Entah masuk akal atau tidak, ini alasannya..
Bintang sepakbola sekelas Lionel Messi sangat wajar jika memilih menggunakan jet pribadi saat bepergian lintas kota, negara, atau benua. Tapi, bagaimana jika aktivitas itu mendapatkan protes aktivis lingkungan? Ada-ada saja!

Dengan gaji selangit, orang-orang seperti Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, atau Neymar sangat suka bepergian menggunakan jet pribadi. Selain nyaman, penggunakan pesawat jenis itu akan menghemat waktu. Sebab, pemain sepakbola termasuk golongan manusia dengan jadwal super padat dan sangat ketat.

Uniknya, belum lama ini, Lionel Messi mendapat kecaman dari aktivis lingkungan di Prancis. Penyebabnya, megabintang Paris Saint-Germain (PSG) tersebut melakukan 52 perjalanan dengan jet pribadi dalam tiga bulan.

Lionel Messi menyewa jet mewah untuk perjalanan keliling dunia, dan seringkali menyediakannya untuk keluarga serta teman-temannya. Pemain berusia 35 tahun bahkan baru saja melakukan perjalanan pulang-pergi Prancis-Amerika Serikat untuk pertandingan tim nasional Argentina.

Bagi sejumlah orang, kegiatan Lionel Messi itu dianggap mencemari lingkungan dan bisa merusak bumi. Kok, bisa?

Dilaporkan satu media olahraga ternama di Prancis, L'Equipe, pesawat pribadi Lionel Messi melakukan 52 perjalanan dengan total 368 jam antara Juni-Agustus 2022. Perjalanan tersebut menghasilkan 1.502 ton CO2. Itu adalah jumlah yang sama, yang dikeluarkan rata-rata satu orang Prancis dalam 150 tahun.



Pertanyaannya, mengapa hal ini jadi masalah? Ternyata, penggunaan jet pribadi di sepakbola Prancis sedang menjadi sorotan dalam beberapa pekan terakhir.

Masalah ini berawal dari pelatih kepala PSG, Christophe Galtier, yang menolak pertanyaan tentang penggunaan bentuk transportasi timnya untuk pertandingan tandang. Sebab, selama ini PSG lebih sering menggunakan jet pribadi, meski bepergian ke kota yang hanya berjarak cukup dekat.

Setelah ditanya mengapa PSG bepergian dengan jet pribadi ke pertandingan tandang melawan FC Nantes, yang hanya berjarak 380 km dan hanya butuh 2,5 jam menggunakan TGV (kereta cepat), Christophe Galtier bercanda dengan menyebut timnya sedang menjajaki opsi bepergian dengan "kapal pesiar pasir". Itu memicu tawa dari Kylian Mbappe yang duduk di sampingnya.

Komentar Christophe Galtier memunculkan kritik di Prancis. Bahkan, sang pelatih terpaksa melontarkan permintaan maaf.

"Saya menyesalinya. Akhir-akhir ini anda (media) tidak bisa tertawa. Itu adalah lelucon di waktu yang salah. Tapi, percayalah, saya prihatin dengan masalah planet ini. Saya tahu tanggung jawab yang kami miliki. Lelucon itu tidak enak," ujar Christope Galtier.

“Para pemain saya sangat peduli dengan iklim. Klub sangat peduli tentang itu. Kami pergi ke Lille dengan bus. Kami menyadari apa yang dipertaruhkan. Jelas saya menyesalinya. Tapi, saya pikir sulit untuk tertawa di Prancis. Bahkan jika lelucon saya tidak bagus dan saya segera menyadarinya ketika saya sampai di rumah," tambah sang pelatih.

Statistik menunjukkan, hampir semua perjalanan tandang oleh tim Ligue 1 dilakukan menggunakan jet pribadi, dengan PSG yang paling sering. Sebaliknya, Montpellier menjadi klub yang paling sedikit menggunakan pesawat pribadi. Mereka lebuh sering bepergian dengan TGV atau bus.