Kapasitas stadion 46 ribu yang datang tak sampai 5 ribu...
Persebaya Surabaya memainkan laga kandang perdananya pada pekan kedua  BRI Liga 1 2022/23. Tim berjuluk Bajul Ijo menjamu Persita Tangerang di Stadion Gelora Bung Tomo, Senin (1/8) malam WIB.

Meksipun bermain di markas sendiri, stadion tak penuh bahkan bisa dibilang sangat sepi. Stadion yang berkapasitas 46 ribu penonton itu hanya terisi oleh sekitar 4.500 penonton saja. Padahal kelompok suporter Persebaya Surabaya dikenal sebagai suporter militan dan loyal.

Lantas mengapa dalam laga itu tampak lesu? Salah satu tokoh Bonek, Husin Ghazali, memberikan sedikit penjelasannya.

"Kalau dari pandangan suporter, pertama itu weekday karena Bonek atau suporter lainnya kan itu pekerja. Mereka melihat main weekday dan malam banget. Main pukul 20:30 WIB dan Gelora Bung Tomo itu letaknya di perbatasan dengan Gresik, jauh dari Kota Surabaya," kata Husin saat ditanyai awak media, Selasa (2/8).



Terkait dengan hal itu, manajemen Persebaya sebenarnya juga pernah mengeluh tentang waktu kick-off yang begitu malam.

"Sebenarnya waktu kick-off pukul 20:30 WIB, sangat malam," ujar Manajer Persebaya, Yahya Alkatiri.

Kick-off pukul 20:30 WIB memang sudah diterapkan sejak turnamen pramusim Piala Presiden 2022 pada Juli lalu dan jelas hal tersebut berimbas ke banyak hal.

"Efeknya adalah kurangnya jam tidur malam bagi pemain, padahal jam tidur malam sangat penting bagi kondisi atlet. Idealnya paling malam adalah kick-off pukul 18:30 WIB," tutupnya.

Meski tidak dihadiri oleh ribuan suporter seperti biasanya, tim besutan Aji Santoso tetap bisa memenangi pertandingan melawan Persita Tangerang. Dalam laga tersebut, Persebaya Surabaya menang dengan skor 2-0 lewat masing-masing gol Sho Yamamoto dan juga pemain yang memperkuat Timnas Indonesia, Rizky Ridho.