Makan tidur makan tidur digaji. Bale tak mau pergi, Zidane tak mau memainkannya. Pelik!
Mengurusi Gareth Bale sepertinya akan menjadi persoalan yang ruwet bagi Real Madrid. Hingga saat terakhir, Bale telah membuat keputusan untuk mengumpulkan setiap gajinya sesuai kontrak hingga 2022.

Menurut sumber Diario As, Bale bisa menggaet pulang 14,5 juta euro (Rp 245 miliar) dipotong pajak, per musim. Bagi Madrid, mereka bakal merogoh kocek total 60 juta euro (Rp 1 triliun) selama dua musim berikutnya jika Bale tidak menemukan klub baru.

Situasi memang pelik. Zidane sudah tidak mau lagi memainkan Bale. Pada pekan-pekan terakhir La Liga, Bale tidak bermain satu menit pun dari enam pertandingan terakhir. Untuk pertandingan terakhir melawan Leganes, Bale bahkan tidak ada dalam daftar skuad. Dalam beberapa momen bahkan dia tampak tertidur dengan menutup matanya pakai masker.

BALE SENANG DI SPANYOL

"Gareth senang dengan gagasan untuk menghabiskan sisa dua tahun kontraknya," kata agennya Jonathan Barnett, kepada Diario AS.

“Dia senang di Spanyol. Begitu juga keluarganya. Sangat memalukan bahwa Madrid menyia-nyiakan kesempatan untuk menggunakannya karena dia adalah seorang pemain profesional dan terus berlatih dengan baik,” tambahnya.

"Zidane tidak ingin melatih Bale, tetapi dia memiliki dua tahun tersisa di kontraknya, dia sangat senang tinggal di Madrid dan dia tidak akan pergi ke mana-mana," Barnett secara terpisah dengan BBC.

“Anda harus bertanya pada Zidane tentang itu (mengapa tidak memainkan Bale). Gareth tidak memiliki masalah sama sekali karena dia tahu Zidane adalah pelatih hebat yang telah sangat sukses.”

Musim panas lalu, Bale sudah hampir pindah ke Cina. Jiangsu Suning ingin menjadikannya pemain sepakbola termahal di planet ini, tetapi mereka tidak mau memenuhi biaya transfernya.

Pada akhirnya, Madrid memutuskan untuk tidak menjualnya karena mereka pikir masih bisa mendapatkan harga yang layak untuk Bale. Saat itu, Bale masih menjadi superstar setelah penampilannya di final Liga Champions di Kiev. Dua golnya menentukan kemenangan Madrid.  

Namun, usai final itu pesona Bale telah memudar dan pada usia 31, akan sulit untuk menemukan klub yang sanggup membelinya. Begitu juga sangat sedikit klub yang sanggup membayar gajinya.

Dari sisi Bale, dia telah memutuskan untuk tidak melepaskan satu euro pun dari gajinya sampai kontraknya berakhir. “Pinjaman bukanlah opsi yang layak untuk pemain berstatus seperti Bale,” kata Barnett.

Dan juga tidak ada kemungkinan Madrid membayar sebagian gajinya jika dia dipinjamkan. Satu-satunya pilihan serius bagi Bale adalah pindah ke MLS. “Ini adalah liga yang sedang tumbuh,” dia sendiri mengakui belum lama ini. “Banyak pemain ingin pergi ke sana sekarang. Itu sesuatu yang menarik minat saya. Saya suka pergi ke Los Angeles pada musim liburan. Saya sering bermain golf di luar sana ..."

Musim ini menjadi yang terburuk bagi Gareth Bale sejak bergabung dengan Madrid. Dia hanya mencetak tiga gol dalam 20 pertandingan. Setiap kali Zidane memberinya kesempatan, Bale tidak membayar dengan lunas. Musim lalu dia mencetak 14 gol dan musim sebelumnya, 21 gol. Secara total, Bale telah mencetak 105 gol dalam 251 penampilan untuk Real Madrid. Dia tiba di Madrid pada musim panas 2013 dengan harga 101 juta euro, memecahkan rekor transfer dunia. Tujuh tahun kemudian, agennya tidak dapat menemukan klub untuk menampungnya. Miris.