Saya ucapkan terima kasih kepada rekan satu tim dan staf pelatih yang memberkan dukungan kepada saya, dan membuat saya memperlihatkan level permainan terbaik di babak kedua untuk membantu tim meraih kemenangan, terutama setelah gagal melakukan tendangan penalti,” ujar Al Taamari.

Kendati terancam kehilangan Al Taamaria, Yordania masih bisa tersenyum dengan hadirnya dua pemain yang sempat mengalami cedera, Tareq Khattab dan Munther Abu Amarah dalam sesi latihan di Stadion Al Nasr kemarin waktu setempat. Tariq baru pulih dari cedera hidung, sedangkan Abu Amarah menderita cedera otot.