Kemenangan Yordania atas Kuwait turut jadi pemicu semangat Skuad Garuda
Status tuan rumah nyatanya tak bisa menjamin Timnas Kuwait tampil apik dan membanggakan, setelah kalah 1-2 dari Timnas Indonesia di laga pembuka dan sempat menang 4-1 di laga kedua melawan Timnas Nepal, pada matchday terkahir Kuwait kembali dipermalukan.

Padahal mereka butuh kemenangan untuk memastikan lolos ke Piala Asia 2023, sementara itu Skuad Garuda harap-harap cemas karena skor akhir laga itu ikut mempengaruhi nasib. Bermain di Stadion Jaber Al-Ahmad International, Kuwait City, pada Selasa (14/6), laga yang berlangsung keras itu dimenangkan oleh Timnas Yordania dengan skor 3-0.

Kemenangan itu mengubah peta persaingan, secara tidak langsung Timnas Indonesia diuntungkan. Karena dengan kekalahan Kuwait, Marc Klok dan rekan-rekan cuma butuh hasil imbang untuk menduduki posisi runner-up dan lolos sebagai lima runner-up terbaik.

Tapi Skuad Garuda mampu memberikan yang lebih. Menang telak 7-0 atas Nepal.



Namun tak ada salahnya kita melihat sisi lain dimana Timnas Yordania ikut serta membantu langkah Skuad Garuda untuk melenggang ke Piala Asia 2023.

Dalam pada itu kredit khusus patut diberikan kepada Mousa Al-Tamari, winger  nomor punggung 10 Yordania yang bermain di klub Liga Belgia, Oud-Heverlee Leuven.

Pemain yang dalam laga melawan Timnas Indonesia jersey nya robek akibat tarikan dari Marc Klok itu bermain ngotot sepanjang laga. Tidak takut berduel dan sebagai konsekwensinya di penghujung babak pertama Mousa berbenturan dengan dua pemain Kuwait sekaligus, Fahad Al Rashidi dan Mobarak Al Faneeni, saat duel udara di sekitar area tengah lapangan dan kepala pemain berusia 25 tahun itu tampak berdarah.

Mousa  harus menepi sejenak dan mengganti jersinya yang terkena darah. Ofisial Yordania mengelap darah yang masih mengucur dari kepalanya dan meskipun berdarah Mousa terlihat masih ingin terus bermain dan kepalanya harus diperban.

Babak pertama berakhir dengan skor 0-0.
Mousa dan rekan-rekan terus memburu gol kemenangan untuk menghempaskan Kuwait sekaligus mengangkat asa Timnas Indonesia.



Tak sia-sia, di babak kedua Yordania mampu mencetak 3 gol. Dibuka oleh Ali Olwan di menit 61, lalu Mahmoud Al Mardi di menit 89, dan ditutup Noor Al Rawabdeh di menit 90+6.

Tim berjuluk Al Nashama ini lolos ke putaran final Piala Asia 2023 dengan status juara grup ditemani oleh  Timnas Indonesia sebagai runner-up terbaik di urutan kedua dari lima.