Bisnis di transfer pemain itu tidak semudah membalik telapak tangan..
AS Roma tampak serius menyongsong musim 2022/2023. Setelah sukses dengan Paulo Dybala, Serigala Ibu kota Italia kini mengincar Georginio Wijnaldum dari Paris Saint-Germain (PSG). Sayangnya pemain Belanda itu tidak kunjung deal, dan tampaknya AS Roma kesulitan.

Setelah menjuarai Liga Konferensi Eropa 2021/2022 dan lolos ke Liga Europa 2022/2023 dari jalur Serie A, AS Roma punya misi Scudetto.

Untuk mewujudkan ambisi besar itu, mendatangkan pemain-pemain berkualitas jadi salah satu strategi. Selaku pelatih, Jose Mourinho telah mengambil langkah untuk memboyong pemain Georginio Wijnaldum. Negosiasi sudah dilakukan sejak beberapa pekan lalu, dan hasilnya sangat rumit.

Media-media melaporkan, lambatnya kemajuan transfer Georginio Wijnaldum adalah uang. AS Roma disebut enggan menyetujui kewajiban membeli eks pemain Newcastle United tersebut.

Situasi yang dihadapi AS Roma bukan dengan sang pemain, melaikan klubnya. Sebab, sejak hengkang dari Liverpool, Georginio Wijnaldum memang jarang masuk sebagai starting line-up. Dia lebih sering bermain dari bangku cadangan sepanjang musim debutnya pada 2021/2022.

Georginio Wijnaldum juga hanya bisa menonton dari pinggir lapangan pada kedua leg babak 16 besar Liga Champions saat PSG tersingkir dari Real Madrid.

Kekurangan menit bermain dan lebih sering masuk ke ruang ganti itu menjadi penyebab Georginio Wijnaldum ingin pindah dari PSG pada musim panas ini. Apalagi, dia tahu AS Roma ingin melakukan peminjaman untuk durasi satu musim pada 2022/2023.

Meski terlihat sederhana, kenyataannya tidak. AS Roma keberatan dengan beberapa hal. Faktor pertama, gaji Georginio Wijnaldum di PSG cukup besar, yaitu 9 juta euro (Rp136 miliar). AS Roma tidak dapat membayar gajinya secara penuh.

Untuk menyelesaikan masalah itu, PSG menawarkan AS Roma hanya perlu membayar setengah gaji Georginio Wijnaldum. Les Parisiens yang akan menanggung sisanya. Tapi, ada konsekuensi yang harus ditanggung AS Roma. Itu menjadi faktor penghambat kedua, yaitu kewajiban transfer di akhir masa peminjaman.



Harga transfer Georginio Wijnaldum sebenarnya tidak mahal, yaitu antara 10 juta euro (Rp151 miliar) hingga 15 juta euro (Rp227 miliar). AS Roma juga dapat memanfaatkan aturan Decreto Crescita di Italia yang memungkinkan klub membayar pajak lebih sedikit untuk kontrak senilai lebih dari 1 juta euro (Rp15 miliar) per tahun.

Masalahnya, AS Roma enggan mengeluarkan uang transfer untuk pesepakbola berusia di atas 31 tahun. Mereka tidak ingin berjudi karena usia bisa menghambat karier seseorang.

Jadi, akankan Georginio Wijnaldum benar-benar bergabung dengan AS Roma pada musim panas ini?

AS Roma masih tetap berusaha untuk mendatangkan pemain asal Belanda itu. Bahkan, Jose Mourinho sedang mencari cara agar kesepakatan bisa terjadi pekan ini. Jika deal, Georginio Wijnaldum akan menjadi rekrutan kelima AS Roma di jendela transfer musim panas ini setelah Zeki Celik, Nemanja Matic, Mile Svilar, dan Paulo Dybala.