10 Transfer Bernilai Pengkhianatan Paling Menggemparkan

Feature | 22 July 2020, 13:27
10 Transfer Bernilai Pengkhianatan Paling Menggemparkan

Saat Higuain pindah ke Juventus, restoran di Napoli kasih diskon 50% bagi mereka yang kecewa. Luis Figo bahkan dilempari kepala babi.

Libero.id - Transfer pemain adalah sesuatu yang biasa di sepakbola. Nah, yang tidak biasa ketika pemain penting sebuah klub hijrah ke rivalnya.

Di Jerman misalnya, Bayern Muenchen kerap mengambil pemain kunci dari rival. Tak cuma di Jerman di banyak negara transfer seperti ini sering terjadi.

Mereka yang pindah dijuluki pengkhianat. Tak jarang mereka dikecam oleh pendukung klub yang melepas.

Berikut ini 10 transfer bernilai pengkhianatan paling menuai perbincangan seperti dirangkum Libero.id.


1.Gonzalo Higuain - Juventus/Napoli

Kredit: twitter.com/juventusfc

Seluruh manajemen Napoli hingga penggemar terkejut dengan keputusan Gonzalo Higuain untuk meninggalkan Napoli dan bergabung dengan saingannya, Juventus pada 2016 lalu.

Fans Napoli kemudian membuang kaosnya ke selokan, gambarnya dirobek dari papan reklame, bahkan restoran lokal di Naples sampai menawarkan diskon 50% untuk siapa saja yang merasa kecewa dengan keputusan Higuan yang pindah ke Juventus menurut New York Times.

Seorang rapper lokal dengan nama panggung EnzoDong, bahkan menulis lagu tentang pengkhianatannya, di mana dalam salah satu lirik berbunyi: "Saya hanya akan bersenang-senang begitu Higuain meninggal, sekali Higuain meninggal, begitu Higuain meninggal”.

2.Steven Defour - Standard Liege/Anderlecht

Mungkin salah satu momen yang ingin dilupakan oleh pemain timnas Belgia, Steven Defour adalah momen kepulangannya ke Stade Maurice Dufrasne pada 2015 lalu. Mantan pemain Standard Liege itu melakukan sesuatu yang ‘nekat’ dengan bergabung ke tim rival mereka, Anderlecht. Dia disambut dengan spanduk raksasa yang menampilkan gambar penjahat Jason Vorhees yang memegang kepalanya yang dipenggal dan di sampingnya ditambahkan tulisan "Merah atau Mati ".

Jelas karena spanduk provokasi itu, Defour dikeluarkan pada babak kedua karena menendang bola ke penggemar Liege yang membentangkan spanduk tersebut.

3. Sol Campbell - Tottenham Hotspur/Arsenal

Kredit: arsenal.com

"Saya pikir itu akan mengecewakan semua penggemar Spurs jika saya pergi ke Arsenal," ujar Sol Campbell pada Januari 2001 di tengah spekulasi mengenai masa depannya di Tottenham kepada Sky Sports.

Beberapa bulan kemudian, Campbell resmi pindah ke  Arsenal dengan status bebas transfer, mengakhiri masa delapan musimnya di White Hart Lane dan mengejutkan semua pihak khusunya penggemar The Lilywhites.

"Saya ingat konferensi persnya, ketika saya mengatakan kami akan mengumumkan seorang pemain. Tidak ada yang muncul. Di sini di tempat latihan. Hanya ada dua orang wartawan di sini. Aku tidak akan pernah melupakan wajah wartawan ketika Sol masuk. 'Sol Campbell dari Tottenham,' mereka tidak bisa mempercayainya!"

4.Johan Cruyff - Ajax/Feyenoord

Johan Cruyff mungkin adalah salah salah satu pemain terbaik sepanjang masa dan jarang sekali terkena dengan hal-hal yang berbau kontroversial. Bersama Ajax, dia telah memenangkan tujuh gelar Eredivisie dan tiga Piala Eropa selama waktunya di sana  antara 1964 dan 1973, dan menjadi orang pertama yang memperkenalkan filosofi bermain "Total Football ".

Namun karena manajemen de Godenzonen tak menawarkan kontrak baru kepadanya, Cruyff kemudian hengkang ke tim rival yakni Feyenoord. Pada musim berikutnya, Cruyff memenangkan penghargaan Player of the Year karena sukses membantu Feyenoord memenangkan gelar Liga pertamanya dalam satu dekade.

5.Luis Figo - FC Barcelona/Real Madrid

Luis Figo

Luis Figo meninggalkan Barcelona menuju Real Madrid dengan rekor transfer saat itu, 62 juta Euro pada musim panas tahun 2000. Sekembalinya ke Camp Nou setahun setelah kepindahannya yang kontroversial itu, pemain sayap Portugal itu disambut dengan spanduk bertuliskan "Yudas" dan "pengkhianat."
Figo juga dihujani dengan benda-benda dari kerumunan penonton  termasuk botol kaca, koin, dan yang paling terkenal adalah kepala babi.

6.Mario Gotze - Borussia Dortmund/Bayern Munich

Sebenarnya adalah hal yang lumrah ketika pemain Dortmund hengkang ke klub rival, Bayern Muenchen. Namun keputusan keputusan Mario Gotze untuk mengumumkan langkahnya pada malam semifinal Liga Champions ketika Dortmund menghadapi Real Madrid pada 2013 lalu adalah langkah yang sangat buruk.

Gotze kemudian mendapat kecaman keras dari para penggemar klub atas pengungkapan tersebut, dengan Dortmund kemudian meminta kehadiran polisi di sesi pelatihannya pada hari-hari berikutnya karena takut akan terjadi kekerasan fisik menurut The Guardian.

“Mungkin momentumnya tidak baik," ujar bos Dortmund saat itu, Jurgen Klopp.

7. Carlos Tevez - Manchester United/Manchester City

Kredit: twitter.com/mancity

Kepindahan Carlos Tevez dari Manchester United ke Manchester City pada musim panas 2009 agak dipaksakan oleh manajer United pada saat itu, Sir Alex Ferguson yang sedari awal menolak untuk memperpanjang kontrak Tevez di Old Trafford.

Menurut Bleacher Report, adapun kerasnya Tevez untuk bertahan di kota pelabuhan itu karena dirinya sedang memiliki anak kecil dan tidak ingin terburu-buru untuk pindah.

8. Zlatan Ibrahimovic - Juventus/Inter Milan/ AC Milan

King Zlatan memang tak pernah menghindar dari yang namanya kontroversi. Zlatan Ibrahimovic telah membuat kontroversi dengan bermain untuk ketiga tim terbesar Italia - Juventus, Inter Milan, dan AC Milan.

Namun yang paling fenomenal adalah kepindahannya dari Bianconeri menuju Inter Milan. Sebelumnya, Ibrahimovic membantu Juve memenangkan gelar Serie A secara berturut-turut pada tahun 2005 dan 2006. Namun klub yang berbasis di kota Turin itu ditemukan terlibat dalam skandal pengaturan pertandingan, dan diturunkan ke Serie B.

Banyak pemain bintang pada saat itu seperti Alessandro Del Piero, David Trezeguet, dan Pavel Nedved berjanji untuk tetap tinggal, namun Ibrahimovic menuntut untuk pergi dan mengancam dengan tindakan hukum sebelum bergabung dengan Inter.

9.Niko Kranjcar - Dinamo Zagreb/Hajduk Split

Sebagian besar mungkin mengingat Niko Kranjcar adalah salah satu pemain favorit Harry Redknapp, tetapi sebelum bermain di bawah pelatih Inggris bersama Portsmouth, Tottenham, dan QPR, Kranjcar adalah anak emas di persepakbolaan Kroasia.

Kranjcar menghabiskan sebagian besar karir mudanya dengan Dinamo Zagreb dan kemudian menjadi kapten termuda di klub dengan umur 17 tahun. Namun, setelah terjadi perselisihan soal gaji di pertengahan musim 2004/05, ia memutuskan hengkang ke tim rival, Hajduk Split dengan mahar 1,8 juta Euro. Kemudian mengingat pertama kali ketika dirinya bertemu Zagreb sebagai pemain Split, Kranjcar mengatakan kepada The Glasgow Times bahwa, “Saya memiliki beberapa suar (pistol cahaya) yang dilemparkan ke saya. Saya tidak bisa mendengar dengan jelas ketika saya memegang bola. Suar itu hanya meleset beberapa inci dari saya.”

10.Oscar Ruggeri - Boca Juniors/River Plate

Oscar Ruggeri

Lebih dari 100 pemain telah bermain untuk Boca Juniors dan River Plate secara bergantian, tetapi tidak ada yang menyebabkan kegemparan seperti Oscar Ruggeri.

Sebagai produk Boca, Ruggeri telah membuat lebih dari 150 penampilan untuk klub pada tahun 1984 dengan Boca yang pada saat itu sedang di ambang kebangkrutan. Suatu naluri yang wajar ketika bek Argentina itu memilih pindah ke River Plate yang lebih sehat secara finansial, namun para fansnya tak menanggapinya begitu.

"Ketika saya pergi dari Boca ke River, mereka membakar rumah saya dengan orang tua saya di dalam," kata Ruggeri kepada MARCA.






Artikel Terkait

Artikel Terpopuler